Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam

View: New views
20 Messages — Rating Filter:   Alert me  
< Prev | 1 - 2 - 3 | Next >

Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam

by mang dipo :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat.

Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah

Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung.

Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim."

Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan."
Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian:

Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.

Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
Wa min Allah at Tawfiq .
(Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)


     

Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam

by benediktus_sudjanto :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Mang Dipo,

Lha ya itu, kok ada bagian Grandeur Delusion, tapi ada bagian "make
sense" dan "doesn't make sense". Lha si pena yang baru diciptakan
sudah bisa tahu dan komentar, betul?
Saya pribadi tidak "sreg" dengan perumpamaan demikian.
Inexplainable and lead to confusion on average people.

Nuwun,
sudjanto

--- In Spiritual-Indonesia@..., mang dipo <dipo1601@...>
wrote:
>
> Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan
menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang
tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan
Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah
jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu
menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur
itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya
untuk istirahat.
>
> Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh
al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak
Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada
matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau
malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian
Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan.
Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama
Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian
ketiga Arsy.
>
> Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh
(kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak
antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian
memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa
yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah,
Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama
yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang
Suci,Ya Allah
>
> Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini
adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan
lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan
karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T.
telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena
takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar
menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya
tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai
tanda dari rahasia ilahiah yang agung.
>
> Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi
Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang
cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang
diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk
menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena.
Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi
sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya
mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini :
Bismillah al-Rahman al-Rahim."
>
> Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap
untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia
menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis
kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700
tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang
Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat
sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan
Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan
kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun
pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku
hapuskan."
> Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi
menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat
Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah
ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana
Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat
(makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi
empat bagian:
>
> Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku
membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api.
Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian
pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari
bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya
dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang
adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku
membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.
>
> Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan
dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang
tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat
dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran,
dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran,
lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an,
Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan
lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia
dipenuhi dengan rahman.
>
> Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi
dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya
dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah
dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi
diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama
Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
> Wa min Allah at Tawfiq .
> (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga
silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)
>



Parent Message unknown Re: Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam

by mang dipo :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Mas Bens,
Itulah kenyataan yang ada di-alam ini.
Itu salah satu bukti bahwa Roh Kudus = Nur Muhammad + Nur Insan turunnya secara bertahap kedalam diri agar tidak semaput!, betul?
Nuwun, dipo



----- Original Message ----
From: benediktus_sudjanto <b_sdjnto@...>
To: Spiritual-Indonesia@...
Sent: Sunday, July 6, 2008 5:01:58 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam


Mang Dipo,

Lha ya itu, kok ada bagian Grandeur Delusion, tapi ada bagian "make
sense" dan "doesn't make sense". Lha si pena yang baru diciptakan
sudah bisa tahu dan komentar, betul?
Saya pribadi tidak "sreg" dengan perumpamaan demikian.
Inexplainable and lead to confusion on average people.

Nuwun,
sudjanto

--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, mang dipo <dipo1601@.. .>
wrote:
>
> Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan
menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang
tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan
Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah
jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu
menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur
itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya
untuk istirahat.
>
> Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh
al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak
Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada
matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau
malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian
Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan.
Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama
Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian
ketiga Arsy.
>
> Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh
(kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak
antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian
memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa
yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah,
Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama
yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang
Suci,Ya Allah
>
> Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini
adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan
lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan
karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T.
telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena
takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar
menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya
tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai
tanda dari rahasia ilahiah yang agung.
>
> Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi
Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang
cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang
diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk
menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena.
Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi
sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya
mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini :
Bismillah al-Rahman al-Rahim."
>
> Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap
untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia
menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis
kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700
tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang
Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat
sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan
Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan
kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun
pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku
hapuskan."
> Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi
menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat
Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah
ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana
Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat
(makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi
empat bagian:
>
> Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku
membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api.
Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian
pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari
bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya
dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang
adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku
membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.
>
> Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan
dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang
tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat
dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran,
dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran,
lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati- an,
Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan
lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia
dipenuhi dengan rahman.
>
> Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi
dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya
dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah
dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi
diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama
Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
> Wa min Allah at Tawfiq .
> (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga
silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)
>

 


     

Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam

by benediktus_sudjanto :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Mang Dipo,

Lha ya itu, bukan demikian, betul?

Hemat saya, roh-2 tak punya judul dan riwayat, ya begitu saja terjadi
(tak ada asal mulanya) karena yang menciptakan juga tak ada asal
mulanya. Coba tanyakan sendiri: Kapan Tuhan diciptakan? dan Kalau tak
ada Tuhan, lalu ada apa ya?

Yang membedakan kualitas roh adalah pengalamannya dan perannya, tiap
roh sudah mengerti tapi belum tahu, nah untuk tahu itu maka diberikan
sarana untuk mengalami, supaya tahu, betul?
Memberi judul roh dengan ada kaitan dengan nama orang yang reputasinya
tak jelas, tentu berlebihan.

Sang Suara ditanya Musa, lalu dijawab I AM THAT I AM, sama seperti
Aku. Sebutan lain adalah predikat sementara, situasional dalam lingkup
 sarana kerja di bumi.

Nuwun,
sudjanto


--- In Spiritual-Indonesia@..., mang dipo <dipo1601@...>
wrote:
>
> Mas Bens,
> Itulah kenyataan yang ada di-alam ini.
> Itu salah satu bukti bahwa Roh Kudus = Nur Muhammad + Nur Insan
turunnya secara bertahap kedalam diri agar tidak semaput!, betul?
> Nuwun, dipo
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: benediktus_sudjanto <b_sdjnto@...>
> To: Spiritual-Indonesia@...
> Sent: Sunday, July 6, 2008 5:01:58 PM
> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu
Alayhi Wasalam

>
>
> Mang Dipo,
>
> Lha ya itu, kok ada bagian Grandeur Delusion, tapi ada bagian "make
> sense" dan "doesn't make sense". Lha si pena yang baru diciptakan
> sudah bisa tahu dan komentar, betul?
> Saya pribadi tidak "sreg" dengan perumpamaan demikian.
> Inexplainable and lead to confusion on average people.
>
> Nuwun,
> sudjanto
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, mang dipo <dipo1601@ .>
> wrote:
> >
> > Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan
> menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang
> tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan
> Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah
> jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu
> menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur
> itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya
> untuk istirahat.
> >
> > Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh
> al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak
> Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada
> matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau
> malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian
> Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan.
> Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama
> Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian
> ketiga Arsy.
> >
> > Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh
> (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak
> antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian
> memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa
> yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah,
> Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama
> yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang
> Suci,Ya Allah
> >
> > Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini
> adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan
> lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan
> karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T.
> telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena
> takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar
> menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya
> tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai
> tanda dari rahasia ilahiah yang agung.
> >
> > Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi
> Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang
> cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang
> diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk
> menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena.
> Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi
> sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya
> mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini :
> Bismillah al-Rahman al-Rahim."
> >
> > Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap
> untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia
> menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis
> kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700
> tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang
> Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat
> sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan
> Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan
> kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun
> pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku
> hapuskan."
> > Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi
> menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat
> Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah
> ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana
> Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat
> (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi
> empat bagian:
> >
> > Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku
> membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api.
> Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian
> pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari
> bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya
> dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang
> adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku
> membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.
> >
> > Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan
> dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang
> tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat
> dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran,
> dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran,
> lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati- an,
> Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan
> lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia
> dipenuhi dengan rahman.
> >
> > Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi
> dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya
> dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah
> dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi
> diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama
> Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
> > Wa min Allah at Tawfiq .
> > (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga
> silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)
> >
>



Parent Message unknown Re: Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam

by mang dipo :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Mas Bens,
Jawaban saya sudah ada dijudul - sang Sutradara, yang sudah saya kirim barusan, betul?
Nuwun, dipo



----- Original Message ----
From: benediktus_sudjanto <b_sdjnto@...>
To: Spiritual-Indonesia@...
Sent: Sunday, July 6, 2008 6:26:26 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu Alayhi Wasalam


Mang Dipo,

Lha ya itu, bukan demikian, betul?

Hemat saya, roh-2 tak punya judul dan riwayat, ya begitu saja terjadi
(tak ada asal mulanya) karena yang menciptakan juga tak ada asal
mulanya. Coba tanyakan sendiri: Kapan Tuhan diciptakan? dan Kalau tak
ada Tuhan, lalu ada apa ya?

Yang membedakan kualitas roh adalah pengalamannya dan perannya, tiap
roh sudah mengerti tapi belum tahu, nah untuk tahu itu maka diberikan
sarana untuk mengalami, supaya tahu, betul?
Memberi judul roh dengan ada kaitan dengan nama orang yang reputasinya
tak jelas, tentu berlebihan.

Sang Suara ditanya Musa, lalu dijawab I AM THAT I AM, sama seperti
Aku. Sebutan lain adalah predikat sementara, situasional dalam lingkup
sarana kerja di bumi.

Nuwun,
sudjanto

--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, mang dipo <dipo1601@.. .>
wrote:
>
> Mas Bens,
> Itulah kenyataan yang ada di-alam ini.
> Itu salah satu bukti bahwa Roh Kudus = Nur Muhammad + Nur Insan
turunnya secara bertahap kedalam diri agar tidak semaput!, betul?
> Nuwun, dipo
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: benediktus_sudjanto <b_sdjnto@.. .>
> To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
> Sent: Sunday, July 6, 2008 5:01:58 PM
> Subject: [Spiritual-Indonesi a] Re: Penciptaan Nur Muhammad Salallahu
Alayhi Wasalam

>
>
> Mang Dipo,
>
> Lha ya itu, kok ada bagian Grandeur Delusion, tapi ada bagian "make
> sense" dan "doesn't make sense". Lha si pena yang baru diciptakan
> sudah bisa tahu dan komentar, betul?
> Saya pribadi tidak "sreg" dengan perumpamaan demikian.
> Inexplainable and lead to confusion on average people.
>
> Nuwun,
> sudjanto
>
> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, mang dipo <dipo1601@ .>
> wrote:
> >
> > Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan
> menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang
> tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan
> Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah
> jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu
> menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur
> itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya
> untuk istirahat.
> >
> > Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh
> al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak
> Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada
> matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau
> malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian
> Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan.
> Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama
> Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian
> ketiga Arsy.
> >
> > Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh
> (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak
> antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian
> memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa
> yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah,
> Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama
> yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang
> Suci,Ya Allah
> >
> > Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini
> adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan
> lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan
> karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T.
> telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena
> takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar
> menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya
> tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai
> tanda dari rahasia ilahiah yang agung.
> >
> > Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi
> Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang
> cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang
> diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk
> menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena.
> Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi
> sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya
> mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini :
> Bismillah al-Rahman al-Rahim."
> >
> > Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap
> untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia
> menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis
> kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700
> tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang
> Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat
> sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan
> Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan
> kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun
> pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku
> hapuskan."
> > Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi
> menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat
> Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah
> ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana
> Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat
> (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi
> empat bagian:
> >
> > Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku
> membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api.
> Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian
> pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari
> bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya
> dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang
> adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku
> membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.
> >
> > Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan
> dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang
> tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat
> dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran,
> dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran,
> lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati- an,
> Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan
> lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia
> dipenuhi dengan rahman.
> >
> > Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi
> dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya
> dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah
> dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi
> diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama
> Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
> > Wa min Allah at Tawfiq .
> > (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga
> silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)
> >
>

 


     

Balasan: Penciptaan Nur Muhammad Saw.....Mang Dipo + Mas Djanto

by Kul Kuthuk :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Ck..ck..ck...ngapunten jika Bocah Bau Kencur ini mo ikutan nimbrung rembugkan babakan Nur Muhammad.

Sebuah kisah yang cukup memberikan pencerahan buat saya, walau sebenarnya tersampaikan dengan bahasa yang buat saya pribadi sering GARUK-GARUK kepala dibuatnya, he..he.. banyak Tumonya ( kutunya ) kali ndhas Gundhul ini.
Terima kasih mang Dipo artikelnya, namun ijinkan saya anak bau kencur juga pingin memberikan pendapat dari sisi yang lain berdasarkan kapasitas akal pikiran bocah ndeso tamatan SMA doang yang jauh dari hiruk-pikuk kemegahan hiburan duniawi. He..he..gimana gak ndeso wong lokasinya saja di ereng-ereng Gunung kok.
                              " MENJADI NUR... KEMBALI KEPADA PEMILIK NUR...
 KEMBALI KEPADA RAHASIA ( SIRULLAH ) "

 Sebab didalam kebathinan / dirimu masih adanya 2 pilihan ( pilihan baik dan buruk ) sehingga kita kabur menentukan apakah itu langsung dari Allah atau bukan, karena masih adanya didalam hatimu selain Allah .
 Apabila kita berpandangan hanya Allah semata saja yang ada tanpa ada yang lainya selain Allah, memang seharusnya beginilah pandangan hati kita, maka hati kita akan dipenuhi Allah dengan kehendak-Nya semata-mata, sehingga pilihan kita tiada ada 2 lagi dan menjadi 1 pilihan ( dan pada hakikatnya 1 pilihan bukanlah pilihan karena tiada lawanya lagi ).

         
 
NUR MUHAMMAD ITU hanyalah...SANDIWARA ALLAH.
Yang saling berhadapan di alam semesta ini pada hakikatnya adalah : SIFAT ALLAH LAWAN SIFAT ALLAH atau NUR MUHAMMAD LAWAN NUR WANTAH.
 Yang berkecamuk di alam semesta raya ini pada hakikatnya adalah nur Allah atau sifat Allah lawan sifat Allah.
Kami ( nur ) berasal dari firman Allah ( sir ), Laa = Jadilah BULU DAN KULIT, Ilaaha = Jadilah URAT DAN TULANG, Illa = Jadilah DARAH DAN DAGING, Allah = Jadilah OTAK DAN SUM-SUM.
 Zat-Nya melebur mejadi BULU, KULIT, URAT, TULANG, DARAH, DAGING, OTAK DAN SUM-SUM ( Rahasia-Nya mengalir keseluruh  ZARRATUL WUJUD kita ).
Ke-AKU-an manusia tiada lagi dan menjadi AKU-Nya ( Allah )
 Berwujudlah hanya AKU ( Allah ) yang ada. Dari TIADA menjadi ADA kembali TIADA LAGI.
                              Sabda Nabi :
  Bila sudah menjelang sakratul maut tinggalkanlah aku (Muhammad) kecuali yang ada hanya Allah.
 Maksud dalam hakikat :
 Bila kita dalam tahap mengenal diri/mengenal Allah berarti kita sudah dalam sakratul maut, bila sudah fana (mati) berarti kita sudah mati dalam artian hakikat dan semata-mata yang ada hanya Allah ( Dzat Wajibul Wujud ), tiada lagi Nur Muhammad ( diri kita/Ingsun Sejati ).
Cahaya (nur) memiliki rahasia pada iradat, kudrat, ilmu, hayat, kalam, sama’ dan bashar.
 

Sumonggo dipun tambahi mas Djanto kaliyan mang Dipo sumugi KOMPLIT...

Salam bocah bau Kencur

Ki Tunggul Kesit
dari Lereng Gng. Kawi


mang dipo <dipo1601@...> wrote:                            
Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat.

Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah

Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih  Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung.

Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya  mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim."

Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan."
 Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian:

Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.

Ruh yang  cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
 
 Wa min Allah at Tawfiq .
 
 (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)
 


       
     
                                       

       
---------------------------------
  Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  
 Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br>Cepat sebelum diambil orang lain!

Re: Balasan: Penciptaan Nur Muhammad Saw.....Kul Khutuk

by benediktus_sudjanto :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Ki Tunggul Kesit (Kul Kuthuk),

Lha ya itu, benar Ki Tunggul Kesit, betul?

Bahasa populernya, mati sajroning urip - urip sajroning mati.
Mati di dalam kehidupan - Hidup di dalam kematian.
Dualisme diciptakan sehingga memungkinkan adanya free will (kehendak
bebas).
Hidup dan mati adalah sifat dualisme utama.
Hidup yang abadi, dibayang-bayangi dengan kematian yang absurd tapi nyata.
Mati (mati) - masrahke nang ati - pasrahkan ke hati nurani
Urip (hidup) - ujude rupa iku ana pangrasa - bentuknya adalah
rasa/perasaan

Dualisme hidup-mati hanya bisa dikenal sekaligus disirnakan untuk
kembali keharibaan sang pencipta hanya dengan rasa (melalui rasa,
tidak di kenal lagi hidup dan mati - bukan hidup dan mati seperti yang
kita kenal melalui pengertian melalui badan/jasad ini - tetapi samadhi
saja alias sama-2 adhi)

Perumpamaan anak hilang dalam alkitab menjelaskan suasana rasa, dan
pemahaman bahwa hubungan khalik dan insan itu mirip dengan hubungan
bapa dan anak dalam dunia nyata. Sebaik-baiknya bapa di dunia nyata,
lebih baik sang Bapa di dunia lebih nyata (di surga).

Sang Bapa (Tuhan, Allah, YME dll) bereksperimen dengan Lucifer
(malaekat tertampan dan paling terang) menjadi pangeran kegelapan dan
Michael (malaekat yang ketampanan dan terangnya di bawah Lucifer)
menjadi pangeran terang, sehingga hakekat roh percikan Illahi - roh
insani diberikan apa yang dinamakan free will (kehendak bebas) karena
dengan dualisme maka eksperimen free will menjadi mungkin.

Pangeran gelap menjadi lower-self/selves (badan, bumi, dan seluruh
bentuk fisik alam dan mahluk hidup dan yg pernah hidup dan akan hidup
di dunia fisik ini), sang Ibu penyedia sarana kehidupan, sarana ujian,
sarana main-2. Disinilah kita hidup di dalam mati, tetapi justru di
dalam mati kita (anasir-2/kebhinekaan Esa Tuhan) dapat lebih hidup
atau berkembang, beginilah yang dinamakan tak terbatas.

The Self - roh insani - unit percikan sabda/sinar YME dan
Higher-self/selves - kelengkapan diri yang lebih tinggi dalam tataran
roh, yang menjadi penerang gelap, kelengkapan petunjuk
eksperimen/permainan Ilahi melalui insani.

Yah begitulah, demikian.

Salam,
sudjanto





--- In Spiritual-Indonesia@..., Kul Kuthuk
<kulkuthuk_kadhalkesit@...> wrote:
>
> Ck..ck..ck...ngapunten jika Bocah Bau Kencur ini mo ikutan nimbrung
rembugkan babakan Nur Muhammad.
>
> Sebuah kisah yang cukup memberikan pencerahan buat saya, walau
sebenarnya tersampaikan dengan bahasa yang buat saya pribadi sering
GARUK-GARUK kepala dibuatnya, he..he.. banyak Tumonya ( kutunya ) kali
ndhas Gundhul ini.
> Terima kasih mang Dipo artikelnya, namun ijinkan saya anak bau
kencur juga pingin memberikan pendapat dari sisi yang lain berdasarkan
kapasitas akal pikiran bocah ndeso tamatan SMA doang yang jauh dari
hiruk-pikuk kemegahan hiburan duniawi. He..he..gimana gak ndeso wong
lokasinya saja di ereng-ereng Gunung kok.
>                               " MENJADI NUR... KEMBALI KEPADA
PEMILIK NUR...
>  KEMBALI KEPADA RAHASIA ( SIRULLAH ) "
>
>  Sebab didalam kebathinan / dirimu masih adanya 2 pilihan ( pilihan
baik dan buruk ) sehingga kita kabur menentukan apakah itu langsung
dari Allah atau bukan, karena masih adanya didalam hatimu selain Allah .
>  Apabila kita berpandangan hanya Allah semata saja yang ada tanpa
ada yang lainya selain Allah, memang seharusnya beginilah pandangan
hati kita, maka hati kita akan dipenuhi Allah dengan kehendak-Nya
semata-mata, sehingga pilihan kita tiada ada 2 lagi dan menjadi 1
pilihan ( dan pada hakikatnya 1 pilihan bukanlah pilihan karena tiada
lawanya lagi ).
>
>          
>  
> NUR MUHAMMAD ITU hanyalah...SANDIWARA ALLAH.
> Yang saling berhadapan di alam semesta ini pada hakikatnya adalah :
SIFAT ALLAH LAWAN SIFAT ALLAH atau NUR MUHAMMAD LAWAN NUR WANTAH.
>  Yang berkecamuk di alam semesta raya ini pada hakikatnya adalah nur
Allah atau sifat Allah lawan sifat Allah.
> Kami ( nur ) berasal dari firman Allah ( sir ), Laa = Jadilah BULU
DAN KULIT, Ilaaha = Jadilah URAT DAN TULANG, Illa = Jadilah DARAH DAN
DAGING, Allah = Jadilah OTAK DAN SUM-SUM.
>  Zat-Nya melebur mejadi BULU, KULIT, URAT, TULANG, DARAH, DAGING,
OTAK DAN SUM-SUM ( Rahasia-Nya mengalir keseluruh  ZARRATUL WUJUD kita ).
> Ke-AKU-an manusia tiada lagi dan menjadi AKU-Nya ( Allah )
>  Berwujudlah hanya AKU ( Allah ) yang ada. Dari TIADA menjadi ADA
kembali TIADA LAGI.
>                               Sabda Nabi :
>   Bila sudah menjelang sakratul maut tinggalkanlah aku (Muhammad)
kecuali yang ada hanya Allah.
>  Maksud dalam hakikat :
>  Bila kita dalam tahap mengenal diri/mengenal Allah berarti kita
sudah dalam sakratul maut, bila sudah fana (mati) berarti kita sudah
mati dalam artian hakikat dan semata-mata yang ada hanya Allah ( Dzat
Wajibul Wujud ), tiada lagi Nur Muhammad ( diri kita/Ingsun Sejati ).
> Cahaya (nur) memiliki rahasia pada iradat, kudrat, ilmu, hayat,
kalam, sama’ dan bashar.

>  
>
> Sumonggo dipun tambahi mas Djanto kaliyan mang Dipo sumugi KOMPLIT...
>
> Salam bocah bau Kencur
>
> Ki Tunggul Kesit
> dari Lereng Gng. Kawi
>
>
> mang dipo <dipo1601@...> wrote:                            
> Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan
menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang
tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan
Allah Ta’Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah
jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu
menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur
itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya
untuk istirahat.
>
> Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir â€" tidak Llawh
al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak
Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada
matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau
malaikatâ€" belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.
Kemudian Allah â€" Subhan Allah â€" dengan iradat Nya menghendaki
adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian.
Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh
al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy.
>
> Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh
(kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak
antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian
memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa
yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah,
Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama
yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang
Suci,Ya Allah
>
> Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini
adalah nama Kekasih  Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan
lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan
karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T.
telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena
takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar
menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya
tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai
tanda dari rahasia ilahiah yang agung.
>
> Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi
Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang
cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang
diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk
menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena.
Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi
sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya
 mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini :
Bismillah al-Rahman al-Rahim."
>
> Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap
untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia
menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis
kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700
tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang
Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat
sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan
Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan
kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun
pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku
hapuskan."
>  Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi
lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat
Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah
ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana
Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat
(makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi
empat bagian:
>
> Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku
membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api.
Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian
pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari
bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya
dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang
adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku
membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.
>
> Ruh yang  cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan
dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang
tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat
dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran,
dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran,
lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an,
Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan
lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia
dipenuhi dengan rahman.
>
> Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi
dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya
dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah
dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi
diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama
Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
>  
>  Wa min Allah at Tawfiq .
>  
>  (Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga
silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)

>  
>
>
>        
>      
>                                        
>
>        
> ---------------------------------
>   Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  
>  Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. br>Cepat sebelum diambil orang lain!
>



Parent Message unknown Re: Balasan: Penciptaan Nur Muhammad Saw.....Mang Dipo + Mas Djanto

by mang dipo :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

Hehehe..
Mas Kul, makasih atas timbrungannya sampeyan.
Dengan begitu biarpun sampeyan masih bau cencur, tapi dalam hal spritual kiranya saya masih harus belajar sama mas yang masih bau kencur, Betul?
Monggo diperluas lagi bagaimana tentang Nafs dan lain-lainnya, saya suka dengan khasanah ilmu dari leluhur yang oleh sementara gol masih dianggap sepele, karena berbeda pangdangan dan sudah terkontaminasi dengan agama dari luar.
Padahal kita mungkin sudah membahas dengan menurut agama mereka dan kitab mereka, namun masih belum mudheng juga, betul?
Silahkan dilanjut...., betull?
Nuwun, dipo



----- Original Message ----
From: Kul Kuthuk <kulkuthuk_kadhalkesit@...>
To: Spiritual-Indonesia@...
Sent: Monday, July 7, 2008 1:27:19 AM
Subject: Balasan: [Spiritual-Indonesia] Penciptaan Nur Muhammad Saw.....Mang Dipo + Mas Djanto


Ck..ck..ck.. .ngapunten jika Bocah Bau Kencur ini mo ikutan nimbrung rembugkan babakan Nur Muhammad.

Sebuah kisah yang cukup memberikan pencerahan buat saya, walau sebenarnya tersampaikan dengan bahasa yang buat saya pribadi sering GARUK-GARUK kepala dibuatnya, he..he.. banyak Tumonya ( kutunya ) kali ndhas Gundhul ini.
Terima kasih mang Dipo artikelnya, namun ijinkan saya anak bau kencur juga pingin memberikan pendapat dari sisi yang lain berdasarkan kapasitas akal pikiran bocah ndeso tamatan SMA doang yang jauh dari hiruk-pikuk kemegahan hiburan duniawi. He..he..gimana gak ndeso wong lokasinya saja di ereng-ereng Gunung kok.

" MENJADI NUR... KEMBALI KEPADA PEMILIK NUR...
KEMBALI KEPADA RAHASIA ( SIRULLAH ) "

Sebab didalam kebathinan / dirimu masih adanya 2 pilihan ( pilihan baik dan buruk ) sehingga kita kabur menentukan apakah itu langsung dari Allah atau bukan, karena masih adanya didalam hatimu selain Allah .
Apabila kita berpandangan hanya Allah semata saja yang ada tanpa ada yang lainya selain Allah, memang seharusnya beginilah pandangan hati kita, maka hati kita akan dipenuhi Allah dengan kehendak-Nya semata-mata, sehingga pilihan kita tiada ada 2 lagi dan menjadi 1 pilihan ( dan pada hakikatnya 1 pilihan bukanlah pilihan karena tiada lawanya lagi ).
NUR MUHAMMAD ITU hanyalah...SANDIWAR A ALLAH.
Yang saling berhadapan di alam semesta ini pada hakikatnya adalah : SIFAT ALLAH LAWAN SIFAT ALLAH atau NUR MUHAMMAD LAWAN NUR WANTAH.
Yang berkecamuk di alam semesta raya ini pada hakikatnya adalah nur Allah atau sifat Allah lawan sifat Allah.
Kami ( nur ) berasal dari firman Allah ( sir ), Laa = Jadilah BULU DAN KULIT, Ilaaha = Jadilah URAT DAN TULANG, Illa = Jadilah DARAH DAN DAGING, Allah = Jadilah OTAK DAN SUM-SUM.
Zat-Nya melebur mejadi BULU, KULIT, URAT, TULANG, DARAH, DAGING, OTAK DAN SUM-SUM ( Rahasia-Nya mengalir keseluruh  ZARRATUL WUJUD kita ).
Ke-AKU-an manusia tiada lagi dan menjadi AKU-Nya ( Allah )
Berwujudlah hanya AKU ( Allah ) yang ada. Dari TIADA menjadi ADA kembali TIADA LAGI.

Sabda Nabi :
Bila sudah menjelang sakratul maut tinggalkanlah aku (Muhammad) kecuali yang ada hanya Allah.
Maksud dalam hakikat :
Bila kita dalam tahap mengenal diri/mengenal Allah berarti kita sudah dalam sakratul maut, bila sudah fana (mati) berarti kita sudah mati dalam artian hakikat dan semata-mata yang ada hanya Allah ( Dzat Wajibul Wujud ), tiada lagi Nur Muhammad ( diri kita/Ingsun Sejati ).Cahaya (nur) memiliki rahasia pada iradat, kudrat, ilmu, hayat, kalam, sama’ dan bashar.
Sumonggo dipun tambahi mas Djanto kaliyan mang Dipo sumugi KOMPLIT...

Salam bocah bau Kencur

Ki Tunggul Kesit
dari Lereng Gng. Kawi


mang dipo <dipo1601@yahoo. com> wrote:
Suatu hari Sayidina Ali ra, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad saw, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban Beliau saw yang indah : Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari NurNYA nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat.

Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir – tidak Llawh al-Mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat– belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Kemudian Allah – Subhan Allah – dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh (kitab Ibu) dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berkata, "Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah." Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci,Ya Allah

Allah kemudian berkata, "Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung.

Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/ meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita. Kemudian Allah memerintah kan Pena untuk menulis. "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !" Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Barkata Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim."

Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh) , dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad. Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan."
Sekarang (selanjutnya) , bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-`Arsh); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, `Arsh); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya; dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian:

Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api. Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w.

Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan. Kepala nya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati, Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah), Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati- an, Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
 
Wa min Allah at Tawfiq .
 
(Bagi yang percaya silahkan dan bagi yang tidak percaya juga silahkan. Ini juga bagian dari kata-katanya zuga, betul?)
 


________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!


     

PenciptaanNur++Mbak Kuthuk

by semar samiaji :: Rate this Message:

Reply to Author | View Threaded | Show Only this Message

salam kenal Mbah Kuthuk...
 
abdi semar samiaji, asal gunung salak bogor....hapunten..hapunten...minta masukan dari Mbah....apa yang Mbah sampaikan di bawah ini...pengalaman langsung pribadi atau cerita dari pihak lain?
 
Kalau pengalaman pribadi, bagai mana Mbah bisa "yakin" kalau apa yang dinamakan Nur Muhammad sandiwara Tuhan dan berbagai sifat Nur memiliki sifat rahasia sebagai mana yang Mbah sampaikan?
 
hatur nuhun Mbah,
ss


--- On Sun, 7/6/08, Kul Kuthuk <kulkuthuk_kadhalkesit@...> wrote:






Ck..ck..ck.. .ngapunten jika Bocah Bau Kencur ini mo ikutan nimbrung rembugkan babakan Nur Muhammad.

Sebuah kisah yang cukup memberikan pencerahan buat saya, walau sebenarnya tersampaikan dengan bahasa yang buat saya pribadi sering GARUK-GARUK kepala dibuatnya, he..he.. banyak Tumonya ( kutunya ) kali ndhas Gundhul ini.
Terima kasih mang Dipo artikelnya, namun ijinkan saya anak bau kencur juga pingin memberikan pendapat dari sisi yang lain berdasarkan kapasitas akal pikiran bocah ndeso tamatan SMA doang yang jauh dari hiruk-pikuk kemegahan hiburan duniawi. He..he..gimana gak ndeso wong lokasinya saja di ereng-ereng Gunung kok.



" MENJADI NUR... KEMBALI KEPADA PEMILIK NUR...
KEMBALI KEPADA RAHASIA ( SIRULLAH ) "

Sebab didalam kebathinan / dirimu masih adanya 2 pilihan ( pilihan baik dan buruk ) sehingga kita kabur menentukan apakah itu langsung dari Allah atau bukan, karena masih adanya didalam hatimu selain Allah .
Apabila kita berpandangan hanya Allah semata saja yang ada tanpa ada yang lainya selain Allah, memang seharusnya beginilah pandangan hati kita, maka hati kita akan dipenuhi Allah dengan kehendak-Nya semata-mata, sehingga pilihan kita tiada ada 2 lagi dan menjadi 1 pilihan ( dan pada hakikatnya 1 pilihan bukanlah pilihan karena tiada lawanya lagi ).
NUR MUHAMMAD ITU hanyalah...SANDIWAR A ALLAH.
Yang saling berhadapan di alam semesta ini pada hakikatnya adalah : SIFAT ALLAH LAWAN SIFAT ALLAH atau NUR MUHAMMAD LAWAN NUR WANTAH.
Yang berkecamuk di alam semesta raya ini pada hakikatnya adalah nur Allah atau sifat Allah lawan sifat Allah.
Kami ( nur ) berasal dari firman Allah ( sir ), Laa = Jadilah BULU DAN KULIT, Ilaaha = Jadilah URAT DAN TULANG, Illa = Jadilah DARAH DAN DAGING, Allah = Jadilah OTAK DAN SUM-SUM.
Zat-Nya melebur mejadi BULU, KULIT, URAT, TULANG, DARAH, DAGING, OTAK DAN SUM-SUM ( Rahasia-Nya mengalir keseluruh  ZARRATUL WUJUD kita ).
Ke-AKU-an manusia tiada lagi dan menjadi AKU-Nya ( Allah )
Berwujudlah hanya AKU ( Allah ) yang ada. Dari TIADA menjadi ADA kembali TIADA LAGI.



Sabda Nabi :
Bila sudah menjelang sakratul maut tinggalkanlah aku (Muhammad) kecuali yang ada hanya Allah.
Maksud dalam hakikat :
Bila kita dalam tahap mengenal diri/mengenal Allah berarti kita sudah dalam sakratul maut, bila sudah fana (mati) berarti kita sudah mati dalam artian hakikat dan semata-mata yang ada hanya Allah ( Dzat Wajibul Wujud ), tiada lagi Nur Muhammad ( diri kita/Ingsun Sejati ).Cahaya (nur) memiliki rahasia pada iradat, kudrat, ilmu, hayat, kalam, sama’ dan bashar.
Sumonggo dipun tambahi mas Djanto kaliyan mang Dipo sumugi KOMPLIT...

Salam bocah bau Kencur

Ki Tunggul Kesit
dari Lereng Gng. Kawi






Recent Activity


 42
New Members

 2
New Photos

 1
New LinksVisit Your Group


Cat Groups
on Yahoo! Groups
Share pictures &
stories about cats.

New business?
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.

Moderator Central
Get answers to
your questions about
running Y! Groups.
.
 














     

Bls: PenciptaanNur++Mbak Kuthuk