|
View:
New views
20 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
| < Prev | 1 - 2 - 3 | Next > |
|
|
Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi WasalamSuatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat.
Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy. Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim." Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan." Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w. Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman. Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci. Wa min Allah at Tawfiq . (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?) |
|
|
Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi WasalamMang Dipo,
Lha ya itu, kok ada bagian Grandeur Delusion, tapi ada bagian "make sense" dan "doesn't make sense". Lha si pena yang baru diciptakan sudah bisa tahu dan komentar, betul? Saya pribadi tidak "sreg" dengan perumpamaan demikian. Inexplainable and lead to confusion on average people. Nuwun, sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., mang dipo <dipo1601@...> wrote: > > Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat. > > Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah Subhan Allah dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy. > > Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah > > Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. > > Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim." > > Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan." > Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: > > Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w. > > Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman. > > Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci. > Wa min Allah at Tawfiq . > (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?) > |
|
|
|
|
|
Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi WasalamMang Dipo,
Lha ya itu, bukan demikian, betul? Hemat saya, roh-2 tak punya judul dan riwayat, ya begitu saja terjadi (tak ada asal mulanya) karena yang menciptakan juga tak ada asal mulanya. Coba tanyakan sendiri: Kapan Tuhan diciptakan? dan Kalau tak ada Tuhan, lalu ada apa ya? Yang membedakan kualitas roh adalah pengalamannya dan perannya, tiap roh sudah mengerti tapi belum tahu, nah untuk tahu itu maka diberikan sarana untuk mengalami, supaya tahu, betul? Memberi judul roh dengan ada kaitan dengan nama orang yang reputasinya tak jelas, tentu berlebihan. Sang Suara ditanya Musa, lalu dijawab I AM THAT I AM, sama seperti Aku. Sebutan lain adalah predikat sementara, situasional dalam lingkup sarana kerja di bumi. Nuwun, sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., mang dipo <dipo1601@...> wrote: > > Mas Bens, > Itulah kenyataan yang ada di-alam ini. > Itu salah satu bukti bahwa Roh Kudus = Nur Muhammad + Nur Insan turunnya secara bertahap kedalam diri agar tidak semaput!, betul? > Nuwun, dipo > > > > ----- Original Message ---- > From: benediktus_sudjanto <b_sdjnto@...> > To: Spiritual-Indonesia@... > Sent: Sunday, July 6, 2008 5:01:58 PM > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam > > > Mang Dipo, > > Lha ya itu, kok ada bagian Grandeur Delusion, tapi ada bagian "make > sense" dan "doesn't make sense". Lha si pena yang baru diciptakan > sudah bisa tahu dan komentar, betul? > Saya pribadi tidak "sreg" dengan perumpamaan demikian. > Inexplainable and lead to confusion on average people. > > Nuwun, > sudjanto > > --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, mang dipo <dipo1601@ .> > wrote: > > > > Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan > menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang > tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan > Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah > jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu > menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur > itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya > untuk istirahat. > > > > Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir tidak Llawh > al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak > Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada > matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau > malaikat belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian > Allah Subhan Allah dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. > Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama > Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian > ketiga Arsy. > > > > Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh > (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak > antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian > memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa > yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, > Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama > yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang > Suci,Ya Allah > > > > Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini > adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan > lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan > karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. > telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena > takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar > menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya > tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai > tanda dari rahasia ilahiah yang agung. > > > > Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi > Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang > cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang > diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk > menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. > Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi > sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya > mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : > Bismillah al-Rahman al-Rahim." > > > > Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap > untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia > menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis > kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 > tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang > Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat > sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan > Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan > kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun > pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku > hapuskan." > > Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi > menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat > Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah > ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana > Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat > (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi > empat bagian: > > > > Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku > membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. > Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian > pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari > bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya > dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang > adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku > membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w. > > > > Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan > dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang > tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat > dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, > dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, > lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati- an, > Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan > lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia > dipenuhi dengan rahman. > > > > Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi > dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya > dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah > dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi > diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama > Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci. > > Wa min Allah at Tawfiq . > > (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga > silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?) > > > |
|
|
|
|
|
Balasan: Penciptaan Nur Muhammad Saw.....Mang Dipo + Mas DjantoCk..ck..ck...ngapunten jika Bocah Bau Kencur ini mo ikutan nimbrung rembugkan babakan Nur Muhammad.
Sebuah kisah yang cukup memberikan pencerahan buat saya, walau sebenarnya tersampaikan dengan bahasa yang buat saya pribadi sering GARUK-GARUK kepala dibuatnya, he..he.. banyak Tumonya ( kutunya ) kali ndhas Gundhul ini. Terima kasih mang Dipo artikelnya, namun ijinkan saya anak bau kencur juga pingin memberikan pendapat dari sisi yang lain berdasarkan kapasitas akal pikiran bocah ndeso tamatan SMA doang yang jauh dari hiruk-pikuk kemegahan hiburan duniawi. He..he..gimana gak ndeso wong lokasinya saja di ereng-ereng Gunung kok. " MENJADI NUR... KEMBALI KEPADA PEMILIK NUR... KEMBALI KEPADA RAHASIA ( SIRULLAH ) " Sebab didalam kebathinan / dirimu masih adanya 2 pilihan ( pilihan baik dan buruk ) sehingga kita kabur menentukan apakah itu langsung dari Allah atau bukan, karena masih adanya didalam hatimu selain Allah . Apabila kita berpandangan hanya Allah semata saja yang ada tanpa ada yang lainya selain Allah, memang seharusnya beginilah pandangan hati kita, maka hati kita akan dipenuhi Allah dengan kehendak-Nya semata-mata, sehingga pilihan kita tiada ada 2 lagi dan menjadi 1 pilihan ( dan pada hakikatnya 1 pilihan bukanlah pilihan karena tiada lawanya lagi ). NUR MUHAMMAD ITU hanyalah...SANDIWARA ALLAH. Yang saling berhadapan di alam semesta ini pada hakikatnya adalah : SIFAT ALLAH LAWAN SIFAT ALLAH atau NUR MUHAMMAD LAWAN NUR WANTAH. Yang berkecamuk di alam semesta raya ini pada hakikatnya adalah nur Allah atau sifat Allah lawan sifat Allah. Kami ( nur ) berasal dari firman Allah ( sir ), Laa = Jadilah BULU DAN KULIT, Ilaaha = Jadilah URAT DAN TULANG, Illa = Jadilah DARAH DAN DAGING, Allah = Jadilah OTAK DAN SUM-SUM. Zat-Nya melebur mejadi BULU, KULIT, URAT, TULANG, DARAH, DAGING, OTAK DAN SUM-SUM ( Rahasia-Nya mengalir keseluruh ZARRATUL WUJUD kita ). Ke-AKU-an manusia tiada lagi dan menjadi AKU-Nya ( Allah ) Berwujudlah hanya AKU ( Allah ) yang ada. Dari TIADA menjadi ADA kembali TIADA LAGI. Sabda Nabi : Bila sudah menjelang sakratul maut tinggalkanlah aku (Muhammad) kecuali yang ada hanya Allah. Maksud dalam hakikat : Bila kita dalam tahap mengenal diri/mengenal Allah berarti kita sudah dalam sakratul maut, bila sudah fana (mati) berarti kita sudah mati dalam artian hakikat dan semata-mata yang ada hanya Allah ( Dzat Wajibul Wujud ), tiada lagi Nur Muhammad ( diri kita/Ingsun Sejati ). Cahaya (nur) memiliki rahasia pada iradat, kudrat, ilmu, hayat, kalam, sama’ dan bashar. Sumonggo dipun tambahi mas Djanto kaliyan mang Dipo sumugi KOMPLIT... Salam bocah bau Kencur Ki Tunggul Kesit dari Lereng Gng. Kawi mang dipo <dipo1601@...> wrote: Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat. Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy. Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim." Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan." Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w. Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman. Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci. Wa min Allah at Tawfiq . (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?) --------------------------------- Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br>Cepat sebelum diambil orang lain! |
|
|
Re: Balasan: Penciptaan Nur Muhammad Saw.....Kul KhutukKi Tunggul Kesit (Kul Kuthuk),
Lha ya itu, benar Ki Tunggul Kesit, betul? Bahasa populernya, mati sajroning urip - urip sajroning mati. Mati di dalam kehidupan - Hidup di dalam kematian. Dualisme diciptakan sehingga memungkinkan adanya free will (kehendak bebas). Hidup dan mati adalah sifat dualisme utama. Hidup yang abadi, dibayang-bayangi dengan kematian yang absurd tapi nyata. Mati (mati) - masrahke nang ati - pasrahkan ke hati nurani Urip (hidup) - ujude rupa iku ana pangrasa - bentuknya adalah rasa/perasaan Dualisme hidup-mati hanya bisa dikenal sekaligus disirnakan untuk kembali keharibaan sang pencipta hanya dengan rasa (melalui rasa, tidak di kenal lagi hidup dan mati - bukan hidup dan mati seperti yang kita kenal melalui pengertian melalui badan/jasad ini - tetapi samadhi saja alias sama-2 adhi) Perumpamaan anak hilang dalam alkitab menjelaskan suasana rasa, dan pemahaman bahwa hubungan khalik dan insan itu mirip dengan hubungan bapa dan anak dalam dunia nyata. Sebaik-baiknya bapa di dunia nyata, lebih baik sang Bapa di dunia lebih nyata (di surga). Sang Bapa (Tuhan, Allah, YME dll) bereksperimen dengan Lucifer (malaekat tertampan dan paling terang) menjadi pangeran kegelapan dan Michael (malaekat yang ketampanan dan terangnya di bawah Lucifer) menjadi pangeran terang, sehingga hakekat roh percikan Illahi - roh insani diberikan apa yang dinamakan free will (kehendak bebas) karena dengan dualisme maka eksperimen free will menjadi mungkin. Pangeran gelap menjadi lower-self/selves (badan, bumi, dan seluruh bentuk fisik alam dan mahluk hidup dan yg pernah hidup dan akan hidup di dunia fisik ini), sang Ibu penyedia sarana kehidupan, sarana ujian, sarana main-2. Disinilah kita hidup di dalam mati, tetapi justru di dalam mati kita (anasir-2/kebhinekaan Esa Tuhan) dapat lebih hidup atau berkembang, beginilah yang dinamakan tak terbatas. The Self - roh insani - unit percikan sabda/sinar YME dan Higher-self/selves - kelengkapan diri yang lebih tinggi dalam tataran roh, yang menjadi penerang gelap, kelengkapan petunjuk eksperimen/permainan Ilahi melalui insani. Yah begitulah, demikian. Salam, sudjanto --- In Spiritual-Indonesia@..., Kul Kuthuk <kulkuthuk_kadhalkesit@...> wrote: > > Ck..ck..ck...ngapunten jika Bocah Bau Kencur ini mo ikutan nimbrung rembugkan babakan Nur Muhammad. > > Sebuah kisah yang cukup memberikan pencerahan buat saya, walau sebenarnya tersampaikan dengan bahasa yang buat saya pribadi sering GARUK-GARUK kepala dibuatnya, he..he.. banyak Tumonya ( kutunya ) kali ndhas Gundhul ini. > Terima kasih mang Dipo artikelnya, namun ijinkan saya anak bau kencur juga pingin memberikan pendapat dari sisi yang lain berdasarkan kapasitas akal pikiran bocah ndeso tamatan SMA doang yang jauh dari hiruk-pikuk kemegahan hiburan duniawi. He..he..gimana gak ndeso wong lokasinya saja di ereng-ereng Gunung kok. > " MENJADI NUR... KEMBALI KEPADA PEMILIK NUR... > KEMBALI KEPADA RAHASIA ( SIRULLAH ) " > > Sebab didalam kebathinan / dirimu masih adanya 2 pilihan ( pilihan baik dan buruk ) sehingga kita kabur menentukan apakah itu langsung dari Allah atau bukan, karena masih adanya didalam hatimu selain Allah . > Apabila kita berpandangan hanya Allah semata saja yang ada tanpa ada yang lainya selain Allah, memang seharusnya beginilah pandangan hati kita, maka hati kita akan dipenuhi Allah dengan kehendak-Nya semata-mata, sehingga pilihan kita tiada ada 2 lagi dan menjadi 1 pilihan ( dan pada hakikatnya 1 pilihan bukanlah pilihan karena tiada lawanya lagi ). > > > > NUR MUHAMMAD ITU hanyalah...SANDIWARA ALLAH. > Yang saling berhadapan di alam semesta ini pada hakikatnya adalah : SIFAT ALLAH LAWAN SIFAT ALLAH atau NUR MUHAMMAD LAWAN NUR WANTAH. > Yang berkecamuk di alam semesta raya ini pada hakikatnya adalah nur Allah atau sifat Allah lawan sifat Allah. > Kami ( nur ) berasal dari firman Allah ( sir ), Laa = Jadilah BULU DAN KULIT, Ilaaha = Jadilah URAT DAN TULANG, Illa = Jadilah DARAH DAN DAGING, Allah = Jadilah OTAK DAN SUM-SUM. > Zat-Nya melebur mejadi BULU, KULIT, URAT, TULANG, DARAH, DAGING, OTAK DAN SUM-SUM ( Rahasia-Nya mengalir keseluruh ZARRATUL WUJUD kita ). > Ke-AKU-an manusia tiada lagi dan menjadi AKU-Nya ( Allah ) > Berwujudlah hanya AKU ( Allah ) yang ada. Dari TIADA menjadi ADA kembali TIADA LAGI. > Sabda Nabi : > Bila sudah menjelang sakratul maut tinggalkanlah aku (Muhammad) kecuali yang ada hanya Allah. > Maksud dalam hakikat : > Bila kita dalam tahap mengenal diri/mengenal Allah berarti kita sudah dalam sakratul maut, bila sudah fana (mati) berarti kita sudah mati dalam artian hakikat dan semata-mata yang ada hanya Allah ( Dzat Wajibul Wujud ), tiada lagi Nur Muhammad ( diri kita/Ingsun Sejati ). > Cahaya (nur) memiliki rahasia pada iradat, kudrat, ilmu, hayat, kalam, samaâ dan bashar. > > > Sumonggo dipun tambahi mas Djanto kaliyan mang Dipo sumugi KOMPLIT... > > Salam bocah bau Kencur > > Ki Tunggul Kesit > dari Lereng Gng. Kawi > > > mang dipo <dipo1601@...> wrote: > Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah TaâAla sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat. > > Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir â" tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikatâ" belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah â" Subhan Allah â" dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy. > > Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah > > Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. > > Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim." > > Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan." > Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: > > Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w. > > Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman. > > Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci. > > Wa min Allah at Tawfiq . > > (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?) > > > > > > > > > --------------------------------- > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > |
|
|
|
|
|
PenciptaanNur++Mbak Kuthuksalam kenal Mbah Kuthuk...
abdi semar samiaji, asal gunung salak bogor....hapunten..hapunten...minta masukan dari Mbah....apa yang Mbah sampaikan di bawah ini...pengalaman langsung pribadi atau cerita dari pihak lain? Kalau pengalaman pribadi, bagai mana Mbah bisa "yakin" kalau apa yang dinamakan Nur Muhammad sandiwara Tuhan dan berbagai sifat Nur memiliki sifat rahasia sebagai mana yang Mbah sampaikan? hatur nuhun Mbah, ss --- On Sun, 7/6/08, Kul Kuthuk <kulkuthuk_kadhalkesit@...> wrote: Ck..ck..ck.. .ngapunten jika Bocah Bau Kencur ini mo ikutan nimbrung rembugkan babakan Nur Muhammad. Sebuah kisah yang cukup memberikan pencerahan buat saya, walau sebenarnya tersampaikan dengan bahasa yang buat saya pribadi sering GARUK-GARUK kepala dibuatnya, he..he.. banyak Tumonya ( kutunya ) kali ndhas Gundhul ini. Terima kasih mang Dipo artikelnya, namun ijinkan saya anak bau kencur juga pingin memberikan pendapat dari sisi yang lain berdasarkan kapasitas akal pikiran bocah ndeso tamatan SMA doang yang jauh dari hiruk-pikuk kemegahan hiburan duniawi. He..he..gimana gak ndeso wong lokasinya saja di ereng-ereng Gunung kok. " MENJADI NUR... KEMBALI KEPADA PEMILIK NUR... KEMBALI KEPADA RAHASIA ( SIRULLAH ) " Sebab didalam kebathinan / dirimu masih adanya 2 pilihan ( pilihan baik dan buruk ) sehingga kita kabur menentukan apakah itu langsung dari Allah atau bukan, karena masih adanya didalam hatimu selain Allah . Apabila kita berpandangan hanya Allah semata saja yang ada tanpa ada yang lainya selain Allah, memang seharusnya beginilah pandangan hati kita, maka hati kita akan dipenuhi Allah dengan kehendak-Nya semata-mata, sehingga pilihan kita tiada ada 2 lagi dan menjadi 1 pilihan ( dan pada hakikatnya 1 pilihan bukanlah pilihan karena tiada lawanya lagi ). NUR MUHAMMAD ITU hanyalah...SANDIWAR A ALLAH. Yang saling berhadapan di alam semesta ini pada hakikatnya adalah : SIFAT ALLAH LAWAN SIFAT ALLAH atau NUR MUHAMMAD LAWAN NUR WANTAH. Yang berkecamuk di alam semesta raya ini pada hakikatnya adalah nur Allah atau sifat Allah lawan sifat Allah. Kami ( nur ) berasal dari firman Allah ( sir ), Laa = Jadilah BULU DAN KULIT, Ilaaha = Jadilah URAT DAN TULANG, Illa = Jadilah DARAH DAN DAGING, Allah = Jadilah OTAK DAN SUM-SUM. Zat-Nya melebur mejadi BULU, KULIT, URAT, TULANG, DARAH, DAGING, OTAK DAN SUM-SUM ( Rahasia-Nya mengalir keseluruh ZARRATUL WUJUD kita ). Ke-AKU-an manusia tiada lagi dan menjadi AKU-Nya ( Allah ) Berwujudlah hanya AKU ( Allah ) yang ada. Dari TIADA menjadi ADA kembali TIADA LAGI. Sabda Nabi : Bila sudah menjelang sakratul maut tinggalkanlah aku (Muhammad) kecuali yang ada hanya Allah. Maksud dalam hakikat : Bila kita dalam tahap mengenal diri/mengenal Allah berarti kita sudah dalam sakratul maut, bila sudah fana (mati) berarti kita sudah mati dalam artian hakikat dan semata-mata yang ada hanya Allah ( Dzat Wajibul Wujud ), tiada lagi Nur Muhammad ( diri kita/Ingsun Sejati ).Cahaya (nur) memiliki rahasia pada iradat, kudrat, ilmu, hayat, kalam, sama’ dan bashar. Sumonggo dipun tambahi mas Djanto kaliyan mang Dipo sumugi KOMPLIT... Salam bocah bau Kencur Ki Tunggul Kesit dari Lereng Gng. Kawi Recent Activity 42 New Members 2 New Photos 1 New LinksVisit Your Group Cat Groups on Yahoo! Groups Share pictures & stories about cats. New business? Get new customers. List your web site in Yahoo! Search. Moderator Central Get answers to your questions about running Y! Groups. . |
|
|
Bls: PenciptaanNur++Mbak Kuthuk |