|
View:
New views
20 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
| < Prev | 1 - 2 | Next > |
|
|
Bls: Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama???????Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan yaitu nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha Esa. Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama tidak termasuk yang sesat.
Mustakim ----- Pesan Asli ---- Dari: dohan satria <danadyaksa06@...> Kepada: mayapadaprana@...; Spiritual-Indonesia@...; harmonisasi-universal@...; David Goh <david_9oh@...> Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 Topik: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? Salam Sejati Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi Agama sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling benar ,bagamana nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? DOdo Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com ___________________________________________________________________________ Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search. http://id.search.yahoo.com/search?p=%22ramalan+bintang%22&cs=bz&fr=fp-top |
|
|
Re: Bls: Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama???????Salam,
Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang dipopagandakan. Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka perbuat dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti tidak membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik. Wasalam, Wal Suparmo --- On Wed, 16/7/08, Mustakim Komar <mtk210649@...> wrote: From: Mustakim Komar <mtk210649@...> Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? To: Spiritual-Indonesia@... Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan yaitu nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha Esa. Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama tidak termasuk yang sesat. Mustakim ----- Pesan Asli ---- Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; David Goh <david_9oh@yahoo. com> Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? Salam Sejati Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi Agama sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling benar ,bagamana nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? DOdo Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com |
|
|
Berhati-hatilah memilih "Tuhan""Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh
jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang." Albert Einstein Ketika membaca tulisan diatas disalah satu web, saya jadi teringat kepada pengalaman lama saya. ketika itu saya naik taksi, kemudian si sopir taksi (dari jawa) membahas peristiwa keagamaan saat itu (sorry saya lupa), kemudian dia berkata "agama itu apa? duluan mana antara agama sama aturan laku? mengapa orang mendahulukan agama, tetapi perilakunya buruk". Saya cuman tersenyum, waktu itu, saya cuman berpikir ini mesti orang kejawen nih (sama dong!). walaupun demikian ketika simulasi kematian, saya mendapatkan hal lain. ketika meninggal seseorang yang mempunyai ikatan agama akan tertarik ke 'kehidupan spiritual yang terkait dengan agama tersebut' - orang yang meninggal akan melayang jiwanya kemudian seperti ada yang membimbing untuk memasuki suatu lorong dilangit yang menuju ke kehidupan spiritual agama tersebut, setelah sampai dipintu gerbang kehidupan spiritual tersebut, maka akan ada 'tes' bahwa anda memang berhak masuk ke kehidupan spiritual tersebut. Hal ini juga berlaku bagi penyembah 'tuhan' lainnya, orang yang menyembah dewa api misalnya akan 'kembali' ke kehidupan spiritual dimana dewa api berada, begitu juga yang terikat dengan keyakinan tertentu misalnya keluarga, keduniwaian, dll - Bagi yang "terhubung"/terikat duniawi lebih mungkin untuk tetap didunia ketika ia meninggal. oleh karena demikianlah, maka spiritualist biasanya tidak ingin terlalu duniawi, karena setelah meninggal dia ingin mengalami kenaikan (ascend) kekehidupan yang lebih baik dan tidak ingin tidak terikat dengan bumi. oleh karena itulah ia belajar 'zuhud'(islam) atau ketidak melekatan (buddha) untuk tidak terikat duniawi, dilain pihak dia 'beriman' untuk 'terhubung' dengan kehidupan spiritualnya, dengan demikian ketika dia meninggal ia dengan begitu cepat meninggalkan dunia menuju ke tempat kehidupan spiritual dimana dia terhubung berada. Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan keyakinan akan 'Tuhan' anda, karena ke kehidupan spiritual 'Tuhan' anda itulah anda akan kembali --- In Spiritual-Indonesia@..., Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote: > > Salam, > Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. > Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang dipopagandakan. > Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka perbuat dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti tidak membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik. > Wasalam, > Wal Suparmo > > --- On Wed, 16/7/08, Mustakim Komar <mtk210649@...> wrote: > > From: Mustakim Komar <mtk210649@...> > Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > To: Spiritual-Indonesia@... > Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM > > > > > > > > > Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan yaitu intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha Esa. Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama tidak termasuk yang sesat. >  > Mustakim > > > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; David Goh <david_9oh@yahoo. com> > Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 > Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > > > > > > > > > > Salam Sejati > Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling benar ,bagamana nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? >  > SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? >  > DOdo > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com > > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > |
|
|
Re: Bls: Apakah nasib Manusia sebelum ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama???????kemarin ada kejadian....beberapa orang berkumpul...salah satu orang
membuka percakapan... PakBambang, saya orang ISLAM..bla bla blabla...lalu jawaban saya... Bapak Orang ISLAM ya, orang itu menjawab ...Iya...kalau Pak Bambang...saya langsung jawab... SAYA ORANG HIDUP.....semua terdiam...diam. nDoe...pembelajaran pertama dimulai. Wal Suparmo wrote: > > Salam, > > Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. > > Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang dipopagandakan.. > > Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka perbuat > dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti tidak membuat > manusia dan dunia menjadi lebih baik. > > Wasalam, > > Wal Suparmo > > --- On *Wed, 16/7/08, Mustakim Komar /<mtk210649@...>/* wrote: > > From: Mustakim Komar <mtk210649@...> > Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia sebelum > ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > To: Spiritual-Indonesia@... > Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM > > Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan yaitu > nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang > intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha > Esa. Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, > Maha Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama > tidak termasuk yang sesat. > > Mustakim > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia > @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; > David Goh <david_9oh@yahoo. com> > Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 > Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum ada > agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > > > Salam Sejati > > Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat karena > tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi Agama sudah > sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling benar ,bagamana > nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? > > > > SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? > > > > DOdo > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger > .yahoo.com > > > ------------------------------------------------------------------------ > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > |
|
|
Re: Berhati-hatilah memilih "Tuhan"yang penting LAKU DIRI...mas Yoyok mau kemana...?
nDoe. Yoyok Suyoko wrote: > > "Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh > jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang." > Albert Einstein > > Ketika membaca tulisan diatas disalah satu web, saya jadi teringat > kepada pengalaman lama saya. ketika itu saya naik taksi, kemudian si > sopir taksi (dari jawa) membahas peristiwa keagamaan saat itu (sorry > saya lupa), kemudian dia berkata "agama itu apa? duluan mana antara > agama sama aturan laku? mengapa orang mendahulukan agama, tetapi > perilakunya buruk". Saya cuman tersenyum, waktu itu, saya cuman > berpikir ini mesti orang kejawen nih (sama dong!). > > walaupun demikian ketika simulasi kematian, saya mendapatkan hal > lain. ketika meninggal seseorang yang mempunyai ikatan agama akan > tertarik ke 'kehidupan spiritual yang terkait dengan agama > tersebut' - orang yang meninggal akan melayang jiwanya kemudian > seperti ada yang membimbing untuk memasuki suatu lorong dilangit > yang menuju ke kehidupan spiritual agama tersebut, setelah sampai > dipintu gerbang kehidupan spiritual tersebut, maka akan ada 'tes' > bahwa anda memang berhak masuk ke kehidupan spiritual tersebut. > > Hal ini juga berlaku bagi penyembah 'tuhan' lainnya, orang yang > menyembah dewa api misalnya akan 'kembali' ke kehidupan spiritual > dimana dewa api berada, begitu juga yang terikat dengan keyakinan > tertentu misalnya keluarga, keduniwaian, dll - Bagi > yang "terhubung"/terikat duniawi lebih mungkin untuk tetap didunia > ketika ia meninggal. oleh karena demikianlah, maka spiritualist > biasanya tidak ingin terlalu duniawi, karena setelah meninggal dia > ingin mengalami kenaikan (ascend) kekehidupan yang lebih baik dan > tidak ingin tidak terikat dengan bumi. oleh karena itulah ia > belajar 'zuhud'(islam) atau ketidak melekatan (buddha) untuk tidak > terikat duniawi, dilain pihak dia 'beriman' untuk 'terhubung' dengan > kehidupan spiritualnya, dengan demikian ketika dia meninggal ia > dengan begitu cepat meninggalkan dunia menuju ke tempat kehidupan > spiritual dimana dia terhubung berada. > > Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan keyakinan akan 'Tuhan' anda, > karena ke kehidupan spiritual 'Tuhan' anda itulah anda akan kembali > > --- In Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Wal Suparmo > <wal.suparmo@...> wrote: > > > > Salam, > > Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. > > Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang > dipopagandakan. > > Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka > perbuat dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti tidak > membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik. > > Wasalam, > > Wal Suparmo > > > > --- On Wed, 16/7/08, Mustakim Komar <mtk210649@...> wrote: > > > > From: Mustakim Komar <mtk210649@...> > > Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia sebelum > ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > To: Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan yaitu > nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang > intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha Esa. > Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha > Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama tidak > termasuk yang sesat. > >  > > Mustakim > > > > > > > > ----- Pesan Asli ---- > > Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> > > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia > @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; David > Goh <david_9oh@yahoo. com> > > Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 > > Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum ada > agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam Sejati > > Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat > karena tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi Agama > sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling benar ,bagamana > nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? > >  > > SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? > >  > > DOdo > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger .yahoo.com > > > > > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com> > > > > |
|
|
Re: Re: Berhati-hatilah memilih "Tuhan"Ya udah kalau engkau sudah tahu tujuanmu...
hanya engkau sendiri yang tahu tujuanmu. ndoe. Yoyok Suyoko wrote: > > He he karena saya suka 'terbang' (OOBE) kadang saya coba masuk alam > spiritual untuk mengetahui bagaimana kehidupan spiritual agama- > agama, misalnya Jawi(kejawen), buddha, hindhu, islam (Allah), dll. > tetapi mengenai agama hal ini terserah masing-masing aja kok, asal > tahu konsekuensinya. lakupun bila diyakini juga berarti agama juga > kan pak. trims. > > --- In Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Bambang <bambang@...> > wrote: > > > > yang penting LAKU DIRI...mas Yoyok mau kemana...? > > > > > > > > > > > > nDoe. > > > > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > > > "Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan > seluruh > > > jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang." > > > Albert Einstein > > > > > > Ketika membaca tulisan diatas disalah satu web, saya jadi > teringat > > > kepada pengalaman lama saya. ketika itu saya naik taksi, > kemudian si > > > sopir taksi (dari jawa) membahas peristiwa keagamaan saat itu > (sorry > > > saya lupa), kemudian dia berkata "agama itu apa? duluan mana > antara > > > agama sama aturan laku? mengapa orang mendahulukan agama, tetapi > > > perilakunya buruk". Saya cuman tersenyum, waktu itu, saya cuman > > > berpikir ini mesti orang kejawen nih (sama dong!). > > > > > > walaupun demikian ketika simulasi kematian, saya mendapatkan hal > > > lain. ketika meninggal seseorang yang mempunyai ikatan agama akan > > > tertarik ke 'kehidupan spiritual yang terkait dengan agama > > > tersebut' - orang yang meninggal akan melayang jiwanya kemudian > > > seperti ada yang membimbing untuk memasuki suatu lorong dilangit > > > yang menuju ke kehidupan spiritual agama tersebut, setelah sampai > > > dipintu gerbang kehidupan spiritual tersebut, maka akan ada 'tes' > > > bahwa anda memang berhak masuk ke kehidupan spiritual tersebut. > > > > > > Hal ini juga berlaku bagi penyembah 'tuhan' lainnya, orang yang > > > menyembah dewa api misalnya akan 'kembali' ke kehidupan spiritual > > > dimana dewa api berada, begitu juga yang terikat dengan keyakinan > > > tertentu misalnya keluarga, keduniwaian, dll - Bagi > > > yang "terhubung"/terikat duniawi lebih mungkin untuk tetap > didunia > > > ketika ia meninggal. oleh karena demikianlah, maka spiritualist > > > biasanya tidak ingin terlalu duniawi, karena setelah meninggal > dia > > > ingin mengalami kenaikan (ascend) kekehidupan yang lebih baik dan > > > tidak ingin tidak terikat dengan bumi. oleh karena itulah ia > > > belajar 'zuhud'(islam) atau ketidak melekatan (buddha) untuk > tidak > > > terikat duniawi, dilain pihak dia 'beriman' untuk 'terhubung' > dengan > > > kehidupan spiritualnya, dengan demikian ketika dia meninggal ia > > > dengan begitu cepat meninggalkan dunia menuju ke tempat kehidupan > > > spiritual dimana dia terhubung berada. > > > > > > Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan keyakinan akan 'Tuhan' > anda, > > > karena ke kehidupan spiritual 'Tuhan' anda itulah anda akan > kembali > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Wal Suparmo > > > <wal.suparmo@> wrote: > > > > > > > > Salam, > > > > Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. > > > > Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang > > > dipopagandakan. > > > > Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka > > > perbuat dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti > tidak > > > membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik. > > > > Wasalam, > > > > Wal Suparmo > > > > > > > > --- On Wed, 16/7/08, Mustakim Komar <mtk210649@> wrote: > > > > > > > > From: Mustakim Komar <mtk210649@> > > > > Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia > sebelum > > > ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal > AGama??????? > > > > To: Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > > Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan > yaitu > > > nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang > > > intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha > Esa. > > > Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha > > > Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama tidak > > > termasuk yang sesat. > > > >  > > > > Mustakim > > > > > > > > > > > > > > > > ----- Pesan Asli ---- > > > > Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> > > > > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia > > > @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; > David > > > Goh <david_9oh@yahoo. com> > > > > Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 > > > > Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum ada > > > agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam Sejati > > > > Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat > > > karena tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi Agama > > > sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling > benar ,bagamana > > > nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? > > > >  > > > > SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? > > > >  > > > > DOdo > > > > Send instant messages to your online friends > > > http://uk.messenger .yahoo.com > > > > > > > > > > > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > > > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail > dan > > > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > > > http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com> > <http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com>> > > > > > > > > > > > > > > |
|
|
Re: Berhati-hatilah memilih "Tuhan"He he karena saya suka 'terbang' (OOBE) kadang saya coba masuk alam
spiritual untuk mengetahui bagaimana kehidupan spiritual agama- agama, misalnya Jawi(kejawen), buddha, hindhu, islam (Allah), dll. tetapi mengenai agama hal ini terserah masing-masing aja kok, asal tahu konsekuensinya. lakupun bila diyakini juga berarti agama juga kan pak. trims. --- In Spiritual-Indonesia@..., Bambang <bambang@...> wrote: > > yang penting LAKU DIRI...mas Yoyok mau kemana...? > > > > > > nDoe. > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > "Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan > > jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang." > > Albert Einstein > > > > Ketika membaca tulisan diatas disalah satu web, saya jadi teringat > > kepada pengalaman lama saya. ketika itu saya naik taksi, kemudian si > > sopir taksi (dari jawa) membahas peristiwa keagamaan saat itu (sorry > > saya lupa), kemudian dia berkata "agama itu apa? duluan mana antara > > agama sama aturan laku? mengapa orang mendahulukan agama, tetapi > > perilakunya buruk". Saya cuman tersenyum, waktu itu, saya cuman > > berpikir ini mesti orang kejawen nih (sama dong!). > > > > walaupun demikian ketika simulasi kematian, saya mendapatkan hal > > lain. ketika meninggal seseorang yang mempunyai ikatan agama akan > > tertarik ke 'kehidupan spiritual yang terkait dengan agama > > tersebut' - orang yang meninggal akan melayang jiwanya kemudian > > seperti ada yang membimbing untuk memasuki suatu lorong dilangit > > yang menuju ke kehidupan spiritual agama tersebut, setelah sampai > > dipintu gerbang kehidupan spiritual tersebut, maka akan ada 'tes' > > bahwa anda memang berhak masuk ke kehidupan spiritual tersebut. > > > > Hal ini juga berlaku bagi penyembah 'tuhan' lainnya, orang yang > > menyembah dewa api misalnya akan 'kembali' ke kehidupan spiritual > > dimana dewa api berada, begitu juga yang terikat dengan keyakinan > > tertentu misalnya keluarga, keduniwaian, dll - Bagi > > yang "terhubung"/terikat duniawi lebih mungkin untuk tetap > > ketika ia meninggal. oleh karena demikianlah, maka spiritualist > > biasanya tidak ingin terlalu duniawi, karena setelah meninggal dia > > ingin mengalami kenaikan (ascend) kekehidupan yang lebih baik dan > > tidak ingin tidak terikat dengan bumi. oleh karena itulah ia > > belajar 'zuhud'(islam) atau ketidak melekatan (buddha) untuk tidak > > terikat duniawi, dilain pihak dia 'beriman' untuk 'terhubung' dengan > > kehidupan spiritualnya, dengan demikian ketika dia meninggal ia > > dengan begitu cepat meninggalkan dunia menuju ke tempat kehidupan > > spiritual dimana dia terhubung berada. > > > > Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan keyakinan akan 'Tuhan' anda, > > karena ke kehidupan spiritual 'Tuhan' anda itulah anda akan kembali > > > > --- In Spiritual-Indonesia@... > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Wal Suparmo > > <wal.suparmo@> wrote: > > > > > > Salam, > > > Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. > > > Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang > > dipopagandakan. > > > Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka > > perbuat dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti > > membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik. > > > Wasalam, > > > Wal Suparmo > > > > > > --- On Wed, 16/7/08, Mustakim Komar <mtk210649@> wrote: > > > > > > From: Mustakim Komar <mtk210649@> > > > Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia sebelum > > ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > > To: Spiritual-Indonesia@... > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan > > nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang > > intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha Esa. > > Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha > > Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama tidak > > termasuk yang sesat. > > >  > > > Mustakim > > > > > > > > > > > > ----- Pesan Asli ---- > > > Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> > > > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia > > @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; > > Goh <david_9oh@yahoo. com> > > > Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 > > > Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum ada > > agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam Sejati > > > Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat > > karena tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi Agama > > sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling > > nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? > > >  > > > SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? > > >  > > > DOdo > > > Send instant messages to your online friends > > http://uk.messenger .yahoo.com > > > > > > > > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail > > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > > http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com> > > > > > > > > |
|
|
Re: Berhati-hatilah memilih "Tuhan"ya deh mAS yOYOK..
Kalau yg muslim tp spiritualist/universalist atau yg bukan agama tp universalist ;lari'kemana nanti setelah matinya MAs? Apa di luar alam ágama'nya itu? Salam --- In Spiritual-Indonesia@..., Bambang <bambang@...> wrote: > > Ya udah kalau engkau sudah tahu tujuanmu... > > hanya engkau sendiri yang tahu tujuanmu. > > > > > ndoe. > > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > He he karena saya suka 'terbang' (OOBE) kadang saya coba masuk > > spiritual untuk mengetahui bagaimana kehidupan spiritual agama- > > agama, misalnya Jawi(kejawen), buddha, hindhu, islam (Allah), dll. > > tetapi mengenai agama hal ini terserah masing-masing aja kok, asal > > tahu konsekuensinya. lakupun bila diyakini juga berarti agama juga > > kan pak. trims. > > > > --- In Spiritual-Indonesia@... > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Bambang <bambang@> > > wrote: > > > > > > yang penting LAKU DIRI...mas Yoyok mau kemana...? > > > > > > > > > > > > > > > > > > nDoe. > > > > > > > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > > > > > "Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan > > seluruh > > > > jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan > > > > Albert Einstein > > > > > > > > Ketika membaca tulisan diatas disalah satu web, saya jadi > > teringat > > > > kepada pengalaman lama saya. ketika itu saya naik taksi, > > kemudian si > > > > sopir taksi (dari jawa) membahas peristiwa keagamaan saat itu > > (sorry > > > > saya lupa), kemudian dia berkata "agama itu apa? duluan mana > > antara > > > > agama sama aturan laku? mengapa orang mendahulukan agama, > > > > perilakunya buruk". Saya cuman tersenyum, waktu itu, saya cuman > > > > berpikir ini mesti orang kejawen nih (sama dong!). > > > > > > > > walaupun demikian ketika simulasi kematian, saya mendapatkan hal > > > > lain. ketika meninggal seseorang yang mempunyai ikatan agama akan > > > > tertarik ke 'kehidupan spiritual yang terkait dengan agama > > > > tersebut' - orang yang meninggal akan melayang jiwanya kemudian > > > > seperti ada yang membimbing untuk memasuki suatu lorong dilangit > > > > yang menuju ke kehidupan spiritual agama tersebut, setelah sampai > > > > dipintu gerbang kehidupan spiritual tersebut, maka akan ada 'tes' > > > > bahwa anda memang berhak masuk ke kehidupan spiritual tersebut. > > > > > > > > Hal ini juga berlaku bagi penyembah 'tuhan' lainnya, orang yang > > > > menyembah dewa api misalnya akan 'kembali' ke kehidupan spiritual > > > > dimana dewa api berada, begitu juga yang terikat dengan keyakinan > > > > tertentu misalnya keluarga, keduniwaian, dll - Bagi > > > > yang "terhubung"/terikat duniawi lebih mungkin untuk tetap > > didunia > > > > ketika ia meninggal. oleh karena demikianlah, maka spiritualist > > > > biasanya tidak ingin terlalu duniawi, karena setelah meninggal > > dia > > > > ingin mengalami kenaikan (ascend) kekehidupan yang lebih baik dan > > > > tidak ingin tidak terikat dengan bumi. oleh karena itulah ia > > > > belajar 'zuhud'(islam) atau ketidak melekatan (buddha) untuk > > tidak > > > > terikat duniawi, dilain pihak dia 'beriman' untuk 'terhubung' > > dengan > > > > kehidupan spiritualnya, dengan demikian ketika dia meninggal ia > > > > dengan begitu cepat meninggalkan dunia menuju ke tempat kehidupan > > > > spiritual dimana dia terhubung berada. > > > > > > > > Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan keyakinan akan 'Tuhan' > > anda, > > > > karena ke kehidupan spiritual 'Tuhan' anda itulah anda akan > > kembali > > > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@... > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Wal Suparmo > > > > <wal.suparmo@> wrote: > > > > > > > > > > Salam, > > > > > Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. > > > > > Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang > > > > dipopagandakan. > > > > > Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka > > > > perbuat dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti > > tidak > > > > membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik. > > > > > Wasalam, > > > > > Wal Suparmo > > > > > > > > > > --- On Wed, 16/7/08, Mustakim Komar <mtk210649@> wrote: > > > > > > > > > > From: Mustakim Komar <mtk210649@> > > > > > Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia > > sebelum > > > > ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal > > AGama??????? > > > > > To: Spiritual-Indonesia@... > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > > > Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan > > yaitu > > > > nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang > > > > intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha > > Esa. > > > > Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha > > > > Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama > > > > termasuk yang sesat. > > > > >  > > > > > Mustakim > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ----- Pesan Asli ---- > > > > > Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> > > > > > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia > > > > @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; > > David > > > > Goh <david_9oh@yahoo. com> > > > > > Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 > > > > > Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum > > > > agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal AGama??????? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam Sejati > > > > > Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat > > > > karena tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi > > > > sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling > > benar ,bagamana > > > > nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? > > > > >  > > > > > SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? > > > > >  > > > > > DOdo > > > > > Send instant messages to your online friends > > > > http://uk.messenger .yahoo.com > > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > > > > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru > > dan > > > > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > > > > http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com> > > <http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com>> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > |
|
|
Re: Re: Berhati-hatilah memilih "Tuhan"Menurutmu kemana...dan kemana TUJUANMU yang sebenarnya.?
nDoe. the_most_braveheart wrote: > > ya deh mAS yOYOK.. > > Kalau yg muslim tp spiritualist/universalist atau yg bukan agama tp > universalist ;lari'kemana nanti setelah matinya MAs? > > Apa di luar alam ágama'nya itu? > > Salam > --- In Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Bambang <bambang@...> > wrote: > > > > Ya udah kalau engkau sudah tahu tujuanmu... > > > > hanya engkau sendiri yang tahu tujuanmu. > > > > > > > > > > ndoe. > > > > > > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > > > He he karena saya suka 'terbang' (OOBE) kadang saya coba masuk > alam > > > spiritual untuk mengetahui bagaimana kehidupan spiritual agama- > > > agama, misalnya Jawi(kejawen), buddha, hindhu, islam (Allah), dll. > > > tetapi mengenai agama hal ini terserah masing-masing aja kok, asal > > > tahu konsekuensinya. lakupun bila diyakini juga berarti agama juga > > > kan pak. trims. > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Bambang <bambang@> > > > wrote: > > > > > > > > yang penting LAKU DIRI...mas Yoyok mau kemana...? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > nDoe. > > > > > > > > > > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > > > > > > > "Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan > > > seluruh > > > > > jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan > seseorang." > > > > > Albert Einstein > > > > > > > > > > Ketika membaca tulisan diatas disalah satu web, saya jadi > > > teringat > > > > > kepada pengalaman lama saya. ketika itu saya naik taksi, > > > kemudian si > > > > > sopir taksi (dari jawa) membahas peristiwa keagamaan saat itu > > > (sorry > > > > > saya lupa), kemudian dia berkata "agama itu apa? duluan mana > > > antara > > > > > agama sama aturan laku? mengapa orang mendahulukan agama, > tetapi > > > > > perilakunya buruk". Saya cuman tersenyum, waktu itu, saya > cuman > > > > > berpikir ini mesti orang kejawen nih (sama dong!). > > > > > > > > > > walaupun demikian ketika simulasi kematian, saya mendapatkan > hal > > > > > lain. ketika meninggal seseorang yang mempunyai ikatan agama > akan > > > > > tertarik ke 'kehidupan spiritual yang terkait dengan agama > > > > > tersebut' - orang yang meninggal akan melayang jiwanya > kemudian > > > > > seperti ada yang membimbing untuk memasuki suatu lorong > dilangit > > > > > yang menuju ke kehidupan spiritual agama tersebut, setelah > sampai > > > > > dipintu gerbang kehidupan spiritual tersebut, maka akan > ada 'tes' > > > > > bahwa anda memang berhak masuk ke kehidupan spiritual > tersebut. > > > > > > > > > > Hal ini juga berlaku bagi penyembah 'tuhan' lainnya, orang > yang > > > > > menyembah dewa api misalnya akan 'kembali' ke kehidupan > spiritual > > > > > dimana dewa api berada, begitu juga yang terikat dengan > keyakinan > > > > > tertentu misalnya keluarga, keduniwaian, dll - Bagi > > > > > yang "terhubung"/terikat duniawi lebih mungkin untuk tetap > > > didunia > > > > > ketika ia meninggal. oleh karena demikianlah, maka > spiritualist > > > > > biasanya tidak ingin terlalu duniawi, karena setelah meninggal > > > dia > > > > > ingin mengalami kenaikan (ascend) kekehidupan yang lebih baik > dan > > > > > tidak ingin tidak terikat dengan bumi. oleh karena itulah ia > > > > > belajar 'zuhud'(islam) atau ketidak melekatan (buddha) untuk > > > tidak > > > > > terikat duniawi, dilain pihak dia 'beriman' untuk 'terhubung' > > > dengan > > > > > kehidupan spiritualnya, dengan demikian ketika dia meninggal > ia > > > > > dengan begitu cepat meninggalkan dunia menuju ke tempat > kehidupan > > > > > spiritual dimana dia terhubung berada. > > > > > > > > > > Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan keyakinan akan 'Tuhan' > > > anda, > > > > > karena ke kehidupan spiritual 'Tuhan' anda itulah anda akan > > > kembali > > > > > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Wal Suparmo > > > > > <wal.suparmo@> wrote: > > > > > > > > > > > > Salam, > > > > > > Orang tidak beragama juga tidak PETHEKEN. > > > > > > Orang harus beragama kaena harus tunduk kepada agama yang > > > > > dipopagandakan. > > > > > > Lebih baik TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN dari pada yang mereka > > > > > perbuat dengan apa yang mereka perbuat sekarang yang terbukti > > > tidak > > > > > membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik. > > > > > > Wasalam, > > > > > > Wal Suparmo > > > > > > > > > > > > --- On Wed, 16/7/08, Mustakim Komar <mtk210649@> wrote: > > > > > > > > > > > > From: Mustakim Komar <mtk210649@> > > > > > > Subject: Bls: [Spiritual-Indonesia] Apakah nasib Manusia > > > sebelum > > > > > ada agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal > > > AGama??????? > > > > > > To: Spiritual-Indonesia@... > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com> > > > > > > Date: Wednesday, 16 July, 2008, 9:25 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Menurut ajaran agama Islam sejak manusia pertama diciptakan > > > yaitu > > > > > nabi Adam AS, beliau telah dianugrahi ajaran agama Islam, yang > > > > > intinya hanya mengakui atau syariatnya adanya Allah Yang Maha > > > Esa. > > > > > Kalau menurut saya karena Allah Maha Asih, Maha Mengerti, Maha > > > > > Pengampun dan seterusnya mereka yang belum mengenal agama > tidak > > > > > termasuk yang sesat. > > > > > >  > > > > > > Mustakim > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ----- Pesan Asli ---- > > > > > > Dari: dohan satria <danadyaksa06@ yahoo.com> > > > > > > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com; Spiritual-Indonesia > > > > > @yahoogroups. com; harmonisasi- universal@ googlegroups. com; > > > David > > > > > Goh <david_9oh@yahoo. com> > > > > > > Terkirim: Rabu, 16 Juli, 2008 19:04:49 > > > > > > Topik: [Spiritual-Indonesi a] Apakah nasib Manusia sebelum > ada > > > > > agama yang artinya Orang Sesat karena tidak mengenal > AGama??????? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam Sejati > > > > > > Apakah nasib Manusia sebelum ada agama artinya Orang Sesat > > > > > karena tidak mengenal AGama??????? terkait Melihat kondisi > Agama > > > > > sudah sangat di agung agungkan sebagai KONSEP paling > > > benar ,bagamana > > > > > nasib manusia sebelum adanya AGAMA ? > > > > > >  > > > > > > SEderek sederek ada yang bisa memberikan masukan? > > > > > >  > > > > > > DOdo > > > > > > Send instant messages to your online friends > > > > > http://uk.messenger .yahoo.com > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > > > > > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru > @ymail > > > dan > > > > > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > > > > > http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com> > <http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com>> > > > <http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com> > <http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com>>> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > |
|
|
Re: Berhati-hatilah memilih "Tuhan"ya tentu di tempatnya sendiri-sendiri dong mas.
--- In Spiritual-Indonesia@..., "the_most_braveheart" <the_most_braveheart@...> wrote: > > ya deh mAS yOYOK.. > > > Kalau yg muslim tp spiritualist/universalist atau yg bukan agama tp > universalist ;lari'kemana nanti setelah matinya MAs? > > Apa di luar alam ágama'nya itu? > > Salam > --- In Spiritual-Indonesia@..., Bambang <bambang@> > wrote: > > > > Ya udah kalau engkau sudah tahu tujuanmu... > > > > hanya engkau sendiri yang tahu tujuanmu. > > > > > > > > > > ndoe. > > > > > > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > > > He he karena saya suka 'terbang' (OOBE) kadang saya coba masuk > alam > > > spiritual untuk mengetahui bagaimana kehidupan spiritual agama- > > > agama, misalnya Jawi(kejawen), buddha, hindhu, islam (Allah), > > > tetapi mengenai agama hal ini terserah masing-masing aja kok, asal > > > tahu konsekuensinya. lakupun bila diyakini juga berarti agama juga > > > kan pak. trims. > > > > > > --- In Spiritual-Indonesia@... > > > <mailto:Spiritual-Indonesia%40yahoogroups.com>, Bambang <bambang@> > > > wrote: > > > > > > > > yang penting LAKU DIRI...mas Yoyok mau kemana...? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > nDoe. > > > > > > > > > > > > Yoyok Suyoko wrote: > > > > > > > > > > "Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan > > > seluruh > > > > > jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan > seseorang." > > > > > Albert Einstein > > > > > > > > > > Ketika membaca tulisan diatas disalah satu web, saya jadi > > > teringat > > > > > kepada pengalaman lama saya. ketika itu saya naik taksi, > > > kemudian si > > > > > sopir taksi (dari jawa) membahas peristiwa keagamaan saat > > > (sorry > > > > > saya lupa), kemudian dia berkata "agama itu apa? duluan mana > > > antara > > > > > agama sama aturan laku? mengapa orang mendahulukan agama, > tetapi > > > > > perilakunya buruk". Saya cuman tersenyum, waktu itu, saya > cuman > > > > > berpikir ini mesti orang kejawen nih (sama dong!). > > > > > > > > > > walaupun demikian ketika simulasi kematian, saya mendapatkan > hal > > > > > lain. ketika meninggal seseorang yang mempunyai ikatan agama > akan > > > > > tertarik ke 'kehidupan spiritual yang terkait dengan agama > > > > > tersebut' - orang yang meninggal akan melayang jiwanya > kemudian > > > > > seperti ada yang membimbing untuk memasuki suatu lorong > dilangit > > > > > yang menuju ke kehidupan spiritual agama tersebut, setelah > sampai > > > > > dipintu gerbang kehidupan spiritual tersebut, maka akan > ada 'tes' > > > > > bahwa anda memang berhak masuk ke kehidupan spiritual > tersebut. > > > > > > > > > > Hal ini juga berlaku bagi penyembah 'tuhan' lainnya, orang > yang > > > > > menyembah dewa api misalnya akan 'kembali' ke kehidupan > spiritual > > > > > dimana dewa api berada, begitu juga yang terikat dengan > keyakinan > > > > > tertentu misalnya keluarga, keduniwaian, dll - Bagi > > > > > yang "terhubung"/terikat duniawi lebih mungkin untuk tetap > > > didunia > > > > > ketika ia meninggal. oleh karena demikianlah, maka > spiritualist > > > > > biasanya tidak ingin terlalu duniawi, karena setelah > > > dia > > > > > ingin mengalami kenaikan (ascend) kekehidupan yang lebih baik > dan > > > > > tidak ingin tidak terikat dengan bumi. oleh karena itulah ia > > > > > belajar 'zuhud'(islam) atau ketidak melekatan (buddha) untuk > > > tidak > > > > > terikat duniawi, dilain pihak dia 'beriman' untuk 'terhubung' > > > dengan > > > > > kehidupan spiritualnya, dengan demikian ketika dia meninggal > ia > > > > > dengan begitu cepat meninggalkan dunia menuju ke tempat > kehidupan > > > > > spiritual dimana dia terhubung berada. > > > > > > > > > > Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan keyakinan akan 'Tuhan' > > > anda, > > > > > karena ke kehidupan spiritual 'Tuhan' anda itulah anda akan > > > kembali > > > > > |