|
View:
New views
1 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
|
|
Re: Re To: Mas JesseMas Aji,
Terima kasih atas warnanya - Pemahaman APAPUN itu adalah milik mas Aji sendiri :) Mas kalau mas nggak mengerti tentang kultivasi, karma, surga, neraka, pemahaman, konsep,ilmu sebenarnya aku ini berbicara sama siapa? Kalau hal2 sederhana ini saja tidak dapat dimengerti - SEBENARnya apa yang digunakan mas Aji dalam berdiskusi - pasti bukan bahasa.:) Karena mungkin bila pemahaman sudah sampai TITIK sebenarnya yang EKSTREM sudak nggak bisa BICARA karena akan masuk kembali dalam ladang dualisme itulah fungsi logika dan bahasa, konsep dsb. Tapi kalau masih bisa bicara pakai bahasa maka konsep itu orang biasa juga tahu - maaf aku menangkap KETIDAK JUJURAN (maaf kalau salah) mas Aji soal ini.Orang bijak setinggi apapun pencapaiannya dia akan mampu berbicara dengan ILMU dan BAHASAyang sesuai dengan KEMAMPUAN atau DAYA TANGKAP setaiap orang. Tapi mungkin juga mas Aji TIDAK MAU TAHU saja bukan TIDAK TIDAK TAHU hal2 seperti itu- TAPI akhirnya SUSAH berdiskusi dengan cara ini. Tidak ada salahnya jadi seorang PENGIKUT suatu justru sekarang ini BANYAK SEKALI yang TIDAK BERPIKIRAN LURUS- NGAKU2 DEWA, GURU dsb mendirikan perguruan menyesatkan banyak orang.Sebenarnya HANYA KESURUPAN saja DIRINYA yang ASLI sudah TIDAK TERPAKAI/ TIDAK BERDAYA sudah bukan manusia lagi - disuruh NYEBUR SUMUR dia pasti mau. DaFa hanya ada satu Guru seberapa besar apapun tetap demikian PENCAPAIAN seseorang SETINGGI apapun adalah MILIKNYA sendiri...DIRI SENDIRI yang BELAJAR dan MEMUTUSKAN sendiri berdasarkan PEMAHAMAN setelah meningkatkan kualiotas hati/ XINXING- INI PENTING digaris bawahi. Kalau ini tidak dapat dipahami juga tidak masalah juga tidak akan aku teruskan- semua ORANG mendapatkan sesuai dengan JODOH dan daya cerapnya sendiri. Salam, jesseprakasa/falundafahao!! semar samiaji <kind_evil_06@...> Sent by: Spiritual-Indonesia@... 17/07/2008 12:03 Please respond to Spiritual-Indonesia@... To Spiritual-Indonesia@... cc Subject [Spiritual-Indonesia] To Mas Jesse he..he..he...punten Mas..kasih warna ya...silahkan lihat tanda ***) --- On Wed, 7/16/08, Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@...> wrote: From: Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Re: MJ, How about Love ? To: Spiritual-Indonesia@... Cc: Spiritual-Indonesia@... Date: Wednesday, July 16, 2008, 8:15 PM Mas Aji, DaFa ini adalah Xiulian ajaran berkultivasi - masalah dunia sebaik atau seburuk apapun adalah masalah dunia. Praktisi DaFa nggak ada urusan dengan hal2 demikian. Meski demikian kultivasi DaFa masih harus dijalani dtengan masyarakat biasa. ***) Mas Jesse..bagi saya ndak masalah koq, apakah itu dikatakan satu ajaran ini dan itu..itulah "bagian" dari UJUD Kuasa dan Ijin YMK...sama halnya dengan WARNA....dan Mas sendiri sampaikan "harus" dijalani di-tengah2 masyarakat biasa...."bagi saya" saat diri ini hidup di tengah2 masyarakat, maka walau pun diri "merasa" sudah bukan menjadi manusia biasa (karena berkultivasi), namun juga perlu menghormati "ketidakbiasaan" atau "nilai-nilai" yang tumbuh di sekitarnya...apakah itu nantinya adalah dikatakan sebagai buruk atau baik....saya kurang paham ttg kultivasi dalam konteks bermasyarakatnya....UMPAMA, saya sudah terkultivasi, maka tetap saja khan saya mesti NGEMONG manusia yang "katanya" belum berkultivasi, begini nggak? ..Nah, saat saya melakukan tersebut, apakah saya HARUS membuang warna yang ada di manusia tersebut dengan sampaikan kultivasi adalah begini metodenya dan sebagainya?...Mas Jesse yang baik, di sinilah letak yang membedakan kita selama berdiskusi....saya berupaya untuk tetap sampaikan sesuai dengan warna manusia lainnya...karena itu adalah GIFT atau NILAI atau HAK yang diberikan oleh SANG PENGUASA kepada setiap individu....dan dengan itu, maka manusia tersebut MANDIRI jalani hidup TANPA ikatan kelompok atau golongan...kecuali, SADAR bahwa itu semua adalah diletakkan kepada nilai-nilai kepatutan dalam bermasyarakat dan bernegara, yaitu menjalankan hidup dan kehidupan dengan kewelasasihannya.... DaFa adalah peristiwa PELURUSAN FA/ HUKUM yang hadir di masa Akhir Darma- saat ini. Saat banyak ajaran sudah tak lagi dapat MENGANGKAT HATI orang menjadi baik - juga susah dibuat KULTIVASI BALIK karena banyak tafsiran2 orang yang mereduksi Fa ortodok. Karena KARMA manusia yang membuatnya TERTUTUP dan moralitas jatuh di bawah neraka. ***) Mas Jesse, apakah pelurusan demikian hanya ada di DaFa? kenapa saya tanyakan demikian, karena saat yang sama secara "tersirat" ada hal lain (ajaran) yang SUDAH tidak lurus....Pertanyaan, ajarannya atau manusianya yang TIDAK LURUS?...hati manusianya yang tidak lurus atau ajarannya yang bengkok?....Siapa yang mengajarkan ajaran? manusia? dewa? atau gaib yang lain? punten Mas...saya BUKAN penganut konsep karma dan sebab akibat...yang saya pahami, HATI manusialah yang menjadi KUNCI ajaran itu lurus atau bengkok....TIDAK ADA ilmu yang diajarkan TUHAN adalah hitam...semuanya putih (seimbang), manusia yang berhati hitamlah (tidak seimbang), yang membuat ilmu menjadi hitam... Mengerikan bila orang berjalan tanpa ajaran tidak ada pengendalian diri tidak memahami karma atau dosa. Tidak memiliki ajaran tapi BISIKAN gaib JALAN TERUS dimana LETAK MANUSIAnya- Mas Aji tahu BAHAYAnya? yang suka bisikin manusia itu bisa hewan, iblis juga dewa ( mending). Maka perlahan jadilah apa yang dipercayanya - jiwanya bisa berubah jadi apa yang dipakainya. Bentuknya orang mas tapi tapi diruang lain sudah bukan manusia- ini tidak termasuk hewan2 surga (dewa). Ini benar2 riil mas bila akhirnya dalam pandangan Dewa sudah berubah jadi masyarakat hewan(siluman) - maka masyarakat ini sudah harus dihancurkan. ***) mengerikan??..he.he..he...itu pilihan Mas...pilihan manusia...TUHAN yang akan pastikan atas pilihan tersebut, BUKAN kita manusia...mau datangnya dari bisikan siapa pun, TETAP yang tentukan manusianya...Tuhan yang ciptakan itu manusia dengan segala pilihan saja BERI WAKTU dan RUANG untuk hadirkan kehidupan yang UGAL2AN...so, memang kita siapa Mas?...TUHAN??...apa maknanya, jika ada manusia yang SADAR hati seperti Mas, maka fungsi HANYA memperdengarkan KEWELASASIHAN melalui SURI TAULADAN...bukan dengan KONSEP ini dan itu Mas...kalau pun itu diperlukan, maka itu hanya pengantar komunikasi di antara manusia...selebihnya biarkan HARAPAN diri dan UJUD Kuasa dan Ijin YMK yang akan tentukan buahnya....Kalau sampai terbentuk "masyarakat siluman" sekali pun, BUKAN kita yang akan hancurkan....kita - manusia - hanya USAHA Mas...sudah diberitahu, ndak mau...ya kembalikan kepada YMK....PASRAH TOTAL....Mungguh Gusti Pangeran lan Gusti Rasulullah.... Tanpa FA atau Ajaran - seperti BALON gas yang terbang naik dari bawah - ini sudah benar, tapi akhirnya nyangkut dimana atau jatuh lagi NGGAk ada yang tahu. Ajaran itu adalah ILMU itu yang memberi pengetahuan seberapa tebal karet balon itu seberapa banyak gas yang harus diisikan dimana harus diterbangkan- setinggi apa dan bagaimana dst. ***) Mas Jesse...bagi saya, TIDAK ADA hak manusia lain ajarkan ilmu...yang ada hanyalah SURI TAULADAN atau UJUD dari ilmu itu sendiri...kenapa begini?..karena di sinilah saya SUNGGUH hormati akal pikiran dan hati manusia lainnya...berbagi dengan Mas, ilmu bagi saya adalah SEMUA hal yang TERTULIS di dalam diri setiap manusia...maknanya, saat manusia mencerna sesuatu, maka manusia akan jalankan sesuai dengan akal sehat dan hati terangnya...Jika manusia tidak mau pakai itu, itulah yang dikatakan sebagai PENGEKOR...sederhana aja Mas acuannya, saat seseorang menyampaikan sesuatu, apakah yang bersangkutan BISA menjamin keselamatan bagi orang yang menerimanya?...contoh lain lagi...banyak manusia saat ini sebutkan nama Muhammad dan Yesus sebagai penyelamat, TANPA ujud kehidupan welas asih yang telah diberi contohnya dari BELIAU, apakah bisa manusia itu jadi selamat??..maknanya, BUKAN terletak kepada PEMAHAMAN ilmunya saja, namun UJUD nyata ilmu yang "katanya" welas asih itu yang NYATA lah yang akan sebagai "perahu" bagi dirinya...setelah itu, YMK yang akan PASTIKAN...maknanya?...manusia yang berbagi perbuatan yang welas asih....memberi contoh nyata....BUKAN mengajarkan ilmu.... Bagaimana aku memahami orang yang mensarankan sabar, ikhlas tanpa ILMU ***) he..he..he...itu mah satu paket Mas...dengan sabar, ilhkas maka ilmu diperoleh....he..he..he..he.. Mengenai Pancasila... Aku bilang itu buat manusia bukan untuk ajaran kultivasi. Baik juga agar Pancasila dapat mengakomodasi banyak ragam budaya dan kepentingan di Indonesia. Terutama agar juga akomodatif pada kepentingan BUDAYA SPIRITUAL secara umum diwakili oleh KEJAWEN. ***) apakah saya menyatakan begitu Mas?....kayaknya tidak dech...saya nyatakan apa pun agama dan keyakinan setiap diri manusia, maka UJUD hidup seyogyanya adalah WELAS ASIH...jika ada manusia mengaku beragama dan berkeyakinan kepada YMK, tidak berbuat seperti itu, maka PROSESnya perlu dipahami lagi..."bagi saya" Pancasila adalah kristalisasi perjalanan bangsa Indonesia...kalau dibilang HANYA baik...he..he..he..punten Mas..punten...kayaknya ndak bisa sekedar HANYA baik dech...mau contoh nyata?...coba kaji, banyak mana aliran atau ajaran yang MASUK ke Indonesia atau yang SUDAH ada di Indonesia?...Sekarang coba lihat kenyataan hidup di Indonesia, apakah yang banyak itu BERI ruang hidup dan kehidupan yang NORMAL kepada yang SUDAH ada?....kenapa Mas?..coba kaji kenapa Mas?....inikah UJUD manusia yang MENGAKU beragama atau berkeyakinan kpd YMK?...Padahal, dengan adanya Pancasila, itu semua bisa hidup...aneh nggak Mas?....Jika ini dikaitkan dengan istilah "kultivasi", lalu apakah ini UJUD manusia yang berkultivasi Mas?...agama atau ajaran yang salah?...Sengaja saya sampaikan agak panjang, agar bisa memaknai bahwa UJUD manusia yang berkultivasi itu diberi ruang dengan Pancasila...kalau ndak ada itu, apa bisa Mas berkultivasi di Indonesia?...pastilah cari lahan di negara lain yang bisa terima..iya nggak?....kembali kepada konteksnya Mas....dan saya terkadang sudah capek meributkan ttg ajaran ini dan itu...sekarang mah UJUD...UJUDnya Meski seperti penuturan pak Sudrajat yang mana yang kejawen asli ? ya benar tak ada yang benar2 asli apalagi yang disebut orang Jawa itu siapa- juga turunan2 dari pendatang2 dari India dan China juga lain2 seperti juga orang Indonesia lainnya. Sebenarnya juga yang disebut peninggalan2 Budaya yang adi luhung justru peninggalan ajaran Buddha dan Hindu di masa lalu. Jadi sebenarnya kalau mau dibilang kejawen - ya selalu berubah itulah semua dia ada di dalamnya. ***) makna asli di sini BUKAN kepada bentuk dan ujud ajarannya Mas...namun, ESENSI atau HAKEKATnya..yaitu, UJUD manusia yang welas asih...semua kemurnian agama dan keyakinan UJUDnya seyogyanya adalah WELAS ASIH...dan untuk mewujudkan ini, ada dalam berbagai konteks dan cara pandangnya...kenapa? ya itulah WARNA Mas...yang berlaku dalam ruang dan waktu saat ini ya beda ujudnya, tetapi ISInya atau HAKEKATnya TETAP SAMA...di mana ini bisa dilihat? ya DIUJUD hidup dan kehidupan...so, kalau manusianya teriak2 ajar ini dan itu, tetapi ujud lakunya ndak begitu, lalu apa ini namanya?...itu dari konteks hakekat...dari konteks rentang waktu dan metodologinya....awal mula budaya keyakinan kepada YMK leluhur Bangsa Indonesia adalah UJUD dalam laku kehidupan sehari-hari, di mana TANPA memerlukan SLOGAN atau PROPAGANDA...coba kaji bagaimana yang dari luar Indonesia kira2? ya mesti NDOMPLENG dulu dengan budaya yang ada saat itu..kenapa? kalau ndak begitu ndak bisa diterima Mas...dari konteks UJUD nyata saat ini....mana yang lebih banyak manusia yang berkeyakinan kepada YMK dengan yang datang dari luar Indonesia atau yang SUDAH ada di Indonesia terlebih dahulu?...lalu, kenapa budaya luhur keyakinan Bangsa Indonesia belum diterima oleh negara? yang nota bene di mana manusia2 yang mengaku beragama melakukan administrasi penduduk dan keyakinan kepada YMK adalah salah satunya MEMBEDAKAN perlakuan kepada Saudara-Saudara saya sebangsa dan setanah air, yang berkeyakinan di luar agama yang resmi?...apa ini namanya Mas??...kacang lupa sama kulit?...bentuk keyakinan yang murni budaya Indonesia sudah tidak sesuai?...ujud sebagian besar manusia yang berkeyakinan dengan keyakinan dari luar Indonesia yang katanya BERTUHAN?....or silahkan kaji sendiri yang mana?....Apa yang ingin saya highlight adalah jika memang manusia itu diberi HAK dan KESEMPATAN yang sama untuk BERTUHAN, kenapa ada pembedaan ini??...Mas tahu sudah berapa lama ini berlangsung??...sudah berapa banyak manusia Indonesia yang memilih demikian TIDAK diakui sebagai warga negara Indonesia sebagai mana manusia yang telah menerima agama resmi berdasarkan Undang-Undang?...jika ini konteks hidup dan kehidupannya Mas...apakah masih perlu diskusikan Pancasila BUKAN sarana berkultivasi?? Memang sebenarnya KEJAWEN adalah ASIMILASI dengan Buddhisme, Hinduisme, dan Sufisme dan BUKAN AGAMA- YANG SELALU terhubung dengan TANAH ini secara HISTORIS aku bilang memang selalu terhubung dengan BUMI INDONESIA walau ini adalah pengertian BENTUKAN- karena KEJAWEN yang ASLI adalah AJARAN KULTIVASI - berasimilasi dg karakter alam semesta menjadi Manusia Sejati/ Buddha - walau ada saja yang menyelewengkannya- menyempal (hukum alam). ***) Mas punten...saat ini yang amat sangat diperlukan UJUD...apa pun ajaran atau agama atau keyakinan....sudah banyak yang pinter2 lah...UJUD welas asih bersama-samanya mana??..seyogyanya, jika manusia2 yang beragama sesuai dengan UU adalah PAHAM kewelasasihan Tuhan, maka TIDAK AKAN ada diskriminasi dalam hidup bernegara dan berbangsa....ndak usahlah bicara ttg penyelewengan Mas...buka mata hati...lihat fakta hidup...lakukan perubahan dengan yang bisa...TANPA diskriminasi....sederhana koq... Tapi aku bilang Pancasila adalah JALAN mendapatkan kembali SPIRIT bangsa ini TAPI BUKAN AJARAN KULTIVASI. Pancasila adalah RAGAnya- memberikan hak2 yang TEPAT sebagai warga negara Indonesia. ***) silahkan merujuk ke uraian di atas Mas... Aku sepakat dalam hal2 tertentu dengan mas Aji. ***) semoga sepakat ini memberikan warna hidup dan kehidupan dalam UJUD nyatanya Mas... Rasanya gga bisa dalam minggu ini mas- aku ngga mau targetin kapan mengalir saja kalau ada jodoh. ***) ndak apa2 Mas...kalu jodoh, pasti bisa Salam, ss |
| Free Forum Powered by Nabble | Forum Help |