|
View:
New views
20 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
| < Prev | 1 - 2 | Next > |
|
|
peng-alam-an suwungaku ingin menuliskan syair peng-alam -an tentang kondisi suwung .
=======++++++ peng-alam-an Suwung ========++++++++ teman mengatakan suwung adalah kekosongan tidak ada apa apa hanya kehampa - an suwung kok dibilang kosong melompong aku menganggap itu sebuah kata kata bohong pengalaman ku di alam suwung merasa diri ini lenyap melebur menjadi satu sehingga tidak ada lagi saya dan dia atau mereka yang ada hanya keseluruhan menjadi satu seperti daun yang sadar merupakan bagian dari pohon hanya ranting bodoh yang merasa tidak terhubung dengan akar dan merasa terpisah dari batang ketika mengalami ini tidak ada lagi kehendak saya dan dia atau mereka yang ada adalah satu kehendak yang diterjemahkan dalam berbagai rupa kehendak di seluruh bagian yang saling berkaitan. ketika menyadari ini peng -alam-an suwung adalah merupakan pengalaman satu ikatan penuh seperti lingkaran sempurna tidak ada ujungnya apa saja diterima sebagai bagian dari takdir kehendak kecil adalah bagian dari kehendak besar yang merupakan master plan dari sang pencipta kehidupan aku kembali mengikuti aliran sungai kehidupan berusaha tidak hanyut di dalamnya dengan tetap menjaga kewaspadaan dan kesadaran akan awal dan akhir perjalanan sungguh cerdas manusia yang mengajarkan dua kata yang merangkum prinsip menjalani kehidupan eling lan waspodo terima kasih kepada leluhur yang meninggalkan warisan ini. peng- alam - an suwung ini hanya sebuah pengalaman pribadi tidak ada yang ditutup tutupi karena tidak ada lagi tutup jangan dipelajari karena ini bukan pelajaran tapi pengalaman alam-mi saja 5 juli 2008 -------- kalao ada yang mau menuliskan peng-alam-an spiritual dalam bentuk syair ,silahken saja. salam, edy pekalongan |
|
|
Re: peng-alam-an suwungflashback juga ya ---
pernah juga suatu masa yang lalu dan masih kini dalam posisi berbaring hendak tidur sesaat setelah memejamkan mata sekejap saja aku ada diangkasa sangat banyak bintang besar dan begitu dekat rasanya dan langit kubah maha besar saja aku tak ada hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan semesta mana tubuhku? aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang "sini" juga dalam kesadaran dua tempat dua kondisi aku berpikir, lalu perlahan lenyaplah pemandangan angkasa dan semua isinya aku tahu dan sadar posisi tubuhku semula kucoba pejamkan mata dengan pasrah penuh kenangan lalu terulang lagi, dua posisi, satu tubuh fisik dan satu kesadaran dalam kandungan angkasa tanpa ada rasa tubuh, tanpa gerakku, hanya ada aku bahagia saja aku disana aku juga disini disana dan disini bersatu aku kembali dari perjalanan tanpa pernah pergi, dengan kenangan bahagia, damai dan tenang demikian terjadi, demikian hidup, hidup berlanjut terus dengan kendaraan tubuhku dibumi ini dan kesadaran, aku sadar ada di sana..nun jauh...sekaligus dekat..mendekap mesra --sudjanto-- --- In Spiritual-Indonesia@..., "edy_pekalongan" <edy_pekalongan@...> wrote: > > aku ingin menuliskan syair peng-alam -an tentang kondisi suwung . > > =======++++++ peng-alam-an Suwung ========++++++++ > > teman mengatakan > suwung adalah kekosongan > tidak ada apa apa hanya kehampa - an > suwung kok dibilang kosong melompong > aku menganggap itu sebuah kata kata bohong > > > pengalaman ku di alam suwung > merasa diri ini lenyap > melebur menjadi satu > sehingga tidak ada lagi saya dan dia atau mereka > > yang ada hanya keseluruhan menjadi satu > seperti daun yang sadar > merupakan bagian dari pohon > > hanya ranting bodoh yang merasa tidak terhubung dengan akar > dan merasa terpisah dari batang > ketika mengalami ini > tidak ada lagi kehendak saya dan dia atau mereka > yang ada adalah satu kehendak yang diterjemahkan > dalam berbagai rupa kehendak di seluruh bagian > yang saling berkaitan. > > > ketika menyadari ini > peng -alam-an suwung > adalah merupakan pengalaman > satu ikatan penuh > seperti lingkaran sempurna > tidak ada ujungnya > > apa saja diterima sebagai bagian dari takdir > kehendak kecil adalah bagian dari kehendak besar > yang merupakan master plan dari sang pencipta kehidupan > > aku kembali mengikuti aliran sungai kehidupan > berusaha tidak hanyut di dalamnya > dengan tetap menjaga kewaspadaan > dan kesadaran akan awal dan akhir perjalanan > > sungguh cerdas manusia yang mengajarkan > dua kata yang > merangkum prinsip menjalani kehidupan > eling lan waspodo > > terima kasih kepada > leluhur yang meninggalkan warisan ini. > > peng- alam - an suwung ini > hanya sebuah pengalaman pribadi > tidak ada yang ditutup tutupi > karena tidak ada lagi tutup > > jangan dipelajari > karena ini bukan pelajaran > tapi pengalaman > alam-mi saja > > 5 juli 2008 > > -------- > kalao ada yang mau menuliskan peng-alam-an spiritual dalam bentuk > syair ,silahken saja. > > > salam, > edy > pekalongan > |
|
|
Re: Re: peng-alam-an suwung----- Original Message -----
From: "benediktus_sudjanto" <b_sdjnto@...> > aku tak ada > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan semesta > mana tubuhku? > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang "sini" > juga ================== dear mas djanto, kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu siapa? apakah aku juga? mohon pencerahannya mas :-) salam, am |
|
|
Re: peng-alam-an suwungMas Am,
Kesadaran bahwa aku ada dan dapat menikmati, cuma tak ada tubuh atau bentuk, hanya sadar ada, begitu Mas. Yang cerita ya aku juga. Kalau pakai logika matematis, 1+1=2 dst ya tak nyambung Mas. Karena begitu dipikir, analisa, ya "kembali" kebumi lagi Mas (padahal tak pergi dan masih di bumi), pemandangannya bisa lenyap (walau kenangannya masih ada). Salam sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" <sangwaktu@...> wrote: > > ----- Original Message ----- > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@... > > > aku tak ada > > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan semesta > > mana tubuhku? > > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring > > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang "sini" > > juga > ================== > > dear mas djanto, > > kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? > dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu siapa? apakah > aku juga? > > mohon pencerahannya mas :-) > > salam, > am > |
|
|
Re: peng-alam-an suwungMas Am,
tambahan: "aku tak ada" itu karena kesadaran fisik masih melekat saat pertama ada di alam "sana", jadi kalau bukan puitis, maka kalimatnya "aku tak ada tubuh fisikku" (tak ada fisik kok bisa menikmati pemandangan) berarti aku ada walau tak ada (fisiknya). Salam, sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., "benediktus_sudjanto" <b_sdjnto@...> wrote: > > Mas Am, > > Kesadaran bahwa aku ada dan dapat menikmati, cuma tak ada tubuh atau > bentuk, hanya sadar ada, begitu Mas. Yang cerita ya aku juga. > Kalau pakai logika matematis, 1+1=2 dst ya tak nyambung Mas. Karena > begitu dipikir, analisa, ya "kembali" kebumi lagi Mas (padahal tak pergi > dan masih di bumi), pemandangannya bisa lenyap (walau kenangannya masih > ada). > > Salam > sudjanto > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > sangwaktu@ wrote: > > > > ----- Original Message ----- > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@ > > > > > aku tak ada > > > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan semesta > > > mana tubuhku? > > > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring > > > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang > "sini" > > > juga > > ================== > > > > dear mas djanto, > > > > kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? > > dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu siapa? > apakah > > aku juga? > > > > mohon pencerahannya mas :-) > > > > salam, > > am > > > |
|
|
Re: Re: peng-alam-an suwungmas Djanto,
terima kasih ya untuk pencerahannya. nambah nih mas pertanyaan nya, boleh ya :-) apakah mungkin 'yang merasa ada' itu tidak ada? salam, am . ----- Original Message ----- From: "benediktus_sudjanto" <b_sdjnto@...> To: <Spiritual-Indonesia@...> Sent: Friday, July 04, 2008 5:41 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > Mas Am, > > Kesadaran bahwa aku ada dan dapat menikmati, cuma tak ada tubuh atau > bentuk, hanya sadar ada, begitu Mas. Yang cerita ya aku juga. > Kalau pakai logika matematis, 1+1=2 dst ya tak nyambung Mas. Karena > begitu dipikir, analisa, ya "kembali" kebumi lagi Mas (padahal tak pergi > dan masih di bumi), pemandangannya bisa lenyap (walau kenangannya masih > ada). > > Salam > sudjanto > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > <sangwaktu@...> wrote: > > > > ----- Original Message ----- > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@... > > > > > aku tak ada > > > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan semesta > > > mana tubuhku? > > > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring > > > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang > "sini" > > > juga > > ================== > > > > dear mas djanto, > > > > kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? > > dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu siapa? > apakah > > aku juga? > > > > mohon pencerahannya mas :-) > > > > salam, > > am > > > > > > ------------------------------------ > > Yahoo! Groups Links > > > > |
|
|
Re: peng-alam-an suwungMas Am,
Kalau yang dimaksud dengan "ada" adalah dengan adanya tubuh "fisik" maka memang tak ada fisiknya. Tetapi sadar bahwa ada "aku" yang "hidup". Salam, sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" <sangwaktu@...> wrote: > > mas Djanto, > > terima kasih ya untuk pencerahannya. > > nambah nih mas pertanyaan nya, boleh ya :-) apakah mungkin 'yang merasa ada' > itu tidak ada? > > salam, > am > . > > ----- Original Message ----- > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@... > To: Spiritual-Indonesia@... > Sent: Friday, July 04, 2008 5:41 PM > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > > > > Mas Am, > > > > Kesadaran bahwa aku ada dan dapat menikmati, cuma tak ada tubuh atau > > bentuk, hanya sadar ada, begitu Mas. Yang cerita ya aku juga. > > Kalau pakai logika matematis, 1+1=2 dst ya tak nyambung Mas. Karena > > begitu dipikir, analisa, ya "kembali" kebumi lagi Mas (padahal tak > > dan masih di bumi), pemandangannya bisa lenyap (walau kenangannya masih > > ada). > > > > Salam > > sudjanto > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > > sangwaktu@ wrote: > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@ > > > > > > > aku tak ada > > > > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan semesta > > > > mana tubuhku? > > > > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring > > > > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang > > "sini" > > > > juga > > > ================== > > > > > > dear mas djanto, > > > > > > kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? > > > dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu siapa? > > apakah > > > aku juga? > > > > > > mohon pencerahannya mas :-) > > > > > > salam, > > > am > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > |
|
|
Re: Re: peng-alam-an suwungterima kasih mas Djanto.
salam, am . ----- Original Message ----- From: "benediktus_sudjanto" <b_sdjnto@...> To: <Spiritual-Indonesia@...> Sent: Friday, July 04, 2008 5:57 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > Mas Am, > > Kalau yang dimaksud dengan "ada" adalah dengan adanya tubuh "fisik" maka > memang tak ada fisiknya. Tetapi sadar bahwa ada "aku" yang "hidup". > > Salam, > sudjanto > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > <sangwaktu@...> wrote: > > > > mas Djanto, > > > > terima kasih ya untuk pencerahannya. > > > > nambah nih mas pertanyaan nya, boleh ya :-) apakah mungkin 'yang > merasa ada' > > itu tidak ada? > > > > salam, > > am > > . > > > > ----- Original Message ----- > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@... > > To: Spiritual-Indonesia@... > > Sent: Friday, July 04, 2008 5:41 PM > > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > > > > > > > Mas Am, > > > > > > Kesadaran bahwa aku ada dan dapat menikmati, cuma tak ada tubuh atau > > > bentuk, hanya sadar ada, begitu Mas. Yang cerita ya aku juga. > > > Kalau pakai logika matematis, 1+1=2 dst ya tak nyambung Mas. Karena > > > begitu dipikir, analisa, ya "kembali" kebumi lagi Mas (padahal tak > pergi > > > dan masih di bumi), pemandangannya bisa lenyap (walau kenangannya > masih > > > ada). > > > > > > Salam > > > sudjanto > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > > > sangwaktu@ wrote: > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@ > > > > > > > > > aku tak ada > > > > > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan semesta > > > > > mana tubuhku? > > > > > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring > > > > > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang > > > "sini" > > > > > juga > > > > ================== > > > > > > > > dear mas djanto, > > > > > > > > kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? > > > > dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu siapa? > > > apakah > > > > aku juga? > > > > > > > > mohon pencerahannya mas :-) > > > > > > > > salam, > > > > am > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > Yahoo! Groups Links > > > > |
|
|
Re: peng-alam-an suwungOh ya Mas Am, tambahan, energi Roh itu sebagiannya masih ada di
"angkasa" dan sisanya ada bersama tubuh fisik ini, antara yang "disana" dan "disini" dihubungkan melalui apa yang disebut sebagai Silver Cord, makanya kalau "mangkat" Silver Cord nya putus dari tubuh fisik dan kembali ke "sana". Secara logika, mungkin dalam pengalaman saya itu, antara bagian Roh yang masih konek dengan tubuh dengan bagian sisa unit Roh yang di "sana" nyambung melalui kesadaran diri. Salam, sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" <sangwaktu@...> wrote: > > terima kasih mas Djanto. > > salam, > am > . > > ----- Original Message ----- > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@... > To: Spiritual-Indonesia@... > Sent: Friday, July 04, 2008 5:57 PM > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > > > > Mas Am, > > > > Kalau yang dimaksud dengan "ada" adalah dengan adanya tubuh "fisik" > > memang tak ada fisiknya. Tetapi sadar bahwa ada "aku" yang "hidup". > > > > Salam, > > sudjanto > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > > sangwaktu@ wrote: > > > > > > mas Djanto, > > > > > > terima kasih ya untuk pencerahannya. > > > > > > nambah nih mas pertanyaan nya, boleh ya :-) apakah mungkin 'yang > > merasa ada' > > > itu tidak ada? > > > > > > salam, > > > am > > > . > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@ > > > To: Spiritual-Indonesia@... > > > Sent: Friday, July 04, 2008 5:41 PM > > > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > > > > > > > > > > Mas Am, > > > > > > > > Kesadaran bahwa aku ada dan dapat menikmati, cuma tak ada tubuh > > > > bentuk, hanya sadar ada, begitu Mas. Yang cerita ya aku juga. > > > > Kalau pakai logika matematis, 1+1=2 dst ya tak nyambung Mas. Karena > > > > begitu dipikir, analisa, ya "kembali" kebumi lagi Mas (padahal tak > > pergi > > > > dan masih di bumi), pemandangannya bisa lenyap (walau kenangannya > > masih > > > > ada). > > > > > > > > Salam > > > > sudjanto > > > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > > > > sangwaktu@ wrote: > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@ > > > > > > > > > > > aku tak ada > > > > > > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan > > > > > > mana tubuhku? > > > > > > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku berbaring > > > > > > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" yang > > > > "sini" > > > > > > juga > > > > > ================== > > > > > > > > > > dear mas djanto, > > > > > > > > > > kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? > > > > > dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu siapa? > > > > apakah > > > > > aku juga? > > > > > > > > > > mohon pencerahannya mas :-) > > > > > > > > > > salam, > > > > > am > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > |
|
|
Re: Re: peng-alam-an suwungmas Djanto, terima kasih untuk tambahannya, bisa dimengerti oleh saya apa
yang dijelaskan. salam, am . ----- Original Message ----- From: "benediktus_sudjanto" <b_sdjnto@...> To: <Spiritual-Indonesia@...> Sent: Friday, July 04, 2008 6:14 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > Oh ya Mas Am, tambahan, energi Roh itu sebagiannya masih ada di > "angkasa" dan sisanya ada bersama tubuh fisik ini, antara yang "disana" > dan "disini" dihubungkan melalui apa yang disebut sebagai Silver Cord, > makanya kalau "mangkat" Silver Cord nya putus dari tubuh fisik dan > kembali ke "sana". Secara logika, mungkin dalam pengalaman saya itu, > antara bagian Roh yang masih konek dengan tubuh dengan bagian sisa unit > Roh yang di "sana" nyambung melalui kesadaran diri. > > Salam, > sudjanto > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > <sangwaktu@...> wrote: > > > > terima kasih mas Djanto. > > > > salam, > > am > > . > > > > ----- Original Message ----- > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@... > > To: Spiritual-Indonesia@... > > Sent: Friday, July 04, 2008 5:57 PM > > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > > > > > > > Mas Am, > > > > > > Kalau yang dimaksud dengan "ada" adalah dengan adanya tubuh "fisik" > maka > > > memang tak ada fisiknya. Tetapi sadar bahwa ada "aku" yang "hidup". > > > > > > Salam, > > > sudjanto > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > > > sangwaktu@ wrote: > > > > > > > > mas Djanto, > > > > > > > > terima kasih ya untuk pencerahannya. > > > > > > > > nambah nih mas pertanyaan nya, boleh ya :-) apakah mungkin 'yang > > > merasa ada' > > > > itu tidak ada? > > > > > > > > salam, > > > > am > > > > . > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@ > > > > To: Spiritual-Indonesia@... > > > > Sent: Friday, July 04, 2008 5:41 PM > > > > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: peng-alam-an suwung > > > > > > > > > > > > > Mas Am, > > > > > > > > > > Kesadaran bahwa aku ada dan dapat menikmati, cuma tak ada tubuh > atau > > > > > bentuk, hanya sadar ada, begitu Mas. Yang cerita ya aku juga. > > > > > Kalau pakai logika matematis, 1+1=2 dst ya tak nyambung Mas. > Karena > > > > > begitu dipikir, analisa, ya "kembali" kebumi lagi Mas (padahal > tak > > > pergi > > > > > dan masih di bumi), pemandangannya bisa lenyap (walau > kenangannya > > > masih > > > > > ada). > > > > > > > > > > Salam > > > > > sudjanto > > > > > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "--- sangwaktu" > > > > > sangwaktu@ wrote: > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > > > > From: "benediktus_sudjanto" b_sdjnto@ > > > > > > > > > > > > > aku tak ada > > > > > > > hanya sadar bahwa aku menikmati keindahan dan keagungan > semesta > > > > > > > mana tubuhku? > > > > > > > aku sadar bahwa ada aku yang masih di bumi tempatku > berbaring > > > > > > > juga ada aku yang tak berbentuk yang menikmati alam "sana" > yang > > > > > "sini" > > > > > > > juga > > > > > > ================== > > > > > > > > > > > > dear mas djanto, > > > > > > > > > > > > kalau aku tak ada, lalu siapa yang menikmati keindahan itu? > > > > > > dan sekarang ini yang bercerita kenangan dan pengalaman itu > siapa? > > > > > apakah > > > > > > aku juga? > > > > > > > > > > > > mohon pencerahannya mas :-) > > > > > > > > > > > > salam, > > > > > > am > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > Yahoo! Groups Links > > > > |
|
|
Re: peng-alam-an suwungsalam cintakasih selalu
mas aku pernah mengalami suwung hampir dua hari, istriku hampir 3 hari, teman dan kakaku hampir 1 hari, ketika mereka kutanya : maukah dalam keadaan seperti itu,sepanjang hari ....sepanjang waktu....jawabannya sama .....tidak mau..!! salam suwung --- In Spiritual-Indonesia@..., "edy_pekalongan" <edy_pekalongan@...> wrote: > > aku ingin menuliskan syair peng-alam -an tentang kondisi suwung . > > =======++++++ peng-alam-an Suwung ========++++++++ > > teman mengatakan > suwung adalah kekosongan > tidak ada apa apa hanya kehampa - an > suwung kok dibilang kosong melompong > aku menganggap itu sebuah kata kata bohong > > > pengalaman ku di alam suwung > merasa diri ini lenyap > melebur menjadi satu > sehingga tidak ada lagi saya dan dia atau mereka > > yang ada hanya keseluruhan menjadi satu > seperti daun yang sadar > merupakan bagian dari pohon > > hanya ranting bodoh yang merasa tidak terhubung dengan akar > dan merasa terpisah dari batang > ketika mengalami ini > tidak ada lagi kehendak saya dan dia atau mereka > yang ada adalah satu kehendak yang diterjemahkan > dalam berbagai rupa kehendak di seluruh bagian > yang saling berkaitan. > > > ketika menyadari ini > peng -alam-an suwung > adalah merupakan pengalaman > satu ikatan penuh > seperti lingkaran sempurna > tidak ada ujungnya > > apa saja diterima sebagai bagian dari takdir > kehendak kecil adalah bagian dari kehendak besar > yang merupakan master plan dari sang pencipta kehidupan > > aku kembali mengikuti aliran sungai kehidupan > berusaha tidak hanyut di dalamnya > dengan tetap menjaga kewaspadaan > dan kesadaran akan awal dan akhir perjalanan > > sungguh cerdas manusia yang mengajarkan > dua kata yang > merangkum prinsip menjalani kehidupan > eling lan waspodo > > terima kasih kepada > leluhur yang meninggalkan warisan ini. > > peng- alam - an suwung ini > hanya sebuah pengalaman pribadi > tidak ada yang ditutup tutupi > karena tidak ada lagi tutup > > jangan dipelajari > karena ini bukan pelajaran > tapi pengalaman > alam-mi saja > > 5 juli 2008 > > -------- > kalao ada yang mau menuliskan peng-alam-an spiritual dalam bentuk > syair ,silahken saja. > > > salam, > edy > pekalongan > |
|
|
Re: peng-alam-an suwungWah, eunak tenan ya Mas & Jeng Rabucin cs, lama banget, saya cuma short
time saja, tak lebih dari satu menit, kesannya yang lama..lama..lama... Suwung terus ya sepi,walau damai..bosen juga kelamaan ya. Masak di surga mendengar malaekat terus bernyanyi, main harpa, atau memuji-muji Tuhan terus menerus, atau coitus interuptus terus-menerus tanpa kemeng, minum anggur dan arak, klamutan madu dll, ya tetap bosan juga. Saya diberitahu oleh yang memberi tahu, bahwa menjadi manusia itu dambaan para roh, mereka pada ngantri, terutama futi-2, karena justru dengan menjadi manusia maka segala kemungkinan (potensi) tersedia dari mula untuk disain manusia. Ibaratnya manusia itu sudah ditempa dengan hebat, dimana semua kejahatan dan kebaikan bersatu, usel-2an, uwek-2an dan manusia tetap survive (sudah sesuai "grand design") sampai saat ini. Bahkan kalaupun sesudah hari "kiamat" manusia tetap ada tapi dengan versi updated & refined..fine...fine..begitu juga dunia ini tetap ada..ada..ada..terus..dan terus...terang terus dan terus terang. Salam, sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., "rabucin" <rabucin@...> wrote: > > salam cintakasih selalu > > mas aku pernah mengalami suwung hampir dua hari, > istriku hampir 3 hari, > teman dan kakaku hampir 1 hari, > > ketika mereka kutanya : > > maukah dalam keadaan seperti itu,sepanjang hari ....sepanjang > waktu....jawabannya sama .....tidak mau..!! > > salam suwung > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "edy_pekalongan" > edy_pekalongan@ wrote: > > > > aku ingin menuliskan syair peng-alam -an tentang kondisi suwung . > > > > =======++++++ peng-alam-an Suwung ========++++++++ > > > > teman mengatakan > > suwung adalah kekosongan > > tidak ada apa apa hanya kehampa - an > > suwung kok dibilang kosong melompong > > aku menganggap itu sebuah kata kata bohong > > > > > > pengalaman ku di alam suwung > > merasa diri ini lenyap > > melebur menjadi satu > > sehingga tidak ada lagi saya dan dia atau mereka > > > > yang ada hanya keseluruhan menjadi satu > > seperti daun yang sadar > > merupakan bagian dari pohon > > > > hanya ranting bodoh yang merasa tidak terhubung dengan akar > > dan merasa terpisah dari batang > > ketika mengalami ini > > tidak ada lagi kehendak saya dan dia atau mereka > > yang ada adalah satu kehendak yang diterjemahkan > > dalam berbagai rupa kehendak di seluruh bagian > > yang saling berkaitan. > > > > > > ketika menyadari ini > > peng -alam-an suwung > > adalah merupakan pengalaman > > satu ikatan penuh > > seperti lingkaran sempurna > > tidak ada ujungnya > > > > apa saja diterima sebagai bagian dari takdir > > kehendak kecil adalah bagian dari kehendak besar > > yang merupakan master plan dari sang pencipta kehidupan > > > > aku kembali mengikuti aliran sungai kehidupan > > berusaha tidak hanyut di dalamnya > > dengan tetap menjaga kewaspadaan > > dan kesadaran akan awal dan akhir perjalanan > > > > sungguh cerdas manusia yang mengajarkan > > dua kata yang > > merangkum prinsip menjalani kehidupan > > eling lan waspodo > > > > terima kasih kepada > > leluhur yang meninggalkan warisan ini. > > > > peng- alam - an suwung ini > > hanya sebuah pengalaman pribadi > > tidak ada yang ditutup tutupi > > karena tidak ada lagi tutup > > > > jangan dipelajari > > karena ini bukan pelajaran > > tapi pengalaman > > alam-mi saja > > > > 5 juli 2008 > > > > -------- > > kalao ada yang mau menuliskan peng-alam-an spiritual dalam bentuk > > syair ,silahken saja. > > > > > > salam, > > edy > > pekalongan > > > |
|
|
Re: peng-alam-an suwungsalam cintakasih selalu
Mas Bens, ketika dalam keadaan suwung, kami tidak terpisah dengan badan phisik...masih menjalankan aktifitas sehari hari, namun tidak merespon apapun, mengalir begitu saja...hhhhhh semuanya kalis tidak meninggalkan bekas samasekali dan ndak bisa mikir babar pisan blas. rasanya sepi nyenyet ...suwung !! khusus teman aku dia juga bisa obe dan ketika obe dia masih bisa mikir.....!! dan untuk manusia yang aku tahu om Bens...tidak terbatas !! salam --- In Spiritual-Indonesia@..., "benediktus_sudjanto" <b_sdjnto@...> wrote: > > Wah, eunak tenan ya Mas & Jeng Rabucin cs, lama banget, saya cuma short > time saja, tak lebih dari satu menit, kesannya yang lama..lama..lama... > > Suwung terus ya sepi,walau damai..bosen juga kelamaan ya. > Masak di surga mendengar malaekat terus bernyanyi, main harpa, atau > memuji-muji Tuhan terus menerus, atau coitus interuptus terus-menerus > tanpa kemeng, minum anggur dan arak, klamutan madu dll, ya tetap bosan > juga. > > Saya diberitahu oleh yang memberi tahu, bahwa menjadi manusia itu > dambaan para roh, mereka pada ngantri, terutama futi-2, karena justru > dengan menjadi manusia maka segala kemungkinan (potensi) tersedia dari > mula untuk disain manusia. > Ibaratnya manusia itu sudah ditempa dengan hebat, dimana semua kejahatan > dan kebaikan bersatu, usel-2an, uwek-2an dan manusia tetap survive > (sudah sesuai "grand design") sampai saat ini. Bahkan kalaupun sesudah > hari "kiamat" manusia tetap ada tapi dengan versi updated & > refined..fine...fine..begitu juga dunia ini tetap > ada..ada..ada..terus..dan terus...terang terus dan terus terang. > > Salam, > sudjanto > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "rabucin" <rabucin@> > wrote: > > > > salam cintakasih selalu > > > > mas aku pernah mengalami suwung hampir dua hari, > > istriku hampir 3 hari, > > teman dan kakaku hampir 1 hari, > > > > ketika mereka kutanya : > > > > maukah dalam keadaan seperti itu,sepanjang hari ....sepanjang > > waktu....jawabannya sama .....tidak mau..!! > > > > salam suwung > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "edy_pekalongan" > > edy_pekalongan@ wrote: > > > > > > aku ingin menuliskan syair peng-alam -an tentang kondisi suwung . > > > > > > =======++++++ peng-alam-an Suwung ========++++++++ > > > > > > teman mengatakan > > > suwung adalah kekosongan > > > tidak ada apa apa hanya kehampa - an > > > suwung kok dibilang kosong melompong > > > aku menganggap itu sebuah kata kata bohong > > > > > > > > > pengalaman ku di alam suwung > > > merasa diri ini lenyap > > > melebur menjadi satu > > > sehingga tidak ada lagi saya dan dia atau mereka > > > > > > yang ada hanya keseluruhan menjadi satu > > > seperti daun yang sadar > > > merupakan bagian dari pohon > > > > > > hanya ranting bodoh yang merasa tidak terhubung dengan akar > > > dan merasa terpisah dari batang > > > ketika mengalami ini > > > tidak ada lagi kehendak saya dan dia atau mereka > > > yang ada adalah satu kehendak yang diterjemahkan > > > dalam berbagai rupa kehendak di seluruh bagian > > > yang saling berkaitan. > > > > > > > > > ketika menyadari ini > > > peng -alam-an suwung > > > adalah merupakan pengalaman > > > satu ikatan penuh > > > seperti lingkaran sempurna > > > tidak ada ujungnya > > > > > > apa saja diterima sebagai bagian dari takdir > > > kehendak kecil adalah bagian dari kehendak besar > > > yang merupakan master plan dari sang pencipta kehidupan > > > > > > aku kembali mengikuti aliran sungai kehidupan > > > berusaha tidak hanyut di dalamnya > > > dengan tetap menjaga kewaspadaan > > > dan kesadaran akan awal dan akhir perjalanan > > > > > > sungguh cerdas manusia yang mengajarkan > > > dua kata yang > > > merangkum prinsip menjalani kehidupan > > > eling lan waspodo > > > > > > terima kasih kepada > > > leluhur yang meninggalkan warisan ini. > > > > > > peng- alam - an suwung ini > > > hanya sebuah pengalaman pribadi > > > tidak ada yang ditutup tutupi > > > karena tidak ada lagi tutup > > > > > > jangan dipelajari > > > karena ini bukan pelajaran > > > tapi pengalaman > > > alam-mi saja > > > > > > 5 juli 2008 > > > > > > -------- > > > kalao ada yang mau menuliskan peng-alam-an spiritual dalam bentuk > > > syair ,silahken saja. > > > > > > > > > salam, > > > edy > > > pekalongan > > > > > > |
|
|
|
|
|
Re: peng-alam-an suwung |