|
View:
New views
2 Messages
—
Rating Filter:
Alert me
|
|
|
10 Okt"Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa” (Gal 3:7-14; Luk 11:15-26) “Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." (Luk 11:15-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut: · “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, demikian kata sebuah pepatah yang kiranya sangat dekat dengan isi Warta Gembira hari ini. “Jumlah perceraian di Indonesia telah mencapai angka yang sangat fantastis. Tercatat, pada tahun 2007, sedikitnya 200 ribu pasangan melakukan pisah ranjang alias cerai. Meski angka perceraian di negara ini tidak setinggi di Amerika Serikat dan Inggris (mencapai 66,6% dan 50% dari jumlah total perkawinan), namun angka perceraian di Indonesia ini sudah menjadi rekor tertinggi di kawasan Asia Pasifik.”(http://arifjulianto.wordpress.com/2008/06/05/tingginya-tingkat-perceraian-di-indonesia). Memperhati-kan jumlah pasangan perkawinan yang pisah ranjang atau cerai di atas ini, rasanya dapat dipahami bahwa di Indonesia begitu marak tawuran atau bentrokan, yang juga berakibat korban meninggal dunia, masih marak atau bahkan semakin subur di sana-sini, antara lain di kalangan pelajar dan mahasiswa. Yang pisah ranjang atau cerai mencapai angka 200 ribu lebih per tahun, kiranya yang penuh ketegangan lebih banyak lagi. Apa yang terjadi dan dialami atau disaksikan di dalam keluarga akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Maka menanggapi pepatah dan Warta Gembira sebagaimana saya kutipkan di atas marilah kita bangun, perdalam dan tingkatkan persaudaraan atau persahabatan di dalam hidup kita sehari-hari, entah di dalam keluarga, masyarakat maupun tempat kerja. Yang sering menimbulkan ketegangan dan kemudian berkembang menjadi tawuran, permusuhan, perpisahan, dst.. adalah perbedaan. Ingat dan renungkan: laki-laki dan perempuan berbeda satu sama lain namun saling tertarik dan ada kerinduan untuk saling mendekat, dalam dunia phisika unsur ‘plus’ dan ‘minus’ yang saling berbeda ketika bertemu menghasilkan sinar terang yang membahagiakan, dst.. Dengan kata lain kami mengajak kita semua: hendaknya menjadi aneka perbedaan antar kita sebagai daya tarik untuk saling mendekat, mengasihi, bersahabat dan bersatu bukan daya dobrak untuk bermusuhan atau tawuran. Seperti rangkaian bunga yang terdiri dari aneka warna begitu indah dan menarik, demikian pula hendaknya kebersamaan kita dalam keragaman indah dan menarik serta mempesona. · “Kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham”(Gal 3:7), demikian sapaan dan peringatan Paulus kepada umat Galatia, kepada kita semua umat beriman. Abraham adalah bapa umat beriman, teladan umat beriman. Sering terjadi ketegangan antara anak-anak atau keturunan Abraham, dimana masing-masing merasa diri keturunan Abraham sejati; ketegangan antara ‘keturunan Ismael atau keturunan Iskak’. Ingat bahwa dalam kisah dimana Abraham diminta mempersembahkan anaknya kepada Tuhan, yang berarti harus menjadi korban persembahan, dibunuh dan dibakar, namun akhirnya yang menjadi persembahan korban adalah kambing/domba; dengan kata lain hendaknya entah yang merasa menjadi keturunan Ismael atau Iskak tidak menyombongkan diri sebagai yang paling beriman, mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, karena yang dipersembahkan adalah kambing atau domba. Marilah lebih kita utamakan dan perdalam bahwa kita sama-sama mengaku sebagai keturunan Abraham, anak-anak Abraham, dan sekiranya ada perbedaan antar keturunan Abraham hendaknya dijadikan sarana memperteguh dan memperkuat persaudaraan. Jika apa yang sama di antara kita dihayati secara mendalam dan kuat, maka apa yang berbeda di antara kita akan fungsional untuk meneguhkan, memantapkan dan memperkuat persaudaraan. Dengan kata lain hendaknya jangan membesar-besarkan perbedaan yang ada, tetapi kesamaan, jika kita mendambakan hidup persaudaraan atau persahabatan sejati. “Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.”(Mzm 111:1-6) Jakarta, 10 Oktober 2008 ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ |
|
|
Re: 10 Oktkecuali kalau mau buat mozaic.... --- In Spiritual-Indonesia@..., Romo maryo <rm_maryo@...> wrote: > > > > > > "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasaâ > > (Gal 3:7-14; Luk 11:15-26) > > âTetapi ada di antara mereka yang > berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu > meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus > mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang > terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah- pecah, pasti > runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, > bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir > setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa > Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu > merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan > kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila > seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka > amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya > menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan > senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak > bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia > mencerai-beraikan." (Luk > 11:15-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini > >  > > Berrefleksi > atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai > berikut: > > ·  âBersatu kita > teguh, bercerai kita runtuhâ, demikian kata sebuah pepatah yang kiranya > sangat dekat dengan isi Warta Gembira hari ini. âJumlah perceraian di Indonesia telah > mencapai angka yang sangat fantastis. Tercatat, pada tahun 2007, sedikitnya 200 > ribu pasangan melakukan pisah ranjang alias cerai. Meski angka perceraian di > negara ini tidak setinggi di Amerika Serikat dan Inggris (mencapai 66,6% dan > 50% dari jumlah total perkawinan), namun angka perceraian di Indonesia ini > sudah menjadi rekor tertinggi di kawasan Asia Pasifik.â (http://arifjulianto.wordpress.com/2008/06/05/tingginya-tingkat- perceraian-di-indonesia). > Memperhati-kan jumlah pasangan perkawinan yang pisah ranjang atau cerai di atas > ini, rasanya dapat dipahami bahwa di Indonesia begitu marak tawuran atau > bentrokan, yang juga berakibat korban meninggal dunia, masih marak atau bahkan > semakin subur di sana-sini, antara lain di kalangan pelajar dan mahasiswa. Yang > pisah ranjang atau cerai mencapai angka 200 ribu lebih per tahun, kiranya yang > penuh ketegangan lebih banyak lagi. Apa yang terjadi dan dialami atau > disaksikan di dalam keluarga akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan > perkembangan anak-anak. Maka menanggapi pepatah dan Warta Gembira sebagaimana > saya kutipkan di atas marilah kita bangun, perdalam dan tingkatkan persaudaraan > atau persahabatan di dalam hidup kita sehari-hari, entah di dalam keluarga, > masyarakat maupun tempat kerja. Yang sering menimbulkan ketegangan dan kemudian > berkembang menjadi tawuran, permusuhan, perpisahan, dst.. adalah perbedaan. Ingat > dan renungkan: laki-laki dan perempuan berbeda satu sama lain namun saling > tertarik dan ada kerinduan untuk saling mendekat, dalam dunia phisika unsur > âplusâ dan âminusâ yang saling berbeda ketika bertemu menghasilkan sinar terang > yang membahagiakan, dst.. Dengan kata lain kami mengajak kita semua: hendaknya > menjadi aneka perbedaan antar kita sebagai daya tarik untuk saling mendekat, > mengasihi, bersahabat dan bersatu bukan daya dobrak untuk bermusuhan atau > tawuran. Seperti rangkaian bunga yang terdiri dari aneka warna begitu indah dan > menarik, demikian pula hendaknya kebersamaan kita dalam keragaman indah dan > menarik serta mempesona. > > ·  âKamu lihat, > bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abrahamâ(Gal > 3:7), demikian sapaan dan peringatan Paulus kepada umat Galatia, kepada kita semua umat beriman. Abraham adalah bapa > umat beriman, teladan umat beriman. Sering terjadi ketegangan antara anak-anak > atau keturunan Abraham, dimana masing-masing merasa diri keturunan Abraham > sejati; ketegangan antara âketurunan Ismael atau keturunan Iskakâ. Ingat bahwa > dalam kisah dimana Abraham diminta mempersembahkan anaknya kepada Tuhan, yang > berarti harus menjadi korban persembahan, dibunuh dan dibakar, namun akhirnya > yang menjadi persembahan korban adalah kambing/domba; dengan kata lain > hendaknya entah yang merasa menjadi keturunan Ismael atau Iskak tidak > menyombongkan diri sebagai yang paling beriman, mempersembahkan diri seutuhnya > kepada Tuhan, karena yang dipersembahkan adalah kambing atau domba. Marilah lebih > kita utamakan dan perdalam bahwa kita sama-sama mengaku sebagai keturunan > Abraham, anak-anak Abraham, dan sekiranya ada perbedaan antar keturunan Abraham > hendaknya dijadikan sarana memperteguh dan memperkuat persaudaraan. Jika apa > yang sama di antara kita dihayati secara mendalam dan kuat, maka apa yang > berbeda di antara kita akan fungsional untuk meneguhkan, memantapkan dan > memperkuat persaudaraan. Dengan kata lain hendaknya jangan membesar-besarkan > perbedaan yang ada, tetapi kesamaan, jika kita mendambakan hidup persaudaraan > atau persahabatan sejati. > >  > > âHaleluya! Aku mau bersyukur kepada > TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. > Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang > menyukainya. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk > selamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN > itu pengasih dan penyayang. Diberikan-Nya rezeki kepada orang- orang yang takut > akan Dia. Ia ingat untuk > selama-lamanya akan perjanjian-Nya.Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya > kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.â(Mzm 111:1-6) > > Jakarta, 10 Oktober 2008 > > > > > _____________________________________________________________________ ______ > Dapatkan nama yang Anda sukai! > Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ > |
| Free Forum Powered by Nabble | Forum Help |