|
View:
New views
17 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
|
|
Kenali Allah Apa yang anda ketahui mengenai Allah Subhanahu wata¡¦ala?Seberapa
jauh kita mengenal Allah Subhanahu wata¡¦ala? Allah lah Zat yang jadi pusat darisegala ibadah kita, pusat dari Islam dan Isu sentral dari Al Qur¡¦an. Adalah hal yang naif bilakita beribadah kepada Allah, tetapi kita tidak mengenal, tidak tahu dan tidak dekat denganAllah yang kita sembah. ¡¨Tak kenal maka tak sayang¡¨.Berikut dialog antara seorang guru yang tidak percaya adanya Tuhan dengan anak- anakmuridnya di sebuah sekolah dasar (mudah-mudahan bukan SD di Indonesia)¡¨Anak-anak apakah kalian melihat saya berdiri di depan kalian?¡¨ Sang Guru bertanya.Anak-anak muridnya serentak menjawab, ¡¨ya¡¨.¡¨Baik, itu berarti saya ada.¡¨ kata sang guru.¡¨Apakah kalian melihat papan tulis itu?¡¨ tanyanya lebih lanjut.¡¨Ya¡¨ ....¡¨berarti meja itu benar-benar ada¡¨¡¨Nah, apakah kalian melihat Tuhan?¡¨¡¨Tidak¡¨ jawab para murid.¡¨Berarti, Tuhan itu tidak ada.¡¨ Guru tersebut menjawab dengan cepat dan yakin.sejenak kelas hening, sampai ada seorang murid cerdas yang bertanya ¡¨Apakah kalian melihatakal guru kita?¡¨Serentak mereka menjawab ¡¨Tidak¡¨¡¨Berarti, Guru kita tidak ada akalnya¡¨ seru anak cerdas itu.(dikutip dari buku ¡¨Allah Subhanahu wata¡¦ala¡¨, Said Hawwa) Apa moral dari cerita ini yang dapat kita ambil?Kadang kita mengandalkan segala sesuatu kepada panca indera kita dan akal kita. Tahukahanda betapa terbatasnya panca indera kita? Bahkan kadang anca indera kita lebih lemahdibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah di bumi ini. Penciuman kita pasti kalahdengan anjing atau beruang, pendengaran kita kalah jauh dengan rusa dan seterusnya denganindera-indera lainnya. kelebihan kita seharusnya terletak pada akal kita. Tetapi sayangnya akalkita pun hanya terbatas pada alam yang bisa diraba/dirasa oleh panca indera kita (AbdurrahmanHabanakah, Pokok-pokok Akidah Islam). Karena panca indera kita hanya mampu berinteraksidengan dunia, maka ¡¨hanya sebatas dunia¡¨ saja yang mampu dieksplorasi oleh akal kita. Hal-hal di luar alam dunia, tak tersentuh sedikitpun oleh akal. Semisal mengenai ¡¨Roh¡¨, nyaris takakan ada penemuan yang berarti mengenai alam roh yang memang ghoib bagi manusia. Kita tahu manusia hidup karena adanya roh, tapi roh tak pernah tertangkap oleh panca indera kita.Otomatis otak kita tak berfungsi untuk mengeksploitasi alam roh tersebut.¡¨Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, ¡¨Roh itu termasuk urusan Tuhankudan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit¡¨ (Qs al Israa:85)¡¨Katakanlah, ¡¨Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoibselain Allah...¡¨ (QS an Naml:65).Jadi bagaimana dong, cara mengenal Allah? Yang pertama harus ditanamkan adalah bahwa upaya untuk mengenal Allah harus kita lakukansecara sengaja, dan dengan hasrat yang membara. Bayangkan, kita akan mencari tahu Zat yangmenguasai semua yang ada di jagad raya ini. Ustadz Said Hawwa menyatakan bahwa, carapaling mudah mengenal Allah adalah dengan mengamati tanda-tanda keberadaannya melaluiayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam Al Qur¡¦an ataupun tanda-tanda yang ada di bumi danlangit (termasuk tanda-tandanya yang terdapat dalam diri kita sendiri).Mengapa harus seperti ini? Allah telah berfirman,¡¨Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata....¡¨ (QS al An¡¦am:103)¡¨....Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia....¡¨(QS asy Syura:11)Allah telah menjelaskan, indera kita tidak akan dapat langsung berinteraksi dengan Allah.Jangankan melihat Zat Allah, melihat matahari saja kita tidak mampu. Padahal matahari hanyabagian yang sangat kecil dibanding ciptaan Allah di alam semesta ini. Indera kita tidak dapatmembayangkan rupa Allah seperti apa? Dia lah Zat yang Maha Suci dari segala rekayasa danbentuk khayalan manusia.Jadi kembali, mari kita kenal Allah melalui tanda-tanda yang ada di bumi dan langit. Allahberfirman:¡¨Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang yakin danjuga pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?¡¨ (adz Dzaariyaat:20-21)¡¨Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulit mu. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui¡¨(QS ar Ruum:22)Bukankah sudah jelas dari dua sampel ayat- ayat Al Qur¡¦an di atas. Bagaimana bahasa diantara manusia bisa berbeda-beda? Itu saja sudah merupakan pertanyaanyang sulit untuk dijawab. Apakah bahasa timbul dan tumbuh dengan sendirinya? Atau setiapdaerah ada seorang yang ahli pengarang bahasa untuk daerahnya? Atau...bahasa memang sudahdimasukan satu paket dalam pengetahuan bahasa dalam diri manusia oleh Allah?.Hanya Allah Yang Maha Tahu.Mari kita hitung- hitung. Satu propinsi di pulau Jawa saja, bisa terdapat lebih dari 5 bahasa dandialek yang tidak bisa dibilang sama. Misalnya, Bahasa Sunda. Bahasa Sunda di Bandung tidakbisa dibilang sama persis dengan bahasa Sunda di Bogor atau daerah Banten. Belum lagiCirebon yang punya bahasa sendiri (bahasa sunda bukan tetapi bahasa jawa juga bukan),padahal letak geografis Cirebon hanya terpisah beberapa kilometer dari kuningan yangberbahasa Sunda. Apalagi kalau kita bicara dengan ruang lingkup yang lebih luas, satu negaramisalnya. Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di Indonesia? Belum lagi di benua Asia?Apalagi kalau bicara dengan ruang lingkup dunia?. Berapa banyak ragam bahasa dan dialek diseluruh muka bumi ini? Bukankah itu benar-benar tanda kekuasaan Allah, kalau kita maumemikirkannya. Itu baru bahasa!. Warna kulit manusia yang berbeda-beda, bukankah itu jugatanda-tanda yang jelas. Bahwa ada ¡¨Zat¡¨ yang mengatur semuanya itu, kalau kita maumenggunakan potensi akal dan memang mau memikirkan hal tersebut. Semua jelas dan terangkalau kita mau menggunakan potensi akal kita. Sampai-sampai kalau kita perhatikan banyaksekali redaksional Firman Allah dalam Al Qur¡¦an yang menggugah manusia untukmengoptimalkan akalnya.¡¨Bagi orang-orang yang mengetahui¡¨,¡¨Bagi kaum yang berfikir¡¨,¡¨Bagi kaum yang mengetahui¡¨ dan¡¨Orang-orang yang berakal¡¨.Sehingga, sayang sekali kalau peringatan itu tidak benar-benar kita tindaklanjuti.Sekarang mari kita melihat lagi, apa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam diri kita.Pernahkah kita memikirkan hal-hal semisal di bawah ini?h Makanan yang masuk ke mulut kita, dikunyah oleh gigi dan secara otomatis kelenjarludah mengeluarkan enzim ptialin yang menguraikan karbohidrat. Apakah kita mampumengontrol enzim ptialin tersebut?h Ketika makanan tadi menuju lambung, ia akan dicampur dengan enzim pepsin, renin danHCL. Dan lambung kita dengan pintar mencerna protein dan lemak selama kurang lebih 3-5 jam! Apakah kepintaran lambung kita mencerna, adalah karena perintah dari akal kitasecara sadar?hAtau, apakah kita pernah mengajari organ hati kita untuk melakukan detoksifikasi(memusnahkan racun), menyimpan glikogen dan vitamin A serta membuat enzim-enzim tertentu seperti kolesterol, cairan empedu dll?hAtau, apakah kita yang memerintahkan dan terus memantau kerja paru-paru untuk terusmenghisap udara 24 jam sehari, 7 hari perminggu dan 12 bulan setahun,,,terus menerus?Bisakah kita memungkiri adanya Zat yang mengatur organ tubuh kita? Tidak mungkin tubuhkita bekerja sedemikian pintar dengan sendirinya! Bahkan kalau dipikir-pikir, organ-organ itulebih pintar dari kita? bukankah kita juga organ tubuh! Oh..betapa terbatasnya ilmu kita.Belum lagi, kalau bicara tanda-tanda kekuasaan Allah di luar tubuh kita. Bagaimana denganmakhluk hidup lain? Misalnya Domba & Rusa, keduanya memakan makanan yang sama, yaiturumput. Tetapi output nya berbeda-beda. Domba bisa menghasilkan bulu yang lebat tetapi rusamenghasilkan tanduk yang indah dan keras.Atau ambillah makhluk kecil yang bernama nyamuk, sipenghisap darah. Bukankah ia suatumahkluk ciptaan Allah yang luar biasa. Kecil, rapuh, tetapi bisa terbang dengan lincah, bisamenghisap darah bisa membuat manusia yang besarnya ratusan kali dari tubuhnya menjaditidak berdaya. Dari mana asal-muasalnya nyamuk? Pasti ada Pencipta dan ada yang Mengaturnyamuk-nyamuk itu? Jawabannya bahwa Zat pencipta itu pasti bukan manusia. Dan sejatinya,ternyata nyamuk hanya 1 dari milyaran jenis makhluk hidup yang ada di bumi dan langit ini.¡¨Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecildari itu....¡¨ (QS al Baqarah:26)Coba kalau checklist di atas kita kembangkan ke makhluk hidup lainnya: capung, gajah, buaya,burung elang, cacing, ikan paus, amuba, lintah, benalu, pohon pisang dll ....Allahuakbar.....hanya orang yang dungu, bodoh dan stupid saja yang tidak melihat tanda-tandakekuasaan Allah yang sedemikian jelas,,, sejelas-jelasnya.¡§Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terusmenerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yangdi langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allahmengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidakmengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi* Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah MahaTinggi lagi Maha besar¡¨. (QS Al Baqarah:255)*Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yangmengartikan dengan kekuasaan-Nya.Tanda-tanda lain atau sarana lain untuk mengenal Allah adalah melalui Firman- FirmanNya. Dimana Firman Allah berada? ......ya betul...Al Qur¡¦an.Al Qur¡¦an adalah juga merupakan sarana untuk mengenal Allah. Berbahagialah orang yangsering dan intensif berinteraksi dengan Al Qur¡¦an. Karena berarti ia sedang dan terus dalamproses mengenal Tuhannya dan terus menyakinkan dirinya bahwa Allahlah Ilah Yang MahaEsa yang harus ia sembah selama hayat masih dikandung badan.¡¨(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberiperingatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan yangMaha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran¡¨. (QS Ibrahim:52)Semakin dalam kita berinteraksi dan memahami Al Qur¡¦an. Firman-firmanNya akan mengisimemori otak kita. Semakin kita kenal dengan Firman-firmanNya dalam Al Qur¡¦an, makasemakin kenal dan dekat pula kita dengan Allah. Bukankah, hal ini juga terjadi ketika kitaberhubungan dengan sesama manusia? Semakin kita akrab dengan seseorang. Semakin seringkita berkomunikasi dan semakin sering pula kata-kata orang tersebut yang terngiang-ngiang dipikiran kita. Sebenarnya, ya hanya sesimpel itu analoginya. Insya Allah Hendra |
|
|
Re: Kenali AllahSemuanya juga tanda dan bukti sebagian keberadaan Allah yang dapat
kita pikir dan rasakan. Yang terbesar adalah diri kita masing-2 untuk diri kita masing-2, makanya kenalilah diri sendiri, maka kenal dengan Allah..tahu orang tua sejati kita. Kitab hanya sarana, dan bukan hanya satu kitab tetapi semua kitab dan semua yang bukan kitab. --- In Spiritual-Indonesia@..., "hendramochlas" <hendramochlas@...> wrote: > > Apa yang anda ketahui mengenai Allah Subhanahu wata¡¦ala?Seberapa > jauh kita mengenal Allah Subhanahu wata¡¦ala? Allah lah Zat yang jadi > pusat darisegala ibadah kita, pusat dari Islam dan Isu sentral dari > Al Qur¡¦an. Adalah hal yang naif bilakita beribadah kepada Allah, > tetapi kita tidak mengenal, tidak tahu dan tidak dekat denganAllah > yang kita sembah. ¡¨Tak kenal maka tak sayang¡¨.Berikut dialog antara > seorang guru yang tidak percaya adanya Tuhan dengan anak- > anakmuridnya di sebuah sekolah dasar (mudah-mudahan bukan SD di > Indonesia)¡¨Anak-anak apakah kalian melihat saya berdiri di depan > kalian?¡¨ Sang Guru bertanya.Anak-anak muridnya serentak > menjawab, ¡¨ya¡¨.¡¨Baik, itu berarti saya ada.¡¨ kata sang > kalian melihat papan tulis itu?¡¨ tanyanya lebih > lanjut.¡¨Ya¡¨ ....¡¨berarti meja itu benar-benar ada¡¨¡¨Nah, apakah > kalian melihat Tuhan?¡¨¡¨Tidak¡¨ jawab para murid.¡¨Berarti, Tuhan itu > tidak ada.¡¨ Guru tersebut menjawab dengan cepat dan yakin.sejenak > kelas hening, sampai ada seorang murid cerdas yang bertanya ¡¨Apakah > kalian melihatakal guru kita?¡¨Serentak mereka > menjawab ¡¨Tidak¡¨¡¨Berarti, Guru kita tidak ada akalnya¡¨ seru anak > cerdas itu.(dikutip dari buku ¡¨Allah Subhanahu wata¡¦ala¡¨, Said Hawwa) > Apa moral dari cerita ini yang dapat kita ambil?Kadang kita > mengandalkan segala sesuatu kepada panca indera kita dan akal kita. > Tahukahanda betapa terbatasnya panca indera kita? Bahkan kadang anca > indera kita lebih lemahdibandingkan dengan makhluk lain ciptaan > Allah di bumi ini. Penciuman kita pasti kalahdengan anjing atau > beruang, pendengaran kita kalah jauh dengan rusa dan seterusnya > denganindera-indera lainnya. kelebihan kita seharusnya terletak pada > akal kita. Tetapi sayangnya akalkita pun hanya terbatas pada alam > yang bisa diraba/dirasa oleh panca indera kita > (AbdurrahmanHabanakah, Pokok-pokok Akidah Islam). Karena panca > indera kita hanya mampu berinteraksidengan dunia, maka ¡¨hanya > sebatas dunia¡¨ saja yang mampu dieksplorasi oleh akal kita. Hal-hal > di luar alam dunia, tak tersentuh sedikitpun oleh akal. Semisal > mengenai ¡¨Roh¡¨, nyaris takakan ada penemuan yang berarti mengenai > alam roh yang memang ghoib bagi manusia. Kita tahu manusia hidup > karena adanya roh, tapi roh tak pernah tertangkap oleh panca indera > kita.Otomatis otak kita tak berfungsi untuk mengeksploitasi alam roh > tersebut.¡¨Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, ¡¨Roh > itu termasuk urusan Tuhankudan tidaklah kamu diberi pengetahuan > melainkan sedikit¡¨ (Qs al Israa:85)¡¨Katakanlah, ¡¨Tidak ada > seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoibselain > Allah...¡¨ (QS an Naml:65).Jadi bagaimana dong, cara mengenal Allah? > Yang pertama harus ditanamkan adalah bahwa upaya untuk mengenal > Allah harus kita lakukansecara sengaja, dan dengan hasrat yang > membara. Bayangkan, kita akan mencari tahu Zat yangmenguasai semua > yang ada di jagad raya ini. Ustadz Said Hawwa menyatakan bahwa, > carapaling mudah mengenal Allah adalah dengan mengamati tanda-tanda > keberadaannya melaluiayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam Al > Qur¡¦an ataupun tanda-tanda yang ada di bumi danlangit (termasuk > tanda-tandanya yang terdapat dalam diri kita sendiri).Mengapa harus > seperti ini? Allah telah berfirman,¡¨Dia tidak dapat dicapai oleh > penglihatan mata....¡¨ (QS al An¡¦am:103)¡¨....Tidak ada sesuatu pun > yang serupa dengan Dia....¡¨(QS asy Syura:11)Allah telah menjelaskan, > indera kita tidak akan dapat langsung berinteraksi dengan > Allah.Jangankan melihat Zat Allah, melihat matahari saja kita tidak > mampu. Padahal matahari hanyabagian yang sangat kecil dibanding > ciptaan Allah di alam semesta ini. Indera kita tidak > dapatmembayangkan rupa Allah seperti apa? Dia lah Zat yang Maha Suci > dari segala rekayasa danbentuk khayalan manusia.Jadi kembali, mari > kita kenal Allah melalui tanda-tanda yang ada di bumi dan langit. > Allahberfirman:¡¨Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah > bagi orang-orang yang yakin danjuga pada dirimu sendiri, maka apakah > kamu tidak memperhatikan?¡¨ (adz Dzaariyaat:20-21)¡¨Dan, diantara > tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan > berlain-lainan bahasamu dan warna kulit mu. Sesungguhnya, pada yang > demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨(QS ar Ruum:22)Bukankah sudah jelas dari dua sampel ayat- > ayat Al Qur¡¦an di atas. > > Bagaimana bahasa diantara manusia bisa berbeda-beda? Itu saja sudah > merupakan pertanyaanyang sulit untuk dijawab. Apakah bahasa timbul > dan tumbuh dengan sendirinya? Atau setiapdaerah ada seorang yang > ahli pengarang bahasa untuk daerahnya? Atau...bahasa memang > sudahdimasukan satu paket dalam pengetahuan bahasa dalam diri > manusia oleh Allah?.Hanya Allah Yang Maha Tahu.Mari kita hitung- > hitung. Satu propinsi di pulau Jawa saja, bisa terdapat lebih dari 5 > bahasa dandialek yang tidak bisa dibilang sama. Misalnya, Bahasa > Sunda. Bahasa Sunda di Bandung tidakbisa dibilang sama persis dengan > bahasa Sunda di Bogor atau daerah Banten. Belum lagiCirebon yang > punya bahasa sendiri (bahasa sunda bukan tetapi bahasa jawa juga > bukan),padahal letak geografis Cirebon hanya terpisah beberapa > kilometer dari kuningan yangberbahasa Sunda. Apalagi kalau kita > bicara dengan ruang lingkup yang lebih luas, satu negaramisalnya. > Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di Indonesia? Belum lagi di > benua Asia?Apalagi kalau bicara dengan ruang lingkup dunia?. Berapa > banyak ragam bahasa dan dialek diseluruh muka bumi ini? Bukankah itu > benar-benar tanda kekuasaan Allah, kalau kita maumemikirkannya. Itu > baru bahasa!. Warna kulit manusia yang berbeda-beda, bukankah itu > jugatanda-tanda yang jelas. Bahwa ada ¡¨Zat¡¨ yang mengatur semuanya > itu, kalau kita maumenggunakan potensi akal dan memang mau > memikirkan hal tersebut. Semua jelas dan terangkalau kita mau > menggunakan potensi akal kita. Sampai-sampai kalau kita perhatikan > banyaksekali redaksional Firman Allah dalam Al Qur¡¦an yang menggugah > manusia untukmengoptimalkan akalnya.¡¨Bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨,¡¨Bagi kaum yang berfikir¡¨,¡¨Bagi kaum yang mengetahui¡¨ > dan¡¨Orang-orang yang berakal¡¨.Sehingga, sayang sekali kalau > peringatan itu tidak benar-benar kita tindaklanjuti.Sekarang mari > kita melihat lagi, apa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam > diri kita.Pernahkah kita memikirkan hal-hal semisal di bawah ini?h > Makanan yang masuk ke mulut kita, dikunyah oleh gigi dan secara > otomatis kelenjarludah mengeluarkan enzim ptialin yang menguraikan > karbohidrat. Apakah kita mampumengontrol enzim ptialin tersebut?h > Ketika makanan tadi menuju lambung, ia akan dicampur dengan enzim > pepsin, renin danHCL. Dan lambung kita dengan pintar mencerna > protein dan lemak selama kurang lebih 3-5 jam! Apakah kepintaran > lambung kita mencerna, adalah karena perintah dari akal kitasecara > sadar?hAtau, apakah kita pernah mengajari organ hati kita untuk > melakukan detoksifikasi(memusnahkan racun), menyimpan glikogen dan > vitamin A serta membuat enzim-enzim tertentu seperti kolesterol, > cairan empedu dll?hAtau, apakah kita yang memerintahkan dan terus > memantau kerja paru-paru untuk terusmenghisap udara 24 jam sehari, 7 > hari perminggu dan 12 bulan setahun,,,terus menerus?Bisakah kita > memungkiri adanya Zat yang mengatur organ tubuh kita? Tidak mungkin > tubuhkita bekerja sedemikian pintar dengan sendirinya! Bahkan kalau > dipikir-pikir, organ-organ itulebih pintar dari kita? bukankah kita > juga organ tubuh! Oh..betapa terbatasnya ilmu kita.Belum lagi, kalau > bicara tanda-tanda kekuasaan Allah di luar tubuh kita. Bagaimana > denganmakhluk hidup lain? Misalnya Domba & Rusa, keduanya memakan > makanan yang sama, yaiturumput. Tetapi output nya berbeda-beda. > Domba bisa menghasilkan bulu yang lebat tetapi rusamenghasilkan > tanduk yang indah dan keras.Atau ambillah makhluk kecil yang bernama > nyamuk, sipenghisap darah. Bukankah ia suatumahkluk ciptaan Allah > yang luar biasa. Kecil, rapuh, tetapi bisa terbang dengan lincah, > bisamenghisap darah bisa membuat manusia yang besarnya ratusan kali > dari tubuhnya menjaditidak berdaya. Dari mana asal-muasalnya nyamuk? > Pasti ada Pencipta dan ada yang Mengaturnyamuk-nyamuk itu? > Jawabannya bahwa Zat pencipta itu pasti bukan manusia. Dan > sejatinya,ternyata nyamuk hanya 1 dari milyaran jenis makhluk hidup > yang ada di bumi dan langit ini.¡¨Sesungguhnya Allah tidak segan > membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecildari itu....¡¨ > (QS al Baqarah:26)Coba kalau checklist di atas kita kembangkan ke > makhluk hidup lainnya: capung, gajah, buaya,burung elang, cacing, > ikan paus, amuba, lintah, benalu, pohon pisang > dll ....Allahuakbar.....hanya orang yang dungu, bodoh dan stupid > saja yang tidak melihat tanda-tandakekuasaan Allah yang sedemikian > jelas,,, sejelas-jelasnya.¡§Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak > disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terusmenerus mengurus > (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa > yangdi langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi > Allah tanpa izin-Nya? Allahmengetahui apa-apa yang di hadapan mereka > dan di belakang mereka, dan mereka tidakmengetahui apa-apa dari ilmu > Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi* Allah meliputi > langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, > dan Allah MahaTinggi lagi Maha besar¡¨. (QS Al Baqarah:255)*Kursi > dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah > dan ada pula yangmengartikan dengan kekuasaan-Nya.Tanda-tanda lain > atau sarana lain untuk mengenal Allah adalah melalui Firman- > FirmanNya. Dimana Firman Allah berada? ......ya betul...Al Qur¡¦an.Al > Qur¡¦an adalah juga merupakan sarana untuk mengenal Allah. > Berbahagialah orang yangsering dan intensif berinteraksi dengan Al > Qur¡¦an. Karena berarti ia sedang dan terus dalamproses mengenal > Tuhannya dan terus menyakinkan dirinya bahwa Allahlah Ilah Yang > MahaEsa yang harus ia sembah selama hayat masih dikandung badan.¡¨(Al > Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya > mereka diberiperingatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui > bahwasanya Dia adalah Tuhan yangMaha Esa dan agar orang-orang yang > berakal mengambil pelajaran¡¨. (QS Ibrahim:52)Semakin dalam kita > berinteraksi dan memahami Al Qur¡¦an. Firman-firmanNya akan > mengisimemori otak kita. Semakin kita kenal dengan Firman-firmanNya > dalam Al Qur¡¦an, makasemakin kenal dan dekat pula kita dengan Allah. > Bukankah, hal ini juga terjadi ketika kitaberhubungan dengan sesama > manusia? Semakin kita akrab dengan seseorang. Semakin seringkita > berkomunikasi dan semakin sering pula kata-kata orang tersebut yang > terngiang-ngiang dipikiran kita. Sebenarnya, ya hanya sesimpel itu > analoginya. Insya Allah > > Hendra > |
|
|
Re: Re: Kenali AllahTuhan bersemayam di hati setiap Insan.
makanya jarang orang yang menyangka itu. mereka fikir Tuhan ada di suatu tempat di luar dirinya. pernah perhatikan kubah masjid? itu adalah simbol Hati manusia. dimana setiap Insan seyogyanya bersujud dengan Hatinya, apa adanya, jujur adanya. salam kenal mas Hendra, adji . --- In Spiritual-Indonesia@..., "hendramochlas" <hendramochlas@...> wrote: > > Apa yang anda ketahui mengenai Allah Subhanahu wata¡¦ala?Seberapa > jauh kita mengenal Allah Subhanahu wata¡¦ala? Allah lah Zat yang jadi > pusat darisegala ibadah kita, pusat dari Islam dan Isu sentral dari > Al Qur¡¦an. Adalah hal yang naif bilakita beribadah kepada Allah, > tetapi kita tidak mengenal, tidak tahu dan tidak dekat denganAllah > yang kita sembah. ¡¨Tak kenal maka tak sayang¡¨.Berikut dialog antara > seorang guru yang tidak percaya adanya Tuhan dengan anak- > anakmuridnya di sebuah sekolah dasar (mudah-mudahan bukan SD di > Indonesia)¡¨Anak-anak apakah kalian melihat saya berdiri di depan > kalian?¡¨ Sang Guru bertanya.Anak-anak muridnya serentak > menjawab, ¡¨ya¡¨.¡¨Baik, itu berarti saya ada.¡¨ kata sang > kalian melihat papan tulis itu?¡¨ tanyanya lebih > lanjut.¡¨Ya¡¨ ....¡¨berarti meja itu benar-benar ada¡¨¡¨Nah, apakah > kalian melihat Tuhan?¡¨¡¨Tidak¡¨ jawab para murid.¡¨Berarti, Tuhan itu > tidak ada.¡¨ Guru tersebut menjawab dengan cepat dan yakin.sejenak > kelas hening, sampai ada seorang murid cerdas yang bertanya ¡¨Apakah > kalian melihatakal guru kita?¡¨Serentak mereka > menjawab ¡¨Tidak¡¨¡¨Berarti, Guru kita tidak ada akalnya¡¨ seru anak > cerdas itu.(dikutip dari buku ¡¨Allah Subhanahu wata¡¦ala¡¨, Said Hawwa) > Apa moral dari cerita ini yang dapat kita ambil?Kadang kita > mengandalkan segala sesuatu kepada panca indera kita dan akal kita. > Tahukahanda betapa terbatasnya panca indera kita? Bahkan kadang anca > indera kita lebih lemahdibandingkan dengan makhluk lain ciptaan > Allah di bumi ini. Penciuman kita pasti kalahdengan anjing atau > beruang, pendengaran kita kalah jauh dengan rusa dan seterusnya > denganindera-indera lainnya. kelebihan kita seharusnya terletak pada > akal kita. Tetapi sayangnya akalkita pun hanya terbatas pada alam > yang bisa diraba/dirasa oleh panca indera kita > (AbdurrahmanHabanakah, Pokok-pokok Akidah Islam). Karena panca > indera kita hanya mampu berinteraksidengan dunia, maka ¡¨hanya > sebatas dunia¡¨ saja yang mampu dieksplorasi oleh akal kita. Hal-hal > di luar alam dunia, tak tersentuh sedikitpun oleh akal. Semisal > mengenai ¡¨Roh¡¨, nyaris takakan ada penemuan yang berarti mengenai > alam roh yang memang ghoib bagi manusia. Kita tahu manusia hidup > karena adanya roh, tapi roh tak pernah tertangkap oleh panca indera > kita.Otomatis otak kita tak berfungsi untuk mengeksploitasi alam roh > tersebut.¡¨Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, ¡¨Roh > itu termasuk urusan Tuhankudan tidaklah kamu diberi pengetahuan > melainkan sedikit¡¨ (Qs al Israa:85)¡¨Katakanlah, ¡¨Tidak ada > seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoibselain > Allah...¡¨ (QS an Naml:65).Jadi bagaimana dong, cara mengenal Allah? > Yang pertama harus ditanamkan adalah bahwa upaya untuk mengenal > Allah harus kita lakukansecara sengaja, dan dengan hasrat yang > membara. Bayangkan, kita akan mencari tahu Zat yangmenguasai semua > yang ada di jagad raya ini. Ustadz Said Hawwa menyatakan bahwa, > carapaling mudah mengenal Allah adalah dengan mengamati tanda-tanda > keberadaannya melaluiayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam Al > Qur¡¦an ataupun tanda-tanda yang ada di bumi danlangit (termasuk > tanda-tandanya yang terdapat dalam diri kita sendiri).Mengapa harus > seperti ini? Allah telah berfirman,¡¨Dia tidak dapat dicapai oleh > penglihatan mata....¡¨ (QS al An¡¦am:103)¡¨....Tidak ada sesuatu pun > yang serupa dengan Dia....¡¨(QS asy Syura:11)Allah telah menjelaskan, > indera kita tidak akan dapat langsung berinteraksi dengan > Allah.Jangankan melihat Zat Allah, melihat matahari saja kita tidak > mampu. Padahal matahari hanyabagian yang sangat kecil dibanding > ciptaan Allah di alam semesta ini. Indera kita tidak > dapatmembayangkan rupa Allah seperti apa? Dia lah Zat yang Maha Suci > dari segala rekayasa danbentuk khayalan manusia.Jadi kembali, mari > kita kenal Allah melalui tanda-tanda yang ada di bumi dan langit. > Allahberfirman:¡¨Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah > bagi orang-orang yang yakin danjuga pada dirimu sendiri, maka apakah > kamu tidak memperhatikan?¡¨ (adz Dzaariyaat:20-21)¡¨Dan, diantara > tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan > berlain-lainan bahasamu dan warna kulit mu. Sesungguhnya, pada yang > demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨(QS ar Ruum:22)Bukankah sudah jelas dari dua sampel ayat- > ayat Al Qur¡¦an di atas. > > Bagaimana bahasa diantara manusia bisa berbeda-beda? Itu saja sudah > merupakan pertanyaanyang sulit untuk dijawab. Apakah bahasa timbul > dan tumbuh dengan sendirinya? Atau setiapdaerah ada seorang yang > ahli pengarang bahasa untuk daerahnya? Atau...bahasa memang > sudahdimasukan satu paket dalam pengetahuan bahasa dalam diri > manusia oleh Allah?.Hanya Allah Yang Maha Tahu.Mari kita hitung- > hitung. Satu propinsi di pulau Jawa saja, bisa terdapat lebih dari 5 > bahasa dandialek yang tidak bisa dibilang sama. Misalnya, Bahasa > Sunda. Bahasa Sunda di Bandung tidakbisa dibilang sama persis dengan > bahasa Sunda di Bogor atau daerah Banten. Belum lagiCirebon yang > punya bahasa sendiri (bahasa sunda bukan tetapi bahasa jawa juga > bukan),padahal letak geografis Cirebon hanya terpisah beberapa > kilometer dari kuningan yangberbahasa Sunda. Apalagi kalau kita > bicara dengan ruang lingkup yang lebih luas, satu negaramisalnya. > Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di Indonesia? Belum lagi di > benua Asia?Apalagi kalau bicara dengan ruang lingkup dunia?. Berapa > banyak ragam bahasa dan dialek diseluruh muka bumi ini? Bukankah itu > benar-benar tanda kekuasaan Allah, kalau kita maumemikirkannya. Itu > baru bahasa!. Warna kulit manusia yang berbeda-beda, bukankah itu > jugatanda-tanda yang jelas. Bahwa ada ¡¨Zat¡¨ yang mengatur semuanya > itu, kalau kita maumenggunakan potensi akal dan memang mau > memikirkan hal tersebut. Semua jelas dan terangkalau kita mau > menggunakan potensi akal kita. Sampai-sampai kalau kita perhatikan > banyaksekali redaksional Firman Allah dalam Al Qur¡¦an yang menggugah > manusia untukmengoptimalkan akalnya.¡¨Bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨,¡¨Bagi kaum yang berfikir¡¨,¡¨Bagi kaum yang mengetahui¡¨ > dan¡¨Orang-orang yang berakal¡¨.Sehingga, sayang sekali kalau > peringatan itu tidak benar-benar kita tindaklanjuti.Sekarang mari > kita melihat lagi, apa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam > diri kita.Pernahkah kita memikirkan hal-hal semisal di bawah ini?"h > Makanan yang masuk ke mulut kita, dikunyah oleh gigi dan secara > otomatis kelenjarludah mengeluarkan enzim ptialin yang menguraikan > karbohidrat. Apakah kita mampumengontrol enzim ptialin tersebut?"h > Ketika makanan tadi menuju lambung, ia akan dicampur dengan enzim > pepsin, renin danHCL. Dan lambung kita dengan pintar mencerna > protein dan lemak selama kurang lebih 3-5 jam! Apakah kepintaran > lambung kita mencerna, adalah karena perintah dari akal kitasecara > sadar?"hAtau, apakah kita pernah mengajari organ hati kita untuk > melakukan detoksifikasi(memusnahkan racun), menyimpan glikogen dan > vitamin A serta membuat enzim-enzim tertentu seperti kolesterol, > cairan empedu dll?"hAtau, apakah kita yang memerintahkan dan terus > memantau kerja paru-paru untuk terusmenghisap udara 24 jam sehari, 7 > hari perminggu dan 12 bulan setahun,,,terus menerus?Bisakah kita > memungkiri adanya Zat yang mengatur organ tubuh kita? Tidak mungkin > tubuhkita bekerja sedemikian pintar dengan sendirinya! Bahkan kalau > dipikir-pikir, organ-organ itulebih pintar dari kita? bukankah kita > juga organ tubuh! Oh..betapa terbatasnya ilmu kita.Belum lagi, kalau > bicara tanda-tanda kekuasaan Allah di luar tubuh kita. Bagaimana > denganmakhluk hidup lain? Misalnya Domba & Rusa, keduanya memakan > makanan yang sama, yaiturumput. Tetapi output nya berbeda-beda. > Domba bisa menghasilkan bulu yang lebat tetapi rusamenghasilkan > tanduk yang indah dan keras.Atau ambillah makhluk kecil yang bernama > nyamuk, sipenghisap darah. Bukankah ia suatumahkluk ciptaan Allah > yang luar biasa. Kecil, rapuh, tetapi bisa terbang dengan lincah, > bisamenghisap darah bisa membuat manusia yang besarnya ratusan kali > dari tubuhnya menjaditidak berdaya. Dari mana asal-muasalnya nyamuk? > Pasti ada Pencipta dan ada yang Mengaturnyamuk-nyamuk itu? > Jawabannya bahwa Zat pencipta itu pasti bukan manusia. Dan > sejatinya,ternyata nyamuk hanya 1 dari milyaran jenis makhluk hidup > yang ada di bumi dan langit ini.¡¨Sesungguhnya Allah tidak segan > membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecildari itu....¡¨ > (QS al Baqarah:26)Coba kalau checklist di atas kita kembangkan ke > makhluk hidup lainnya: capung, gajah, buaya,burung elang, cacing, > ikan paus, amuba, lintah, benalu, pohon pisang > dll ....Allahuakbar.....hanya orang yang dungu, bodoh dan stupid > saja yang tidak melihat tanda-tandakekuasaan Allah yang sedemikian > jelas,,, sejelas-jelasnya.¡§Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak > disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terusmenerus mengurus > (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa > yangdi langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi > Allah tanpa izin-Nya? Allahmengetahui apa-apa yang di hadapan mereka > dan di belakang mereka, dan mereka tidakmengetahui apa-apa dari ilmu > Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi* Allah meliputi > langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, > dan Allah MahaTinggi lagi Maha besar¡¨. (QS Al Baqarah:255)*Kursi > dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah > dan ada pula yangmengartikan dengan kekuasaan-Nya.Tanda-tanda lain > atau sarana lain untuk mengenal Allah adalah melalui Firman- > FirmanNya. Dimana Firman Allah berada? ......ya betul...Al Qur¡¦an.Al > Qur¡¦an adalah juga merupakan sarana untuk mengenal Allah. > Berbahagialah orang yangsering dan intensif berinteraksi dengan Al > Qur¡¦an. Karena berarti ia sedang dan terus dalamproses mengenal > Tuhannya dan terus menyakinkan dirinya bahwa Allahlah Ilah Yang > MahaEsa yang harus ia sembah selama hayat masih dikandung badan.¡¨(Al > Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya > mereka diberiperingatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui > bahwasanya Dia adalah Tuhan yangMaha Esa dan agar orang-orang yang > berakal mengambil pelajaran¡¨. (QS Ibrahim:52)Semakin dalam kita > berinteraksi dan memahami Al Qur¡¦an. Firman-firmanNya akan > mengisimemori otak kita. Semakin kita kenal dengan Firman-firmanNya > dalam Al Qur¡¦an, makasemakin kenal dan dekat pula kita dengan Allah. > Bukankah, hal ini juga terjadi ketika kitaberhubungan dengan sesama > manusia? Semakin kita akrab dengan seseorang. Semakin seringkita > berkomunikasi dan semakin sering pula kata-kata orang tersebut yang > terngiang-ngiang dipikiran kita. Sebenarnya, ya hanya sesimpel itu > analoginya. Insya Allah > > Hendra > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links |
|
|
Re: Kenali AllahMencari Allah lewat buku sama dengan belajar naik sepeda dengan membaca buku......... salam " just do it" Nike. --- In Spiritual-Indonesia@..., "hendramochlas" <hendramochlas@...> wrote: > > Apa yang anda ketahui mengenai Allah Subhanahu wata¡¦ala?Seberapa > jauh kita mengenal Allah Subhanahu wata¡¦ala? Allah lah Zat yang jadi > pusat darisegala ibadah kita, pusat dari Islam dan Isu sentral dari > Al Qur¡¦an. Adalah hal yang naif bilakita beribadah kepada Allah, > tetapi kita tidak mengenal, tidak tahu dan tidak dekat denganAllah > yang kita sembah. ¡¨Tak kenal maka tak sayang¡¨.Berikut dialog antara > seorang guru yang tidak percaya adanya Tuhan dengan anak- > anakmuridnya di sebuah sekolah dasar (mudah-mudahan bukan SD di > Indonesia)¡¨Anak-anak apakah kalian melihat saya berdiri di depan > kalian?¡¨ Sang Guru bertanya.Anak-anak muridnya serentak > menjawab, ¡¨ya¡¨.¡¨Baik, itu berarti saya ada.¡¨ kata sang guru.¡¨Apakah > kalian melihat papan tulis itu?¡¨ tanyanya lebih > lanjut.¡¨Ya¡¨ ....¡¨berarti meja itu benar-benar ada¡¨¡¨Nah, apakah > kalian melihat Tuhan?¡¨¡¨Tidak¡¨ jawab para murid.¡¨Berarti, Tuhan itu > tidak ada.¡¨ Guru tersebut menjawab dengan cepat dan yakin.sejenak > kelas hening, sampai ada seorang murid cerdas yang bertanya ¡¨Apakah > kalian melihatakal guru kita?¡¨Serentak mereka > menjawab ¡¨Tidak¡¨¡¨Berarti, Guru kita tidak ada akalnya¡¨ seru anak > cerdas itu.(dikutip dari buku ¡¨Allah Subhanahu wata¡¦ala¡¨, Said Hawwa) > Apa moral dari cerita ini yang dapat kita ambil?Kadang kita > mengandalkan segala sesuatu kepada panca indera kita dan akal kita. > Tahukahanda betapa terbatasnya panca indera kita? Bahkan kadang anca > indera kita lebih lemahdibandingkan dengan makhluk lain ciptaan > Allah di bumi ini. Penciuman kita pasti kalahdengan anjing atau > beruang, pendengaran kita kalah jauh dengan rusa dan seterusnya > denganindera-indera lainnya. kelebihan kita seharusnya terletak pada > akal kita. Tetapi sayangnya akalkita pun hanya terbatas pada alam > yang bisa diraba/dirasa oleh panca indera kita > (AbdurrahmanHabanakah, Pokok-pokok Akidah Islam). Karena panca > indera kita hanya mampu berinteraksidengan dunia, maka ¡¨hanya > sebatas dunia¡¨ saja yang mampu dieksplorasi oleh akal kita. Hal- hal > di luar alam dunia, tak tersentuh sedikitpun oleh akal. Semisal > mengenai ¡¨Roh¡¨, nyaris takakan ada penemuan yang berarti mengenai > alam roh yang memang ghoib bagi manusia. Kita tahu manusia hidup > karena adanya roh, tapi roh tak pernah tertangkap oleh panca indera > kita.Otomatis otak kita tak berfungsi untuk mengeksploitasi alam roh > tersebut.¡¨Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, ¡¨Roh > itu termasuk urusan Tuhankudan tidaklah kamu diberi pengetahuan > melainkan sedikit¡¨ (Qs al Israa:85)¡¨Katakanlah, ¡¨Tidak ada > seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoibselain > Allah...¡¨ (QS an Naml:65).Jadi bagaimana dong, cara mengenal Allah? > Yang pertama harus ditanamkan adalah bahwa upaya untuk mengenal > Allah harus kita lakukansecara sengaja, dan dengan hasrat yang > membara. Bayangkan, kita akan mencari tahu Zat yangmenguasai semua > yang ada di jagad raya ini. Ustadz Said Hawwa menyatakan bahwa, > carapaling mudah mengenal Allah adalah dengan mengamati tanda- tanda > keberadaannya melaluiayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam Al > Qur¡¦an ataupun tanda-tanda yang ada di bumi danlangit (termasuk > tanda-tandanya yang terdapat dalam diri kita sendiri).Mengapa harus > seperti ini? Allah telah berfirman,¡¨Dia tidak dapat dicapai oleh > penglihatan mata....¡¨ (QS al An¡¦am:103)¡¨....Tidak ada sesuatu pun > yang serupa dengan Dia....¡¨(QS asy Syura:11)Allah telah menjelaskan, > indera kita tidak akan dapat langsung berinteraksi dengan > Allah.Jangankan melihat Zat Allah, melihat matahari saja kita tidak > mampu. Padahal matahari hanyabagian yang sangat kecil dibanding > ciptaan Allah di alam semesta ini. Indera kita tidak > dapatmembayangkan rupa Allah seperti apa? Dia lah Zat yang Maha Suci > dari segala rekayasa danbentuk khayalan manusia.Jadi kembali, mari > kita kenal Allah melalui tanda-tanda yang ada di bumi dan langit. > Allahberfirman:¡¨Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah > bagi orang-orang yang yakin danjuga pada dirimu sendiri, maka apakah > kamu tidak memperhatikan?¡¨ (adz Dzaariyaat:20-21)¡¨Dan, diantara > tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan > berlain-lainan bahasamu dan warna kulit mu. Sesungguhnya, pada yang > demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨(QS ar Ruum:22)Bukankah sudah jelas dari dua sampel ayat- > ayat Al Qur¡¦an di atas. > > Bagaimana bahasa diantara manusia bisa berbeda-beda? Itu saja sudah > merupakan pertanyaanyang sulit untuk dijawab. Apakah bahasa timbul > dan tumbuh dengan sendirinya? Atau setiapdaerah ada seorang yang > ahli pengarang bahasa untuk daerahnya? Atau...bahasa memang > sudahdimasukan satu paket dalam pengetahuan bahasa dalam diri > manusia oleh Allah?.Hanya Allah Yang Maha Tahu.Mari kita hitung- > hitung. Satu propinsi di pulau Jawa saja, bisa terdapat lebih dari 5 > bahasa dandialek yang tidak bisa dibilang sama. Misalnya, Bahasa > Sunda. Bahasa Sunda di Bandung tidakbisa dibilang sama persis dengan > bahasa Sunda di Bogor atau daerah Banten. Belum lagiCirebon yang > punya bahasa sendiri (bahasa sunda bukan tetapi bahasa jawa juga > bukan),padahal letak geografis Cirebon hanya terpisah beberapa > kilometer dari kuningan yangberbahasa Sunda. Apalagi kalau kita > bicara dengan ruang lingkup yang lebih luas, satu negaramisalnya. > Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di Indonesia? Belum lagi di > benua Asia?Apalagi kalau bicara dengan ruang lingkup dunia?. Berapa > banyak ragam bahasa dan dialek diseluruh muka bumi ini? Bukankah itu > benar-benar tanda kekuasaan Allah, kalau kita maumemikirkannya. Itu > baru bahasa!. Warna kulit manusia yang berbeda-beda, bukankah itu > jugatanda-tanda yang jelas. Bahwa ada ¡¨Zat¡¨ yang mengatur semuanya > itu, kalau kita maumenggunakan potensi akal dan memang mau > memikirkan hal tersebut. Semua jelas dan terangkalau kita mau > menggunakan potensi akal kita. Sampai-sampai kalau kita perhatikan > banyaksekali redaksional Firman Allah dalam Al Qur¡¦an yang menggugah > manusia untukmengoptimalkan akalnya.¡¨Bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨,¡¨Bagi kaum yang berfikir¡¨,¡¨Bagi kaum yang mengetahui¡¨ > dan¡¨Orang-orang yang berakal¡¨.Sehingga, sayang sekali kalau > peringatan itu tidak benar-benar kita tindaklanjuti.Sekarang mari > kita melihat lagi, apa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam > diri kita.Pernahkah kita memikirkan hal-hal semisal di bawah ini?h > Makanan yang masuk ke mulut kita, dikunyah oleh gigi dan secara > otomatis kelenjarludah mengeluarkan enzim ptialin yang menguraikan > karbohidrat. Apakah kita mampumengontrol enzim ptialin tersebut?h > Ketika makanan tadi menuju lambung, ia akan dicampur dengan enzim > pepsin, renin danHCL. Dan lambung kita dengan pintar mencerna > protein dan lemak selama kurang lebih 3-5 jam! Apakah kepintaran > lambung kita mencerna, adalah karena perintah dari akal kitasecara > sadar?hAtau, apakah kita pernah mengajari organ hati kita untuk > melakukan detoksifikasi(memusnahkan racun), menyimpan glikogen dan > vitamin A serta membuat enzim-enzim tertentu seperti kolesterol, > cairan empedu dll?hAtau, apakah kita yang memerintahkan dan terus > memantau kerja paru-paru untuk terusmenghisap udara 24 jam sehari, > hari perminggu dan 12 bulan setahun,,,terus menerus?Bisakah kita > memungkiri adanya Zat yang mengatur organ tubuh kita? Tidak mungkin > tubuhkita bekerja sedemikian pintar dengan sendirinya! Bahkan kalau > dipikir-pikir, organ-organ itulebih pintar dari kita? bukankah kita > juga organ tubuh! Oh..betapa terbatasnya ilmu kita.Belum lagi, kalau > bicara tanda-tanda kekuasaan Allah di luar tubuh kita. Bagaimana > denganmakhluk hidup lain? Misalnya Domba & Rusa, keduanya memakan > makanan yang sama, yaiturumput. Tetapi output nya berbeda-beda. > Domba bisa menghasilkan bulu yang lebat tetapi rusamenghasilkan > tanduk yang indah dan keras.Atau ambillah makhluk kecil yang bernama > nyamuk, sipenghisap darah. Bukankah ia suatumahkluk ciptaan Allah > yang luar biasa. Kecil, rapuh, tetapi bisa terbang dengan lincah, > bisamenghisap darah bisa membuat manusia yang besarnya ratusan kali > dari tubuhnya menjaditidak berdaya. Dari mana asal-muasalnya nyamuk? > Pasti ada Pencipta dan ada yang Mengaturnyamuk-nyamuk itu? > Jawabannya bahwa Zat pencipta itu pasti bukan manusia. Dan > sejatinya,ternyata nyamuk hanya 1 dari milyaran jenis makhluk hidup > yang ada di bumi dan langit ini.¡¨Sesungguhnya Allah tidak segan > membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecildari itu....¡¨ > (QS al Baqarah:26)Coba kalau checklist di atas kita kembangkan ke > makhluk hidup lainnya: capung, gajah, buaya,burung elang, cacing, > ikan paus, amuba, lintah, benalu, pohon pisang > dll ....Allahuakbar.....hanya orang yang dungu, bodoh dan stupid > saja yang tidak melihat tanda-tandakekuasaan Allah yang sedemikian > jelas,,, sejelas-jelasnya.¡§Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak > disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terusmenerus mengurus > (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa > yangdi langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi > Allah tanpa izin-Nya? Allahmengetahui apa-apa yang di hadapan mereka > dan di belakang mereka, dan mereka tidakmengetahui apa-apa dari ilmu > Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi* Allah meliputi > langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, > dan Allah MahaTinggi lagi Maha besar¡¨. (QS Al Baqarah:255)*Kursi > dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah > dan ada pula yangmengartikan dengan kekuasaan-Nya.Tanda-tanda lain > atau sarana lain untuk mengenal Allah adalah melalui Firman- > FirmanNya. Dimana Firman Allah berada? ......ya betul...Al Qur¡¦an.Al > Qur¡¦an adalah juga merupakan sarana untuk mengenal Allah. > Berbahagialah orang yangsering dan intensif berinteraksi dengan Al > Qur¡¦an. Karena berarti ia sedang dan terus dalamproses mengenal > Tuhannya dan terus menyakinkan dirinya bahwa Allahlah Ilah Yang > MahaEsa yang harus ia sembah selama hayat masih dikandung badan.¡¨ (Al > Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya > mereka diberiperingatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui > bahwasanya Dia adalah Tuhan yangMaha Esa dan agar orang-orang yang > berakal mengambil pelajaran¡¨. (QS Ibrahim:52)Semakin dalam kita > berinteraksi dan memahami Al Qur¡¦an. Firman-firmanNya akan > mengisimemori otak kita. Semakin kita kenal dengan Firman- firmanNya > dalam Al Qur¡¦an, makasemakin kenal dan dekat pula kita dengan Allah. > Bukankah, hal ini juga terjadi ketika kitaberhubungan dengan sesama > manusia? Semakin kita akrab dengan seseorang. Semakin seringkita > berkomunikasi dan semakin sering pula kata-kata orang tersebut yang > terngiang-ngiang dipikiran kita. Sebenarnya, ya hanya sesimpel itu > analoginya. Insya Allah > > Hendra > |
|
|
Re: Kenali Allahhebatnya belajar naik sepeda lewat buku adalah:
- tak perlu punya atau pinjam sepeda - tak perlu keliling jalan - tak bakalan jatuh - tak bakalan nabrak atau ketabrak - langsung bisa - bisa keliling jalan dan bahkan keluar-masuk awan - bisa boncengin orang sekampung bergantian tanpa capek - dll sesuai imajinasi 'just read it' 'let imagine' 'No Duit' --- In Spiritual-Indonesia@..., "IGusti Agung" <agungpindha@...> wrote: > > > Mencari Allah lewat buku sama dengan belajar naik sepeda > dengan membaca buku......... > > salam " just do it" > Nike. > > > > > > > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "hendramochlas" > <hendramochlas@> wrote: > > > > Apa yang anda ketahui mengenai Allah Subhanahu wata¡¦ala?Seberapa > > jauh kita mengenal Allah Subhanahu wata¡¦ala? Allah lah Zat yang > jadi > > pusat darisegala ibadah kita, pusat dari Islam dan Isu sentral > dari > > Al Qur¡¦an. Adalah hal yang naif bilakita beribadah kepada Allah, > > tetapi kita tidak mengenal, tidak tahu dan tidak dekat denganAllah > > yang kita sembah. ¡¨Tak kenal maka tak sayang¡¨.Berikut dialog > antara > > seorang guru yang tidak percaya adanya Tuhan dengan anak- > > anakmuridnya di sebuah sekolah dasar (mudah-mudahan bukan SD di > > Indonesia)¡¨Anak-anak apakah kalian melihat saya berdiri di depan > > kalian?¡¨ Sang Guru bertanya.Anak-anak muridnya serentak > > menjawab, ¡¨ya¡¨.¡¨Baik, itu berarti saya ada.¡¨ kata sang > guru.¡¨Apakah > > kalian melihat papan tulis itu?¡¨ tanyanya lebih > > lanjut.¡¨Ya¡¨ ....¡¨berarti meja itu benar-benar ada¡¨¡¨Nah, > apakah > > kalian melihat Tuhan?¡¨¡¨Tidak¡¨ jawab para murid.¡¨Berarti, Tuhan > itu > > tidak ada.¡¨ Guru tersebut menjawab dengan cepat dan yakin.sejenak > > kelas hening, sampai ada seorang murid cerdas yang bertanya > ¡¨Apakah > > kalian melihatakal guru kita?¡¨Serentak mereka > > menjawab ¡¨Tidak¡¨¡¨Berarti, Guru kita tidak ada akalnya¡¨ seru > anak > > cerdas itu.(dikutip dari buku ¡¨Allah Subhanahu wata¡¦ala¡¨, Said > Hawwa) > > Apa moral dari cerita ini yang dapat kita ambil?Kadang kita > > mengandalkan segala sesuatu kepada panca indera kita dan akal > kita. > > Tahukahanda betapa terbatasnya panca indera kita? Bahkan kadang > anca > > indera kita lebih lemahdibandingkan dengan makhluk lain ciptaan > > Allah di bumi ini. Penciuman kita pasti kalahdengan anjing atau > > beruang, pendengaran kita kalah jauh dengan rusa dan seterusnya > > denganindera-indera lainnya. kelebihan kita seharusnya terletak > pada > > akal kita. Tetapi sayangnya akalkita pun hanya terbatas pada alam > > yang bisa diraba/dirasa oleh panca indera kita > > (AbdurrahmanHabanakah, Pokok-pokok Akidah Islam). Karena panca > > indera kita hanya mampu berinteraksidengan dunia, maka ¡¨hanya > > sebatas dunia¡¨ saja yang mampu dieksplorasi oleh akal kita. Hal- > hal > > di luar alam dunia, tak tersentuh sedikitpun oleh akal. Semisal > > mengenai ¡¨Roh¡¨, nyaris takakan ada penemuan yang berarti > mengenai > > alam roh yang memang ghoib bagi manusia. Kita tahu manusia hidup > > karena adanya roh, tapi roh tak pernah tertangkap oleh panca > indera > > kita.Otomatis otak kita tak berfungsi untuk mengeksploitasi alam > roh > > tersebut.¡¨Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, > ¡¨Roh > > itu termasuk urusan Tuhankudan tidaklah kamu diberi pengetahuan > > melainkan sedikit¡¨ (Qs al Israa:85)¡¨Katakanlah, ¡¨Tidak ada > > seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara > ghoibselain > > Allah...¡¨ (QS an Naml:65).Jadi bagaimana dong, cara mengenal > Allah? > > Yang pertama harus ditanamkan adalah bahwa upaya untuk mengenal > > Allah harus kita lakukansecara sengaja, dan dengan hasrat yang > > membara. Bayangkan, kita akan mencari tahu Zat yangmenguasai semua > > yang ada di jagad raya ini. Ustadz Said Hawwa menyatakan bahwa, > > carapaling mudah mengenal Allah adalah dengan mengamati tanda- > tanda > > keberadaannya melaluiayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam Al > > Qur¡¦an ataupun tanda-tanda yang ada di bumi danlangit (termasuk > > tanda-tandanya yang terdapat dalam diri kita sendiri).Mengapa > harus > > seperti ini? Allah telah berfirman,¡¨Dia tidak dapat dicapai oleh > > penglihatan mata....¡¨ (QS al An¡¦am:103)¡¨....Tidak ada sesuatu > pun > > yang serupa dengan Dia....¡¨(QS asy Syura:11)Allah telah > menjelaskan, > > indera kita tidak akan dapat langsung berinteraksi dengan > > Allah.Jangankan melihat Zat Allah, melihat matahari saja kita > tidak > > mampu. Padahal matahari hanyabagian yang sangat kecil dibanding > > ciptaan Allah di alam semesta ini. Indera kita tidak > > dapatmembayangkan rupa Allah seperti apa? Dia lah Zat yang Maha > Suci > > dari segala rekayasa danbentuk khayalan manusia.Jadi kembali, mari > > kita kenal Allah melalui tanda-tanda yang ada di bumi dan langit. > > Allahberfirman:¡¨Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan > Allah > > bagi orang-orang yang yakin danjuga pada dirimu sendiri, maka > apakah > > kamu tidak memperhatikan?¡¨ (adz Dzaariyaat:20-21)¡¨Dan, diantara > > tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan > > berlain-lainan bahasamu dan warna kulit mu. Sesungguhnya, pada > yang > > demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang > > mengetahui¡¨(QS ar Ruum:22)Bukankah sudah jelas dari dua sampel > ayat- > > ayat Al Qur¡¦an di atas. > > > > Bagaimana bahasa diantara manusia bisa berbeda-beda? Itu saja > sudah > > merupakan pertanyaanyang sulit untuk dijawab. Apakah bahasa timbul > > dan tumbuh dengan sendirinya? Atau setiapdaerah ada seorang yang > > ahli pengarang bahasa untuk daerahnya? Atau...bahasa memang > > sudahdimasukan satu paket dalam pengetahuan bahasa dalam diri > > manusia oleh Allah?.Hanya Allah Yang Maha Tahu.Mari kita hitung- > > hitung. Satu propinsi di pulau Jawa saja, bisa terdapat lebih dari > 5 > > bahasa dandialek yang tidak bisa dibilang sama. Misalnya, Bahasa > > Sunda. Bahasa Sunda di Bandung tidakbisa dibilang sama persis > dengan > > bahasa Sunda di Bogor atau daerah Banten. Belum lagiCirebon yang > > punya bahasa sendiri (bahasa sunda bukan tetapi bahasa jawa juga > > bukan),padahal letak geografis Cirebon hanya terpisah beberapa > > kilometer dari kuningan yangberbahasa Sunda. Apalagi kalau kita > > bicara dengan ruang lingkup yang lebih luas, satu negaramisalnya. > > Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di Indonesia? Belum lagi di > > benua Asia?Apalagi kalau bicara dengan ruang lingkup dunia?. > Berapa > > banyak ragam bahasa dan dialek diseluruh muka bumi ini? Bukankah > itu > > benar-benar tanda kekuasaan Allah, kalau kita maumemikirkannya. > Itu > > baru bahasa!. Warna kulit manusia yang berbeda-beda, bukankah itu > > jugatanda-tanda yang jelas. Bahwa ada ¡¨Zat¡¨ yang mengatur > semuanya > > itu, kalau kita maumenggunakan potensi akal dan memang mau > > memikirkan hal tersebut. Semua jelas dan terangkalau kita mau > > menggunakan potensi akal kita. Sampai-sampai kalau kita perhatikan > > banyaksekali redaksional Firman Allah dalam Al Qur¡¦an yang > menggugah > > manusia untukmengoptimalkan akalnya.¡¨Bagi orang-orang yang > > mengetahui¡¨,¡¨Bagi kaum yang berfikir¡¨,¡¨Bagi kaum yang > mengetahui¡¨ > > dan¡¨Orang-orang yang berakal¡¨.Sehingga, sayang sekali kalau > > peringatan itu tidak benar-benar kita tindaklanjuti.Sekarang mari > > kita melihat lagi, apa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam > > diri kita.Pernahkah kita memikirkan hal-hal semisal di bawah ini?h > > Makanan yang masuk ke mulut kita, dikunyah oleh gigi dan secara > > otomatis kelenjarludah mengeluarkan enzim ptialin yang menguraikan > > karbohidrat. Apakah kita mampumengontrol enzim ptialin tersebut?h > > Ketika makanan tadi menuju lambung, ia akan dicampur dengan enzim > > pepsin, renin danHCL. Dan lambung kita dengan pintar mencerna > > protein dan lemak selama kurang lebih 3-5 jam! Apakah kepintaran > > lambung kita mencerna, adalah karena perintah dari akal kitasecara > > sadar?hAtau, apakah kita pernah mengajari organ hati kita untuk > > melakukan detoksifikasi(memusnahkan racun), menyimpan glikogen dan > > vitamin A serta membuat enzim-enzim tertentu seperti kolesterol, > > cairan empedu dll?hAtau, apakah kita yang memerintahkan dan terus > > memantau kerja paru-paru untuk terusmenghisap udara 24 jam sehari, > 7 > > hari perminggu dan 12 bulan setahun,,,terus menerus?Bisakah kita > > memungkiri adanya Zat yang mengatur organ tubuh kita? Tidak > mungkin > > tubuhkita bekerja sedemikian pintar dengan sendirinya! Bahkan > kalau > > dipikir-pikir, organ-organ itulebih pintar dari kita? bukankah > kita > > juga organ tubuh! Oh..betapa terbatasnya ilmu kita.Belum lagi, > kalau > > bicara tanda-tanda kekuasaan Allah di luar tubuh kita. Bagaimana > > denganmakhluk hidup lain? Misalnya Domba & Rusa, keduanya memakan > > makanan yang sama, yaiturumput. Tetapi output nya berbeda-beda. > > Domba bisa menghasilkan bulu yang lebat tetapi rusamenghasilkan > > tanduk yang indah dan keras.Atau ambillah makhluk kecil yang > bernama > > nyamuk, sipenghisap darah. Bukankah ia suatumahkluk ciptaan Allah > > yang luar biasa. Kecil, rapuh, tetapi bisa terbang dengan lincah, > > bisamenghisap darah bisa membuat manusia yang besarnya ratusan > kali > > dari tubuhnya menjaditidak berdaya. Dari mana asal-muasalnya > nyamuk? > > Pasti ada Pencipta dan ada yang Mengaturnyamuk-nyamuk itu? > > Jawabannya bahwa Zat pencipta itu pasti bukan manusia. Dan > > sejatinya,ternyata nyamuk hanya 1 dari milyaran jenis makhluk > hidup > > yang ada di bumi dan langit ini.¡¨Sesungguhnya Allah tidak segan > > membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecildari > itu....¡¨ > > (QS al Baqarah:26)Coba kalau checklist di atas kita kembangkan ke > > makhluk hidup lainnya: capung, gajah, buaya,burung elang, cacing, > > ikan paus, amuba, lintah, benalu, pohon pisang > > dll ....Allahuakbar.....hanya orang yang dungu, bodoh dan stupid > > saja yang tidak melihat tanda-tandakekuasaan Allah yang sedemikian > > jelas,,, sejelas-jelasnya.¡§Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak > > disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terusmenerus > mengurus > > (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa > > yangdi langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di > sisi > > Allah tanpa izin-Nya? Allahmengetahui apa-apa yang di hadapan > mereka > > dan di belakang mereka, dan mereka tidakmengetahui apa-apa dari > ilmu > > Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi* Allah meliputi > > langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, > > dan Allah MahaTinggi lagi Maha besar¡¨. (QS Al Baqarah:255)*Kursi > > dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu > Allah > > dan ada pula yangmengartikan dengan kekuasaan-Nya.Tanda-tanda lain > > atau sarana lain untuk mengenal Allah adalah melalui Firman- > > FirmanNya. Dimana Firman Allah berada? ......ya betul...Al > Qur¡¦an.Al > > Qur¡¦an adalah juga merupakan sarana untuk mengenal Allah. > > Berbahagialah orang yangsering dan intensif berinteraksi dengan Al > > Qur¡¦an. Karena berarti ia sedang dan terus dalamproses mengenal > > Tuhannya dan terus menyakinkan dirinya bahwa Allahlah Ilah Yang > > MahaEsa yang harus ia sembah selama hayat masih dikandung badan.¡¨ > (Al > > Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan > supaya > > mereka diberiperingatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui > > bahwasanya Dia adalah Tuhan yangMaha Esa dan agar orang-orang yang > > berakal mengambil pelajaran¡¨. (QS Ibrahim:52)Semakin dalam kita > > berinteraksi dan memahami Al Qur¡¦an. Firman-firmanNya akan > > mengisimemori otak kita. Semakin kita kenal dengan Firman- > firmanNya > > dalam Al Qur¡¦an, makasemakin kenal dan dekat pula kita dengan > Allah. > > Bukankah, hal ini juga terjadi ketika kitaberhubungan dengan > sesama > > manusia? Semakin kita akrab dengan seseorang. Semakin seringkita > > berkomunikasi dan semakin sering pula kata-kata orang tersebut > yang > > terngiang-ngiang dipikiran kita. Sebenarnya, ya hanya sesimpel itu > > analoginya. Insya Allah > > > > Hendra > > > |
|
|
RE: Re: Kenali AllahMas Agung.... He he he
Ga sambil baca buku aja udah pernah jatuh ketiban sepeda.... Gara-gara dinamo lampu (sepeda kuno) merosot.... Salam nuntun sepeda Nana -----Original Message----- From: Spiritual-Indonesia@... [mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of IGusti Agung Sent: Friday, September 05, 2008 8:34 AM To: Spiritual-Indonesia@... Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Kenali Allah Mencari Allah lewat buku sama dengan belajar naik sepeda dengan membaca buku......... salam " just do it" Nike. --- In Spiritual-Indonesia@..., "hendramochlas" <hendramochlas@...> wrote: > > Apa yang anda ketahui mengenai Allah Subhanahu wata¡¦ala?Seberapa > jauh kita mengenal Allah Subhanahu wata¡¦ala? Allah lah Zat yang jadi > pusat darisegala ibadah kita, pusat dari Islam dan Isu sentral dari > Al Qur¡¦an. Adalah hal yang naif bilakita beribadah kepada Allah, > tetapi kita tidak mengenal, tidak tahu dan tidak dekat denganAllah > yang kita sembah. ¡¨Tak kenal maka tak sayang¡¨.Berikut dialog antara > seorang guru yang tidak percaya adanya Tuhan dengan anak- anakmuridnya > di sebuah sekolah dasar (mudah-mudahan bukan SD di > Indonesia)¡¨Anak-anak apakah kalian melihat saya berdiri di depan > kalian?¡¨ Sang Guru bertanya.Anak-anak muridnya serentak menjawab, > ¡¨ya¡¨.¡¨Baik, itu berarti saya ada.¡¨ kata sang guru.¡¨Apakah > kalian melihat papan tulis itu?¡¨ tanyanya lebih > lanjut.¡¨Ya¡¨ ....¡¨berarti meja itu benar-benar ada¡¨¡¨Nah, apakah > kalian melihat Tuhan?¡¨¡¨Tidak¡¨ jawab para murid.¡¨Berarti, Tuhan itu > tidak ada.¡¨ Guru tersebut menjawab dengan cepat dan yakin.sejenak > kelas hening, sampai ada seorang murid cerdas yang bertanya ¡¨Apakah > kalian melihatakal guru kita?¡¨Serentak mereka > menjawab ¡¨Tidak¡¨¡¨Berarti, Guru kita tidak ada akalnya¡¨ seru anak > cerdas itu.(dikutip dari buku ¡¨Allah Subhanahu wata¡¦ala¡¨, Said Hawwa) > Apa moral dari cerita ini yang dapat kita ambil?Kadang kita > mengandalkan segala sesuatu kepada panca indera kita dan akal kita. > Tahukahanda betapa terbatasnya panca indera kita? Bahkan kadang anca > indera kita lebih lemahdibandingkan dengan makhluk lain ciptaan > Allah di bumi ini. Penciuman kita pasti kalahdengan anjing atau > beruang, pendengaran kita kalah jauh dengan rusa dan seterusnya > denganindera-indera lainnya. kelebihan kita seharusnya terletak pada > akal kita. Tetapi sayangnya akalkita pun hanya terbatas pada alam > yang bisa diraba/dirasa oleh panca indera kita > (AbdurrahmanHabanakah, Pokok-pokok Akidah Islam). Karena panca > indera kita hanya mampu berinteraksidengan dunia, maka ¡¨hanya > sebatas dunia¡¨ saja yang mampu dieksplorasi oleh akal kita. Hal- hal > di luar alam dunia, tak tersentuh sedikitpun oleh akal. Semisal > mengenai ¡¨Roh¡¨, nyaris takakan ada penemuan yang berarti mengenai > alam roh yang memang ghoib bagi manusia. Kita tahu manusia hidup > karena adanya roh, tapi roh tak pernah tertangkap oleh panca indera > kita.Otomatis otak kita tak berfungsi untuk mengeksploitasi alam roh > tersebut.¡¨Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, ¡¨Roh > itu termasuk urusan Tuhankudan tidaklah kamu diberi pengetahuan > melainkan sedikit¡¨ (Qs al Israa:85)¡¨Katakanlah, ¡¨Tidak ada > seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoibselain > Allah...¡¨ (QS an Naml:65).Jadi bagaimana dong, cara mengenal Allah? > Yang pertama harus ditanamkan adalah bahwa upaya untuk mengenal > Allah harus kita lakukansecara sengaja, dan dengan hasrat yang > membara. Bayangkan, kita akan mencari tahu Zat yangmenguasai semua > yang ada di jagad raya ini. Ustadz Said Hawwa menyatakan bahwa, > carapaling mudah mengenal Allah adalah dengan mengamati tanda- tanda > keberadaannya melaluiayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam Al > Qur¡¦an ataupun tanda-tanda yang ada di bumi danlangit (termasuk > tanda-tandanya yang terdapat dalam diri kita sendiri).Mengapa harus > seperti ini? Allah telah berfirman,¡¨Dia tidak dapat dicapai oleh > penglihatan mata....¡¨ (QS al An¡¦am:103)¡¨....Tidak ada sesuatu pun > yang serupa dengan Dia....¡¨(QS asy Syura:11)Allah telah menjelaskan, > indera kita tidak akan dapat langsung berinteraksi dengan > Allah.Jangankan melihat Zat Allah, melihat matahari saja kita tidak > mampu. Padahal matahari hanyabagian yang sangat kecil dibanding > ciptaan Allah di alam semesta ini. Indera kita tidak > dapatmembayangkan rupa Allah seperti apa? Dia lah Zat yang Maha Suci > dari segala rekayasa danbentuk khayalan manusia.Jadi kembali, mari > kita kenal Allah melalui tanda-tanda yang ada di bumi dan langit. > Allahberfirman:¡¨Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah > bagi orang-orang yang yakin danjuga pada dirimu sendiri, maka apakah > kamu tidak memperhatikan?¡¨ (adz Dzaariyaat:20-21)¡¨Dan, diantara > tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan > berlain-lainan bahasamu dan warna kulit mu. Sesungguhnya, pada yang > demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨(QS ar Ruum:22)Bukankah sudah jelas dari dua sampel ayat- > ayat Al Qur¡¦an di atas. > > Bagaimana bahasa diantara manusia bisa berbeda-beda? Itu saja sudah > merupakan pertanyaanyang sulit untuk dijawab. Apakah bahasa timbul > dan tumbuh dengan sendirinya? Atau setiapdaerah ada seorang yang > ahli pengarang bahasa untuk daerahnya? Atau...bahasa memang > sudahdimasukan satu paket dalam pengetahuan bahasa dalam diri > manusia oleh Allah?.Hanya Allah Yang Maha Tahu.Mari kita hitung- > hitung. Satu propinsi di pulau Jawa saja, bisa terdapat lebih dari 5 > bahasa dandialek yang tidak bisa dibilang sama. Misalnya, Bahasa > Sunda. Bahasa Sunda di Bandung tidakbisa dibilang sama persis dengan > bahasa Sunda di Bogor atau daerah Banten. Belum lagiCirebon yang > punya bahasa sendiri (bahasa sunda bukan tetapi bahasa jawa juga > bukan),padahal letak geografis Cirebon hanya terpisah beberapa > kilometer dari kuningan yangberbahasa Sunda. Apalagi kalau kita > bicara dengan ruang lingkup yang lebih luas, satu negaramisalnya. > Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di Indonesia? Belum lagi di > benua Asia?Apalagi kalau bicara dengan ruang lingkup dunia?. Berapa > banyak ragam bahasa dan dialek diseluruh muka bumi ini? Bukankah itu > benar-benar tanda kekuasaan Allah, kalau kita maumemikirkannya. Itu > baru bahasa!. Warna kulit manusia yang berbeda-beda, bukankah itu > jugatanda-tanda yang jelas. Bahwa ada ¡¨Zat¡¨ yang mengatur semuanya > itu, kalau kita maumenggunakan potensi akal dan memang mau > memikirkan hal tersebut. Semua jelas dan terangkalau kita mau > menggunakan potensi akal kita. Sampai-sampai kalau kita perhatikan > banyaksekali redaksional Firman Allah dalam Al Qur¡¦an yang menggugah > manusia untukmengoptimalkan akalnya.¡¨Bagi orang-orang yang > mengetahui¡¨,¡¨Bagi kaum yang berfikir¡¨,¡¨Bagi kaum yang mengetahui¡¨ > dan¡¨Orang-orang yang berakal¡¨.Sehingga, sayang sekali kalau > peringatan itu tidak benar-benar kita tindaklanjuti.Sekarang mari > kita melihat lagi, apa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam > diri kita.Pernahkah kita memikirkan hal-hal semisal di bawah ini?h > Makanan yang masuk ke mulut kita, dikunyah oleh gigi dan secara > otomatis kelenjarludah mengeluarkan enzim ptialin yang menguraikan > karbohidrat. Apakah kita mampumengontrol enzim ptialin tersebut?h > Ketika makanan tadi menuju lambung, ia akan dicampur dengan enzim > pepsin, renin danHCL. Dan lambung kita dengan pintar mencerna > protein dan lemak selama kurang lebih 3-5 jam! Apakah kepintaran > lambung kita mencerna, adalah karena perintah dari akal kitasecara > sadar?hAtau, apakah kita pernah mengajari organ hati kita untuk > melakukan detoksifikasi(memusnahkan racun), menyimpan glikogen dan > vitamin A serta membuat enzim-enzim tertentu seperti kolesterol, > cairan empedu dll?hAtau, apakah kita yang memerintahkan dan terus > memantau kerja paru-paru untuk terusmenghisap udara 24 jam sehari, > hari perminggu dan 12 bulan setahun,,,terus menerus?Bisakah kita > memungkiri adanya Zat yang mengatur organ tubuh kita? Tidak mungkin > tubuhkita bekerja sedemikian pintar dengan sendirinya! Bahkan kalau > dipikir-pikir, organ-organ itulebih pintar dari kita? bukankah kita > juga organ tubuh! Oh..betapa terbatasnya ilmu kita.Belum lagi, kalau > bicara tanda-tanda kekuasaan Allah di luar tubuh kita. Bagaimana > denganmakhluk hidup lain? Misalnya Domba & Rusa, keduanya memakan > makanan yang sama, yaiturumput. Tetapi output nya berbeda-beda. > Domba bisa menghasilkan bulu yang lebat tetapi rusamenghasilkan > tanduk yang indah dan keras.Atau ambillah makhluk kecil yang bernama > nyamuk, sipenghisap darah. Bukankah ia suatumahkluk ciptaan Allah > yang luar biasa. Kecil, rapuh, tetapi bisa terbang dengan lincah, > bisamenghisap darah bisa membuat manusia yang besarnya ratusan kali > dari tubuhnya menjaditidak berdaya. Dari mana asal-muasalnya nyamuk? > Pasti ada Pencipta dan ada yang Mengaturnyamuk-nyamuk itu? > Jawabannya bahwa Zat pencipta itu pasti bukan manusia. Dan > sejatinya,ternyata nyamuk hanya 1 dari milyaran jenis makhluk hidup > yang ada di bumi dan langit ini.¡¨Sesungguhnya Allah tidak segan > membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecildari itu....¡¨ > (QS al Baqarah:26)Coba kalau checklist di atas kita kembangkan ke > makhluk hidup lainnya: capung, gajah, buaya,burung elang, cacing, > ikan paus, amuba, lintah, benalu, pohon pisang > dll ....Allahuakbar.....hanya orang yang dungu, bodoh dan stupid > saja yang tidak melihat tanda-tandakekuasaan Allah yang sedemikian > jelas,,, sejelas-jelasnya.¡§Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak > disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terusmenerus mengurus > (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa > yangdi langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi > Allah tanpa izin-Nya? Allahmengetahui apa-apa yang di hadapan mereka > dan di belakang mereka, dan mereka tidakmengetahui apa-apa dari ilmu > Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi* Allah meliputi > langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, > dan Allah MahaTinggi lagi Maha besar¡¨. (QS Al Baqarah:255)*Kursi > dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah > dan ada pula yangmengartikan dengan kekuasaan-Nya.Tanda-tanda lain > atau sarana lain untuk mengenal Allah adalah melalui Firman- > FirmanNya. Dimana Firman Allah berada? ......ya betul...Al Qur¡¦an.Al > Qur¡¦an adalah juga merupakan sarana untuk mengenal Allah. > Berbahagialah orang yangsering dan intensif berinteraksi dengan Al > Qur¡¦an. Karena berarti ia sedang dan terus dalamproses mengenal > Tuhannya dan terus menyakinkan dirinya bahwa Allahlah Ilah Yang > MahaEsa yang harus ia sembah selama hayat masih dikandung badan.¡¨ (Al > Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya > mereka diberiperingatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui > bahwasanya Dia adalah Tuhan yangMaha Esa dan agar orang-orang yang > berakal mengambil pelajaran¡¨. (QS Ibrahim:52)Semakin dalam kita > berinteraksi dan memahami Al Qur¡¦an. Firman-firmanNya akan > mengisimemori otak kita. Semakin kita kenal dengan Firman- firmanNya > dalam Al Qur¡¦an, makasemakin kenal dan dekat pula kita dengan Allah. > Bukankah, hal ini juga terjadi ketika kitaberhubungan dengan sesama > manusia? Semakin kita akrab dengan seseorang. Semakin seringkita > berkomunikasi dan semakin sering pula kata-kata orang tersebut yang > terngiang-ngiang dipikiran kita. Sebenarnya, ya hanya sesimpel itu > analoginya. Insya Allah > > Hendra > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links |
|
|
Re: Kenali Allahsaya ada sepeda seperti itu yang akan saya jual, please read my adverts in today trading post.. FOR SALE !! Brand new push bike , unlimited imagination, Also brand new , never use Air Guitar . $ 84.99.. for the lot , will seperate. Free Postage and handling , will post around the world. Thank you..... --- In Spiritual-Indonesia@..., "benediktus_sudjanto" <benediktus_sudjanto@...> wrote: > > hebatnya belajar naik sepeda lewat buku adalah: > - tak perlu punya atau pinjam sepeda > - tak perlu keliling jalan > - tak bakalan jatuh > - tak bakalan nabrak atau ketabrak > - langsung bisa > - bisa keliling jalan dan bahkan keluar-masuk awan > - bisa boncengin orang sekampung bergantian tanpa capek > - dll sesuai imajinasi > > 'just read it' > 'let imagine' > 'No Duit' > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "IGusti Agung" > <agungpindha@> wrote: > > > > > > Mencari Allah lewat buku sama dengan belajar naik sepeda > > dengan membaca buku......... > > > > salam " just do it" > > Nike. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@..., "hendramochlas" > > <hendramochlas@> wrote: > > > > > > Apa yang anda ketahui mengenai Allah Subhanahu wata¡¦ala? > > > jauh kita mengenal Allah Subhanahu wata¡¦ala? Allah lah Zat yang > > jadi > > > pusat darisegala ibadah kita, pusat dari Islam dan Isu sentral > > dari > > > Al Qur¡¦an. Adalah hal yang naif bilakita beribadah kepada Allah, > > > tetapi kita tidak mengenal, tidak tahu dan tidak dekat denganAllah > > > yang kita sembah. ¡¨Tak kenal maka tak sayang¡¨.Berikut dialog > > antara > > > seorang guru yang tidak percaya adanya Tuhan dengan anak- > > > anakmuridnya di sebuah sekolah dasar (mudah-mudahan bukan SD di > > > Indonesia)¡¨Anak-anak apakah kalian melihat saya berdiri di depan > > > kalian?¡¨ Sang Guru bertanya.Anak-anak muridnya serentak > > > menjawab, ¡¨ya¡¨.¡¨Baik, itu berarti saya ada.¡¨ kata sang > > guru.¡¨Apakah > > > kalian melihat papan tulis itu?¡¨ tanyanya lebih > > > lanjut.¡¨Ya¡¨ ....¡¨berarti meja itu benar-benar ada¡¨¡¨Nah, > > apakah > > > kalian melihat Tuhan?¡¨¡¨Tidak¡¨ jawab para murid.¡¨Berarti, Tuhan > > itu > > > tidak ada.¡¨ Guru tersebut menjawab dengan cepat dan yakin.sejenak > > > kelas hening, sampai ada seorang murid cerdas yang bertanya > > ¡¨Apakah > > > kalian melihatakal guru kita?¡¨Serentak mereka > > > menjawab ¡¨Tidak¡¨¡¨Berarti, Guru kita tidak ada akalnya¡¨ seru > > anak > > > cerdas itu.(dikutip dari buku ¡¨Allah Subhanahu wata¡¦ala¡¨, Said > > Hawwa) > > > Apa moral dari cerita ini yang dapat kita ambil?Kadang kita > > > mengandalkan segala sesuatu kepada panca indera kita dan akal > > kita. > > > Tahukahanda betapa terbatasnya panca indera kita? Bahkan kadang > > anca > > > indera kita lebih lemahdibandingkan dengan makhluk lain ciptaan > > > Allah di bumi ini. Penciuman kita pasti kalahdengan anjing atau > > > beruang, pendengaran kita kalah jauh dengan rusa dan seterusnya > > > denganindera-indera lainnya. kelebihan kita seharusnya terletak > > pada > > > akal kita. Tetapi sayangnya akalkita pun hanya terbatas pada alam > > > yang bisa diraba/dirasa oleh panca indera kita > > > (AbdurrahmanHabanakah, Pokok-pokok Akidah Islam). Karena panca > > > indera kita hanya mampu berinteraksidengan dunia, maka ¡¨hanya > > > sebatas dunia¡¨ saja yang mampu dieksplorasi oleh akal kita. Hal- > > hal > > > di luar alam dunia, tak tersentuh sedikitpun oleh akal. Semisal > > > mengenai ¡¨Roh¡¨, nyaris takakan ada penemuan yang berarti > > mengenai > > > alam roh yang memang ghoib bagi manusia. Kita tahu manusia hidup > > > karena adanya roh, tapi roh tak pernah tertangkap oleh panca > > indera > > > kita.Otomatis otak kita tak berfungsi untuk mengeksploitasi alam > > roh > > > tersebut.¡¨Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, > > ¡¨Roh > > > itu termasuk urusan Tuhankudan tidaklah kamu diberi pengetahuan > > > melainkan sedikit¡¨ (Qs al Israa:85)¡¨Katakanlah, ¡¨Tidak ada > > > seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara > > ghoibselain > > > Allah...¡¨ (QS an Naml:65).Jadi bagaimana dong, cara mengenal > > Allah? > > > Yang pertama harus ditanamkan adalah bahwa upaya untuk mengenal > > > Allah harus kita lakukansecara sengaja, dan dengan hasrat yang > > > membara. Bayangkan, kita akan mencari tahu Zat yangmenguasai semua > > > yang ada di jagad raya ini. Ustadz Said Hawwa menyatakan bahwa, > > > carapaling mudah mengenal Allah adalah dengan mengamati tanda- > > tanda > > > keberadaannya melaluiayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam Al > > > Qur¡¦an ataupun tanda-tanda yang ada di bumi danlangit (termasuk > > > tanda-tandanya yang terdap |